25.9 C
Jakarta
Sabtu, 4 Juli, 2020

Tencent Pimpin Penyusunan Faktur Berbasis Blockchain Internasional

duniafintech.com – Perusahaan induk WeChat dan raksasa internet asal Cina, Tencent, baru-baru ini menerima lampu hijau untuk memimpin penyusunan standar faktur berbasis Blockchain. Izin ini mereka dapatkan dari pejabat pajak Cina.

Seperti yang telah dilaporkan oleh Global Times, proyek faktur berbasis Blockchain Tencent didukung oleh beberapa negara termasuk Inggris, Swiss, Swedia dan Brazil serta Administrasi Negara Perpajakan China, pada pertemuan internasional ITU-T pada standar e-voice hari Selasa.

Awalnya inisiatif anti penipuan pajak di Shenzhen, perusahaan bekerja menggunakan teknologi Blockchain untuk memberikan transparansi dalam pelaporan bisnis. Langkah ini diumumkan tahun lalu. 

Untuk upaya standar, Tencent bergabung dengan Akademi Teknologi Informasi dan Komunikasi China dan Biro Perpajakan Shenzhen untuk draft awal, yang diklaim oleh Tencent dan perusahaan terkait sebagai langkah maju dalam aplikasi bisnis Blockchain yang direalisasikan. Faktur berbasis Blockchain digunakan untuk mengumpulkan dan mendistribusikan informasi untuk transaksi komersial antara pihak terkait. 

Li Ming, direktur penelitian Blockchain di China Electronics Standardization Institute, mengatakan kepada Global Times bahwa langkah untuk mengembangkan standar menunjukkan pentingnya aplikasi bisnis untuk teknologi Blockchain.

“E-faktur adalah bidang yang tepat untuk aplikasi [penyelidikan] Blockchain dan percobaan saat ini, yang pada gilirannya dapat mempromosikan pengembangan teknologi ini menjadi lebih mainstream,” ungkap Li.

Baca Juga:

Adopsi Teknologi

Pengumuman tentang rancangan standar ini menjadi topik pembicaraan di tengah hiruk pikuk berita terkait Blockchain dari Cina.

Presiden Cina, Xi Jinping mengatakan kepada konstituen Partai Komunis pekan lalu bahwa pemerintah akan memulai pendekatan top-down pada implementasi Blockchain, dengan tujuan untuk mengadopsi teknologi dalam berbagai sektor yang ada. Sementara, pada hari Senin, seorang pejabat bank sentral Tiongkok meminta bank-bank komersial untuk mempelajari lebih jauh tentang adopsi Blockchain untuk aplikasi keuangan digital

Perkembangan teknologi Blockchain di Cina memang berkembang cukup pesat selama tahun ini. Meski beberapa kali menunjukkan penolakan terhadap kripto aset, Pemerintah Cina nampaknya mulai serius untuk menerapkan implementasi Blockchain untuk berbagai kebutuhan. Langkah ini diharap akan menjadi contoh bagi negara-negara lain di dunia.

-Dita Safitri-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Shopee Jadi Pilihan Belanja Online di Tahun 2020. Ini Rahasianya!

DuniaFintech.com - Shopee jadi pilihan belanja online di tahun 2020 menurut survei Snapchart. Tentunya Shopee memiliki daya tarik tersendiri yang menjadikannya marketplace...

Pentingnya Detoks Keuangan Sejak Dini, Lakukan Sekarang Juga!

DuniaFintech.com - Detoks keuangan merupakan cara terbaik mengembalikan kondisi kronis keuangan. Jika sebelumnya Anda mengalami masalah keuangan dengan pengeluaran yang lebih besar...

3 Kota Ini Dikategorikan Sebagai Wilayah ‘Ramah’ Mobile Game

DuniaFintech.com - Mobile game menjadi kegiatan yang semakin diminati di Indonesia. Sebagai negara dengan wilayah yang luas, tak ayal Indonesia menjadi sebuah...

Fintech Lending Memiliki Peran Besar dalam Inklusi Keuangan

DuniaFintech.com – Apakah fintech lending memiliki peran besar dalam inklusi keuangan? Untuk membuktikan hal tersebut, Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas...

Bangun Data Center Ketiga di Indonesia, Alibaba Cloud Optimis

DuniaFintech.com - Tulang punggung teknologi digital dan intelijen, Alibaba Cloud mengumumkan peluncuran untuk bangun data center ketiga di Indonesia awal tahun depan....
LANGUAGE