Layanan yang Jadi Solusi Paling Inovatif dari Independent Software Vendor (ISV)

0
347
Layanan yang Jadi Solusi Paling Inovatif

DuniaFintech.com – Menurut CEO Microsoft, Satya Nadela, dalam lima tahun ke depan, sekitar 500 juta aplikasi akan dibuat di seluruh dunia.  Ini  akan melebihi jumlah aplikasi yang dibuat selama 40 tahun terakhir. Di Asia Pasifik, vendor perangkat lunak independen (Independent Software Vendors/ ISV) memegang peranan penting dalam menghadirkan layanan yang jadi solusi paling inovatif di atas platform pihak ke tiga. Mereka adalah katalisator terbesar untuk pertumbuhan adopsi cloud di wilayah ini. Penasaran apa saja layanan yang jadi solusi paling inovatif tersebut?

Layanan pendukung pekerja garis depan selama pandemi

Pandemi telah membebani penyedia layanan kesehatan di seluruh dunia dengan tuntutan besar untuk tes, diagnosis, dan perawatan. Di Korea Selatan, Lunit mengembangkan INIGHT CXR, perangkat lunak kecerdasan buatan (artificial intelligence – AI) yang dibuat dengan Azure, yang mendukung ahli radiologi dalam menafsirkan hasil sinar-X dada untuk mendeteksi dan mendiagnosis infeksi COVID-19 secara instan. Alat tersebut telah digunakan di Daegu, propinsi yang paling parah terkena virus. Di belahan dunia lain, Lunit INSIGHT CXR juga telah dipasang di PreventSenior, salah satu jaringan rumah sakit terbesar di Brasil.

Selain perawatan kesehatan profesional, pejabat pemerintah juga berada di garis depan dalam upaya melawan pandemi. Dialog Digital telah bekerja sama dengan pemerintah Thailand untuk membangun dasbor live dari situasi global yang berkembang, memanfaatkan Azure dan Power BI. Ketersediaan data ini telah melengkapi pemerintah dengan informasi penting yang dibutuhkan untuk membuat keputusan yang tepat bagi warganya.

Layanan pembelajaran jarak jauh dan keterampilan digital

Era new normal juga membawa banyak perubahan dalam cara masyarakat belajar, bekerja, dan hidup. Dengan langkah-langkah kesehatan dan keselamatan yang diberlakukan oleh pemerintah di seluruh Asia Pasifik, sekolah dan universitas dengan cepat memindahkan pelajaran secara online, sehingga siswa dapat terus menerima pendidikan yang layak mereka dapatkan.

Guru.lk dengan cepat meningkatkan kapasitas server platform konten pendidikan Headstart lebih dari empat kali lipat untuk memenuhi permintaan aplikasi pembelajaran berbasis rumah di Sri Lanka. Dibangun di Azure, Headstart sekarang menjadi ekosistem e-learning terbesar di negara itu dengan lebih dari 600.000 pengguna yang terdaftar, 5.700 pelajaran, dan 150 mitra konten. Untuk memastikan bahwa lebih banyak siswa memiliki akses ke konten pendidikan berkualitas, ISV lebih lanjut bermitra dengan perusahaan telekomunikasi lokal yaitu Dialog, guna menawarkan uji coba gratis selama 30 hari untuk mengakses aplikasi mereka.

ISV juga berperan dalam membekali siswa dengan keterampilan digital yang dibutuhkan untuk berkembang di ekonomi masa depan. Di Korea Selatan, Squarenet bermitra dengan 15 universitas, memberi mereka akses ke Platform Profesional Program Pendidikan Microsoft, yang menyelenggarakan berbagai kursus pelatihan teknis, termasuk dasar-dasar perangkat lunak, data science, kecerdasan buatan, big data, dan keamanan siber.

Demikian pula di Filipina, CloudSwyft meluncurkan platform Learning Lab yang memanfaatkan Microsoft Teams. Solusi kelas virtual interaktif dan kolaboratif ini dirancang khusus untuk siswa sekolah menengah dan universitas yang ingin memperoleh keahlian digital tertentu.

