31.5 C
Jakarta
Selasa, 28 September, 2021

Teknologi AI dapat Memprediksi Kematian dari Penderita Penyakit Jantung

duniafintech.com – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan machine learning mengalami kemajuan yang begitu luar biasa, seperti halnya dengan memprediksi ancaman kematian yang begitu canggih. Tim peneliti Computer Science and Artificial Intelligence Laboratory MIT mengembangkan AI yang dapat memprediksi kematian dari penderita jantung.

Berbagai terobosan diciptakan seperti AI yang lebih cerdas untuk memenuhi implementasi didunia nyata. Para peneliti dibidang AI mengembangkan sistem pembelajaran mesin RiskCardio yang mampu memperkirakan risiko kematian akibat kardiovaskular atau penyakit jantung yang memblokir atau mengurangi aliran darah. Hal itu hanya membutuhkan pembacaan EKG selama 15 menit. Dari sanalah akan mengukur bahaya berdasarkan sampel ketukan berturut-turut.

Baca Juga : Kemendikbud Dukung Perkembangan AI Melalui Pendidikan

Seperti yang dilansir dari laman Engadget, dari pembacaan tersebut, AI dapat mengukur bahaya berdasarkan serangkaian denyutan berturut-turut dari sampel. Jika data denyutan dalam 15 menit dari suatu peristiwa selesai direkam, RiskCardio dapat menentukan apakah seseorang akan mati dalam 30 hari, atau bahkan hingga satu tahun kemudian.

Pendekatan ini berdasarkan ketukan lebih besar pada detak jantung akan mencerminkan risiko besar. Para peneliti melatih sistem machine learning menggunakan riwayat data dari pasien. Jika pasien selamat, detak jantung mereka dianggap relatif normal. Jika pasien meninggal, aktivitas jantung mereka dianggap berisiko. Skor risiko tertinggi datang dengan rata-rata prediksi dari setiap set detak jantung berturut-turut.

Baca Juga : Facebook dan Microsoft Gelar “Deepfake Detection Challenge”

Sampai saat ini teknologi RiskCardio ini masih terus harus disempurnakan. Para tim peneliti Computer Science and Artificial Intelligence Laboratory MIT perlu banyak perbaikan untuk data pelatihan yang memperhitungkan usia, latar belakang etnis, dan gender yang lebih banyak. Masih banyak perlu dilakukan Analisa yang akurat karena menyangkut hidup mati seseorang.

RiskCardo sendiri dapat mempermudah dokter untuk menilai kesehatan pasien dan memutuskan tingkat perawatan yang sesuai. Saat ini perkembangan teknologi semakin berguna untuk kesehatan manusia. Tahun lalu peneliti sedang melakukan pengembangan supaya teknologi AI mampu mendiagnosis penyakit Alzheimer lebih awal.

-Vidia Hapsari-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Kucurkan Kredit Rp2,24 triliun, Modal Rakyat Berhasil Jaga NPL 0,03%

Platform digital berbasis pinjaman, Modal Rakyat, berhasil menjaga tingkat kredit macet atau non performing loan (NPL) di level yang sangat rendah yaitu sebesar 0,03%. CEO...

Trade Expo Indonesia : Mendag Target Transaksi Rp21,4 triliun 

Kementerian Perdagangan menggelar Trade Expo Indonesia (TEI) ke-36 dengan tema ‘Reviving Global Trade'. Pameran ini digelar secara digital dan melibatkan aktor global. Menteri Perdagangan Muhammad...

Daftar Aplikasi Menambang Bitcoin di Android

Bitcoin saat ini semakin dikenal di tanah air. Adapun harganya yang melambung tinggi dengan cepat, diketahui telah menarik perhatian para investor untuk mulai terjun...

OJK dan Industri Jasa Keuangan Dukung Pengembangan UMKM

Komitmen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama industri perbankan, industri keuangan non bank, pasar modal dan fintech, yaitu akan meningkatkan pengembangan Usaha Menengah Kecil dan...

Modal Rakyat Beri Pinjaman untuk Usaha dengan Bunga Kompetitif

Modal Rakyat merupakan layanan pinjaman uang berbasis digital yang menjadi wadah pertemuan antara peminjam, yaitu usaha kecil dan menengah (UKM) dan pendana, yaitu individu...
LANGUAGE