26.2 C
Jakarta
Jumat, 19 Agustus, 2022

Studi: Teknologi Cloud Computing Makin Dilirik Kalangan Pebisnis

DuniaFintech.com – Teknologi cloud computing semakin banyak dilirik para eksekutif bisnis di Indonesia. Hal ini merupakan temuan hasil survey IBM Institute for Business Value (IBV) yang menyebut para pebisnis memanfaatkan teknologi hybrid multi-cloud sebagai cara meningkatkan nilai bisnis dan transformasi.

Ada pun survey yang terjadi di Indonesia mencatatkan, divisi teknologi informatika dalam suatu korporasi mengalokasikan pengeluaran sebanyak 16% untuk teknologi cloud computing. Disebutkan juga para responden ingin meningkatkan anggaran untuk jenis hybrid cloud hingga 57% pada 2023.

Sebagian besar anggaran cloud organisasi dialokasikan untuk hybrid cloud platform. Hal ini membuat anggaran untuk public cloud para korporasi harus dikurangi dari 41% menjadi 36% pada 2023.

Tan Wijaya, Presiden Direktur IBM Indonesia mengatakan tren pemanfaatan teknologi cloud computing menjadi tren utama dalam mengembangkan model bisnis baru yang digerakkan secara digital.

“Menariknya, temuan ini menunjukkan hybrid multi-cloud menjadi fundamental dalam pengembangan model operasi organisasi, membantu mereka mengawali langkahnya untuk menjadi perusahaan kognitif (Cognitive Enterprise) di masa depan,”

Baca juga:

Pemanfaatan Teknologi Cloud Computing di Ranah Korporasi

Pada skala global, sebagian besar industri akan mencatat pertumbuhan dalam jumlah cloud yang digunakan, dengan perkiraan jumlah mencapai 11 per organisasi. Ada pun beberapa bidang yang meningkatkan penggunaannya yakni asuransi, telekomunikasi, ritel, perbankan dan produk konsumsi.

Selanjutnya, dalam penelitian tersebut juga dikatakan pendekatan cloud mampu menghasilkan return of investment (ROI). Nilai bisnis yang dihasilkan dari teknologi model operasi full hybrid dan multi-cloud mencapai 2,5 kali lebih besar dibandingkan nilai yang dihasilkan dari pendekatan vendor single platform dan single cloud.

Sebanyak 37% eksekutif Teknologi Informatika di Indonesia mengatakan bahwa mereka mencari cloud management platform untuk meningkatkan visibilitas dan mengelola biaya cloud mereka dibandingkan dengan 66% organisasi secara global yang saat ini sedang mengembangkan advanced cloud.

“Lebih lanjut, hybrid cloud memungkinkan peningkatan kinerja bisnis dengan ROI yang lebih besar. Hal ini terbukti dengan kesuksesan sejumlah bisnis terkemuka dalam meraih keunggulan kompetitif melalui pengelolaan hybrid cloud dan tata kelola platform yang lebih kuat,”

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Alasan Token ASIX tak Lolos Izin, Bappebti Beberkan Hal Ini

JAKARTA, duniafintech.com - Token ASIX milik pesohor tanah air, Anang Hermansyah tak lolos izin dari Badan Pengawas Bursa Berjangka Komoditi (Bappebti). Hal ini lantas...

Bisa Dicoba! Inilah Pilihan Platform untuk Mining Ethereum

JAKARTA, duniafintech.com - Platform untuk mining Ethereum (ETH) penting diketahui, guna mendukung proses mining atau penambangan tersebut. Selain trading, cara mudah untuk mendapatkan kripto jenis...

Penambahan Modal BUMN, Erick: Jangan Dibilang Utang Lagi 

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan penjelasan gamblang mengenai rencana penambahan modal sejumlah BUMN  seperti PT Bank Tabungan...

Cara Top Up OVO lewat ATM Permata hingga Internet Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat ATM Permata dan beberapa metode lainnya berikut ini perlu disimak oleh pengguna layanan ini. Kalau kamu sering...

Cara Cek Tagihan Kartu Kredit BCA dengan 6 Metode Termudah

JAKARTA, duniafintech.com – Cara cek tagihan kartu kredit BCA dengan beberapa metode termudah berikut ini tentunya penting untuk diketahui. Di samping kartu debit, Bank BCA...
LANGUAGE