32.8 C
Jakarta
Selasa, 9 Agustus, 2022

TANTANGAN EKONOMI DI ERA DIGITAL

duniafintech.com – Tantangan ekonomi di era digital di Indonesia tampaknya harus diselesaikan bersama tidak hanya oleh pemerintah, namun juga berbagai pihak terkait, melihat tren ekonomi digital disebut akan berdampak besar terhadap tingkat lapangan pekerjaan.

Memang bakal berdampak pada hilangnya pekerjaan, dari manusia ke mesin atau sistem teknologi,  ungkap ‎Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir, dikutip dari metrotvnews.com.‎

Baca juga : GOLDMAN SACH MEMBELI FINTECH CLARITY MONEY

Meski demikian, Iskandar optimistis tidak sepenuhnya lapangan pekerjaan akan hilang, asalkan masyarakat maupun pelaku industri mampu berinovasi setiap saat. Menurut Iskandar, di era digital ini nampaknya dapat memunculkan tantangan untuk pekerjaan-pekerjaan baru di sektor lain. Para pekerja pun akan mengikuti ‎perkembangan yang terus berputar.

Kami sadari ada pekerjaan yang hilang tapi ada juga pekerjaan yang muncul. Maka salah satu alternatif yang kami ajukan dalam kebijakannya adalah pendidikan vokasi untuk SDM, seperti tadinya tidak ada input, maka sekarang ada data e-commerce. Ibu-ibu, bahkan bekas pembantu rumah tangga, bisa upload data, ungkap Iskandar.

Baca juga : BERITA HOAX EFEK NEGATIF ERA DIGITAL?

Sedangkan disisi lain, Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah mengatakan adanya teknologi yang sedang berkembang saat ini, maka akan menambah banyak lapangan kerja yang baru.‎ Untuk sektor keuangan, Halim memandang, digitalisasi ‎dapat membuka peluang bisnis baru dan menambah jalur pemasaran tradisional menuju direct to consumer, peer to peer, crowdfunding, dan lending. Hal ini pun memunculkan tantangan-tantangan baru bagi para pebisnis karena dengan adanya inovasi.

Baca juga : PROFESI YANG PALING DICARI DI ERA TEKNOLOGI

Beberapa tantangan ekonomi digital lain pun terdapat pada segi kesenjangan digital di Indonesia. Dimana Pemerintah harus memastikan bagaimana masyarakat Indonesia dimanapun mereka berada untuk mendapatkan akses yang sama kepada layanan telekomunikasi, mengingat infrastruktur adalah syarat utama kesuksesan ekonomi di era digital ini.

Tantangan lain terkait dari sumber daya manusia (SDM). Meskipun di era digital perusahaan start-up mengalami pertumbuhan yang masif, namun kebanyakan dari mereka mengalami kesulitan dalam hal menemukan talenta yang berkualitas dan sesuai kebutuhan industri. Akibatnya, sering terjadi talent war antar start-up dimana seorang talenta berkualitas menjadi rebutan berbagai start-up. SDM dalam hal ini merupakan kunci peningkatan daya saing start-up Indonesia di kancah internasional, sehingga ini menjadi tantangan yang cukup besar yang berpengaruh di sektor ekonomi khususnya di era digital ini.

Tantangan terakhir adalah dari pihak regulasi, dimana regulasi selalu menjadi isu utama dalam start-up dan disruptive innovation. Faktanya, regulasi memang selalu tertinggal dibandingkan dinamika pertumbuhan teknologi yang sangat pesat. Namun, yang perlu dipastikan adalah bagaimana Pemerintah bersama pihak-pihak terkait dapat menyusun regulasi yang adaptif dan tidak mematikan inovasi digital.

Written by : Dinda Luvita
Picture by : Pixabay.com

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Inilah 18 Penyakit yang tidak Ditanggung Asuransi Prudential

JAKARTA, duniafintech.com – Daftar penyakit yang tidak ditanggung Asuransi Prudential penting untuk diketahui oleh para pemilik polis asuransi ini. Adapun hal penting yang perlu dipertimbangkan...

Cara Top Up OVO lewat OCBC NISP 2022: ATM & Mobile Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat OCBC NISP sejatinya hampir mirip kok dengan cara isi saldo OVO lewat sejumlah bank lainnya. Saat ini,...

Cara Menghubungkan Akulaku ke Bukalapak, Banyak Manfaatnya!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghubungkan Akulaku ke Bukalapak berikut ini perlu diketahui karena akan memberikan banyak manfaat bagi penggunanya. Nah, sebagai pelanggan Akulaku, barangkali kamu...

Fantastis! Hingga Juni 2022, Sudah 9,5 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital

JAKARTA, duniafintech.com - Hingga Juni 2022, sudah 9,5 juta UMKM masuk ekosistem digital. Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki mengatakan sebanyak 19,5 juta pelaku...

Jangan Salah Kira, Inilah Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin

JAKARTA, duniafintech.com - Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin sangat mencolok. Data dari Coinmarketcap menunjukkan ada sekitar 20 ribu kripto yang tercatat.  Dari sekian banyak kripto di...
LANGUAGE