25 C
Jakarta
Selasa, 19 Oktober, 2021

SWIPE, Platform Monetisasi Data Gelar IEO Di Tokocrypto dan Tokenomy

duniafintech.com – SWIPE, proyek pertama yang akan melakukan IEO di Tokocrypto melalui Toko Launchpad dan Tokenomy. IEO merupakan solusi dalam hal penjualan perdana token dari sebuah proyek blockchain yang lebih aman, khususnya dari sisi pengguna.

Baca juga : Perusahaan Mesin ATM Bitcoin Ini Kian Memperluas Jaringan ATM-nya!

IEO akan digelar pada 5-18 Agustus 2019 sedangkan Pre-IEO telah dimulai sejak 15 Juli hingga 28 Juli 2019. Selain memberikan rasa aman kepada para pelanggan, keunggulan IEO lainnya adalah kepastian penjualan token terkait di platform tersebut.

Proyek ini sendiri baru akan berlangsung pada 5-18 Agustus 2019, namun saat ini tengah berlangsung pre-EIO, dimana Pelanggan dapat membeli SWIPE token terlebih dahulu dengan bonus tambahan 10% token dari yang mereka beli. Pelanggan yang ingin bergabung dalam proyek ini dapat menggunakan aset kripto maupun mata uang rupiah. Untuk aset kripto, yang dapat digunakan adalah BTC, ETH, USDT, dan USDC, dimana 1 Token SWIPE senilai dengan $0.0048 USD atau setara dengan Rp67,-

Tokenomy selaku mitra Indodax, salah satu bursa kripto terbesar di Asia Tenggara memiliki akses yang besar terhadap pengguna kripto, khususnya di Indonesia. Hal tersebut pun menjadi daya tarik bagi SWIPE sehingga Tokenomy menjadi pilihan mitra IEO tersebut.Untuk pembeliannya, Tokenomy tidak menetapkan batas pembelian dari proyek IEO ini. Bahkan terdapat bonus menarik sebesar 1 persen bagi pengguna yang membeli SWIPE dengan menggunakan TEN.

Sedangkan dari sisi Tokocrypto, pihaknya telah melakukan uji kelayakan terlebih dahulu, IEO di Tokocrypto juga dapat dilakukan menggunakan Rupiah. Sampai pada akhirnya SWIPE token dapat diperdagangkan di Tokocrypto setelah IEO selesai.

Perkenalkan SWIPE, platform Monetisasi Data Melalui Blockchain

SWIPE merupakan sebuah proyek inovasi data yang memanfaatkan teknologi blockchain sebagai landasannya dan bertujuan untuk memberdayakan pengguna dengan lebih banyak kontrol terhadap data pribadi, yang mana pengguna bisa mendapatkan imbal balik melalui penggunaan datanya. Pengumpulan data terjadi melalui integrasi SWIPE SDK (Software Development Kits) ke berbagai aplikasi seluler.

Data pengguna, seperti data perilaku, minat transaksional, dan demografis dapat dikumpulkan, dengan persetujuan pengguna dan dienkripsi menggunakan sharing data protocol dan privasi platform ini yang memungkinkan kepemilikan penuh atas data seseorang. Ini akan memungkinkan data real-time dan berkualitas untuk dirilis dipasar terbuka, menarik lebih banyak peserta (seperti pengguna, pengembang, firma riset pasar, dan pembeli data lainnya) di ekosistem untuk melakukan hal yang sama.

Dengan pendekatan scalable untuk membangun SDK yang dapat dengan mudah diintegrasikan ke aplikasi seluler, platform ini siap untuk mengganggu industri data dan mendapatkan adopsi global. Saat ini, platform ini memiliki jaringan lebih dari 20 aplikasi dan akses ke 2 juta pengguna di Asia Tenggara.

“Banyak dari kita sadar bahwa pemilik data, tidak memiliki, tidak memiliki kontrol maupun mendapat keuntungan apapun ketika hal tersebut terjadi, SWIPE dengan teknologi blockchain memberikan solusi terhadap hal tersebut, sehingga pengguna juga mendapat reward ketika datanya digunakan oleh pihak ketiga, ” ujar Andrew Marchen, CTO SWIPE di Hongkongcafe jakarta pusat. (22/07/2019)

Baca juga : Selain Sektor Pertanian, DanaRupiah Juga Sentuh Sektor Pendidikan

– Dinda Luvita –

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

OJK Dorong Pertumbuhan Teknologi Finansial Urun Dana

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peran industri teknologi finansial urun dana atau securities crowdfunding (SCF) untuk meningkatkan skala bisnis pelaku UMKM di Indonesia. Pasalnya,...

Regulatory Sandbox: Strategi Jitu Tangkal Kealpaan Regulasi Fintech

Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai, penggunaan regulatory sandbox atau ruang uji coba terbatas bagi para perusahaan rintisan di bidang finansial teknologi atau...

Kesenjangan Akses Keuangan antara Kota dan Desa, Ini Kata OJK

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara mengungkapkan bahwa masih tercipta gap atau kesenjangan yang cukup lebar...

Disinggung OJK, AFPI Putus Keanggotaan Penagih Utang PT ITN

Kantor milik PT Indo Tekno Nusantara (ITN) digerebek kepolisian pada Kamis, (14/10) lalu. ITN merupakan perusahaan penagih utang yang mengoperasikan 13 perusahaan pinjol, di...

Tentang Waktu dan Petunjuk Cara Ikut Lelang Pegadaian

Lelang Pegadaian adalah penjualan barang gadai oleh Pegadaian dengan cara dilelang kepada khalayak masyarakat. Mengingat debitur tidak sanggup melunasi pinjamannya, Pegadaian pun berhak untuk...
LANGUAGE