31 C
Jakarta
Sabtu, 20 Agustus, 2022

Status Aset Digital Di Indonesia Ditetapkan Bappebti

duniafintech.com – Sejak pertama kali mata uang virtual memasuki pasar Indonesia, baik OJK (Otoritas Jasa Keuangan), Bank Indonesia maupun Bappebti memang tak langsung mengambil langkah terkait penetapan status aset digital tersebut.

Tidak berlaku sebagai alat jual beli, mata uang virtual tetap diperdagangkan di beberapa bursa lokal sebagai aset digital. Kini, para trader kripto boleh berlega diri pasalnya Bappebti akhirnya menetapkan status aset digital sebagai subjek perdagangan berjangka.

Kebijakan tersebut ditetapkan setelah melalui banyak pertimbangan dan rapat demi rapat.

“Saat ini Kepala Bappebti sudah menandatangani keputusan untuk menjadikan cryptocurrency sebagai komoditi yang layak diperdagangkan di bursa. Sudah ditetapakan dua tiga hari lalu, cuma saya belum tahu nomor Surat Keputusannya” ungkap Kepala Biro Pengawasan dan Pengembangan Pasar Beppebti Dharma Yoga kepada Kontan.co.id, Kamis malam (31/5) lalu.

Baca juga: BLOCKCLOUD DAN SCN, KUNCI KESUKSESAN IOT

Langkah tersebut diambil setelah selama empat bulan terakhir Bappebti melakukan serangkaian pertimbangan. Menurut hasil kajian itu, Yoga menganggap mata uang virtual sudah memenuhi syarat untuk dimasukkan ke dalam kelompok komoditas.

Setelah penetapan ini, Bappepti akan menetapkan serangkaian aturan lain musalnya terkait perusahaan yang melakukan mining (penambangan) serta penyedia wallet (tempat penyimpanan mata uang virtual) yang ada di Indonesia. Peraturan selanjutnya akan kembali didiskusikan Bappebti dengan lembaga lain yang terkait seperti OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan BI (Bank Indonesia).

Beberapa Aturan Tambahan Juga Akan Ditetapkan

Beberapa aturan tambahan juga akan dibuat lebih lanjut oleh Bappebti, termasuk soal penyimpanan dana nasabah. Yoga mengatakan, nantinya dana nasabah atau investor tidak disimpan oleh perusahaan exchanger. Tetapi, oleh Kliring Berjangka atau bank penyimpan dana nasabah yang sudah ada di Bappebti. Langkah ini dilakukan untuk terjadinya kehilangan dana nasabah baik karena risiko penggelapan oleh pengelola maupun karena risiko peretasan.

Baca juga: ROBBIE ANTONIO, PENCETUS REVOLUSI INDUSTRI REAL ESTATE

“Jadi nantinya setiap rekening yang masuk ke dalam transaksi ini, exchanger akan dibukakan account oleh kliring. Nanti semua dana nasabah masuk ke kliring, dipegang oleh pihak ketiga yang independen, exchanger hanya jadi market place-nya saja atau engine trading-nya nanti,” ujarnya.

Keputusan Bappebti ini menjadi titik terang bagi banyak trader yang terus mempertanyakan status dari mata uang virtual di Indonesia. Ini juga merupakan pertanda bahwa iklim kripto di Indonesia tumbuh semakin membaik.

Written: Dita Safitri

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Harga Anjlok Jangan Risau! Ini Strategi Trading Kripto yang Top

JAKARTA, duniafintech.com - Saat harga aset kripto sedang anjlok/mengalami penurunan, janganlah risau. Ada strategi trading kripto yang mesti Anda terapkan.  Trading kripto saat menjadi salah...

Harga BBM Pertalite Akan Naik, Dampaknya Mengerikan!

JAKARTA, duniafintech.com – Harga BBM Pertalite dan solar yang merupakan bahan bakar subsidi pemerintah akan dinaikkan pada minggu depan. Hal itu dilakukan karena subsidi yang...

Rekomended! Ini Aplikasi Faucet Bitcoin yang Terpercaya di Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Pemain industri kripto tentu gak asing lagi dengan istilah faucet. Ada rekomendasi aplikasi faucet Bitcoin terpercaya dan bisa dicoba.  Faucet kripto atau...

Project NFT Asal Indonesia Terpopuler, Bukan Cuma Ghozali Lho!

JAKARTA, duniafintech.com - Masih ingat dengan Ghozali? Karyanya merupakan salah satu project NFT asal Indonesia yang populer dan mendunia.  Tapi siapa sangka, bukan cuma Ghozali...

Mengenal Koisan, Game NFT Indonesia yang Pantas Diperhitungkan

JAKARTA, duniafintech.com - Game NFT Koisan yang merupakan produk asli dalam negeri telah hadir meramaikan jagat industri non-fungible token.  Dalam perkembangan teknologi NFT yang kian...
LANGUAGE