Layanan #RemoteEverything dan keterlibatan karyawan

Di era kerja jarak jauh, employee engagement dan produktivitas kantor sangat penting. Platform Software-as-a-Service (SaaS) milik Malaysia, SelfDrvn, membangun gamifikasi dan analisis perilaku ke dalam rangkaian lengkap produk Microsoft Teams yang terintegrasi. Platform kolaboratif ini dapat menyelaraskan, melacak, dan memotivasi tim menuju target harian mereka serta memicu insentif seperti pengiriman makanan dan voucher belanja.

Baca juga:

Layanan pendukung rantai pasokan

Social distancing dan pengaturan jarak jauh juga berdampak pada seluruh industri. Solusi inovatif oleh ISV telah memungkinkan bisnis untuk merespon secara efektif tantangan dalam komunikasi pemasok dan memenuhi permintaan barang yang penting, seperti bahan makanan dan produk perawatan kesehatan.

Di Sri Lanka, Lelang Teh Colombo mingguan dihentikan karena pandemi. Guna mempersiapkan diri dari guncangan ekonomi, para pemimpin industri bekerja dengan CICRA Solutions untuk mengembangkan sistem lelang elektronik virtual berbasis cloud untuk seluruh proses lelang. Diluncurkan dalam waktu kurang dari seminggu, sistem berbasis Azure secara digital mengubah industri teh berusia 150 tahun sekaligus melindungi mata pencaharian hampir dua juta orang di negara tersebut.

Demikian pula, peraturan di Vietnam membuat peretail mengalihkan bisnis mereka menjadi online. DiCentral, ISV Vietnam, menciptakan solusi Electronic Data Interchange (EDI) berbasis Azure untuk memungkinkan mitra distribusi mengintegrasikan sistem back-end sambil meningkatkan skala bisnis online mereka. Pertukaran data antara pemasok dan penyedia logistik mengotomatiskan aliran dokumen, pemenuhan pesanan, menyimpan inventaris, dan memberikan sinyal pengisian ulang sesuai dengan pertukaran data pengiriman.

Meskipun beberapa bisnis membuat saluran online mereka sendiri, ada yang berusaha memanfaatkan pengecer besar. Di Selandia Baru, perangkat lunak inventaris berbasis Azure Cin7 mengotomatiskan dan menghubungkan seluruh rantai pasokan untuk bisnis kecil hingga menengah (UKM) yang ingin menjual produk mereka melalui pengecer seperti Walmart dan Amazon. Hal ini memungkinkan UKM untuk menyalurkan stok barang mereka ke tempat dimana dibutuhkan dengan lebih cepat, lebih efisien, dan dengan biaya yang lebih rendah. Menanggapi wabah COVID-19, Cin7 semakin meningkatkan sistemnya untuk mengidentifikasi zona aman bagi para pekerja gudang untuk bekerja secara individu dan mengatur stok.

Dari aspek keberlanjutan, ISV asal Indonesia yaitu Nawatech menawarkan Jejak.in untuk membantu organisasi melacak program konservasi mereka menggunakan AI di Azure. Mereka baru-baru ini meluncurkan program kemitraan carbon offset, memberikan kesempatan untuk berkontribusi pada kegiatan/ aksi yang berkaitan dengan iklim dengan mengimbangi penggunaan karbon. 

Layanan Kesehatan Lainnya

ISV mengatasi tantangan yang dihadapi dalam perawatan kesehatan sehari-hari dengan kekuatan teknologi Microsoft. Misalnya, Fortude, penerima hibah Sri Lanka pertama dari program Microsoft AI for Accessibility, sedang mengerjakan aplikasi identifikasi Disfagia untuk mengidentifikasi kesulitan menelan pada bayi dan anak-anak, yang dibangun menggunakan Microsoft Cognitive Services dan AI. Di Selandia Baru, Volpara Solutions memanfaatkan Azure AI untuk membantu mendeteksi kanker payudara, memberdayakan ahli radiologi untuk memberikan prognosis yang lebih baik secara keseluruhan.

(DuniaFintech/ Dinda Luvita)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here