25.8 C
Jakarta
Jumat, 12 Agustus, 2022

Subsidi BBM Capai Rp 502 T, Jokowi: Negara Kita Masih Kuat 

JAKARTA, duniafintech.com – Tanggungan negara dari subsidi BBM di Indonesia sangat besar. Angkanya mencapai ratusan triliun rupiah. 

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang diberikan hingga saat ini sudah terlalu besar yaitu menembus Rp 502 triliun. 

Presiden mengatakan subsidi BBM membengkak dari Rp 170 triliun menjadi Rp 502 triliun. Menurutnya, tidak ada negara mana pun yang sanggup menanggung beban subsidi BBM sebesar itu. 

“Perlu kita ingat subsidi terhadap BBM itu sudah sangat terlalu besar, dari Rp 170-an [triliun] sekarang sudah Rp 502 triliun. Negara mana pun enggak akan kuat menyangga subsidi sebesar itu, tapi sekali lagi, alhamdulillah kita masih kuat menahannya sampai sekarang ini. Ini yang patut kita syukuri bersama-sama,” kata Jokowi, dikutip dari Bisnis.com, Rabu (3/8/2022). 

Lebih lanjut, Jokowi membandingkan harga BBM di Indonesia dengan negara lainnya. Dia menyebut harga bensin di negara lain saat ini ada yang sudah menembus angka Rp 31.000-32.000. 

Namun, di Indonesia harga Pertalite masih ditahan di Rp 7.650 berkat subsidi dari pemerintah. Jokowi pun meminta seluruh jajarannya untuk mengantisipasi ancaman krisis energi. Dia mengatakan saat ini semua negara mengalami kenaikan harga minyak dan gas. 

Baca juga: Pertamina Bolehkan Pembelian BBM Pakai Jerigen, Tapi Harus Lampirkan Surat Rekomendasi

“Di semua negara gas sampai harganya lima kali lipat, bensin naik dua kali lipat. Inilah kesulitan-kesulitan yang dialami oleh hampir semua negara, tidak negara kecil, tidak negara besar,  tidak negara kaya, tidak negara miskin, semuanya mengalami hal yang sama,” ungkapnya. 

Akibat melonjaknya harga minyak dan gas, Jokowi mengatakan saat ini dunia tengah menghadapi ancaman krisis keuangan. Bahkan, beberapa negara yang tidak kuat, ambruk karena sudah tidak memiliki uang kes, baik untuk membeli energi seperti bensin dan gas atau membeli pangan. 

Baca juga: Parah! Minyakita Dijual Online Rp35.000, Emak-emak Auto Ngeluh!

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan bahwa pemerintah menjaga harga BBM jenis Pertalite tetap Rp 7.650 meski harga minyak mentah dunia terus naik. 

Dia menjelaskan bahwa sebelum pandemi Covid-19 harga minyak mentah dunia hanya US$60 per barel, sedangkan saat ini sudah meningkat pesat hingga US$110 – US$120 per barel. 

“Sudah dua kali lipat hati-hati. Negara kita ini masih kita tahan untuk tidak menaikkan harga BBM yang namanya Pertalite,” kata Jokowi dalam Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-29 tahun 2022, Kamis (7/7/2022).

Baca jugaWajib Pakai Aplikasi MyPertamina untuk Beli BBM, Netizen: Negara Ini Makin Ribet!

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Berita Kripto Hari Ini: Harga Kripto Ngegas, Pasar Kembali Pulih? 

JAKARTA, duniafintech.com - Berita kripto hari ini mengulas kondisi pasar kripto yang merangkak naik. Harga kripto jajaran teratas tampak terus menguat. Bitcoin, Ethereum hingga Dogecoin...

Berita Fintech Indonesia: Pinjaman Uang Bisa Dicicil Bulanan

JAKARTA, duniafintech.com – Berita fintech Indonesia terbaru akan membahas tentang pinjaman uang secara online yang bisa kamu cicil secara bulanan. Seperti diketahui, keperluan yang mendesak...

Cara Buka Tabungan BCA Dollar Terbaru dan Daftar Biayanya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara buka Tabungan BCA Dollar berikut ini penting diketahui jika kamu memang tertarik dengan jenis tabungan yang satu ini. Sebagaimana diketahui, BCA...

OJK Keluarkan 671 Sanksi Kepada Pelaku Pasar Modal

JAKARTA, duniafintech.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar mengungkapkan sebanyak 671 surat sanksi, serta selain itu, OJK juga menerbitkan 12...

OJK Akui Minimnya Pengetahuan Perempuan Soal Literasi Keuangan Digital

JAKARTA, duniafintech.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat terdapat jarak tingkat literasi keuangan digital antara perempuan dan laki-laki. Perempuan merupakan sektor yang membutuhkan perhatian...
LANGUAGE