26 C
Jakarta
Selasa, 31 Januari, 2023

Tiga Alasan Kenapa Fintech Melesat di Asia

duniafintech.com – Seperti yang kita ketahui, fintech atau teknologi keuangan merupakan tren baru yang konon siap menjadi disruptor bagi industri perbankan konvensional. Ada tiga alasan kenapa perkembangan fintech di Asia tampak mencolok selama beberapa tahun terakhir.

Tiga Alasan Fintech Melesat di Asia

Sadar atau tidak, sudah banyak bagian dari hidup kita yang tidak terlepas dari fintech. Sebut saja pembayaran online dan kripto aset yang sekarang semakin banyak ditradingkan. Semua ini, secara langsung telah membantu pertumbuhan industri ini.

Banyak perusahaan yang tadinya hanya berlabel startup, kini tumbuh menjadi raksasa dan unicorn. Dari Amerika Serikat hingga Asia, fintech terus berkembang ke berbagai wilayah di dunia.  Lantas kenapa fintech bisa melesat di Asia? Simak uraian tiga alasan fintech melesat di Asia berikut ini!

Baca juga: Kerangka RUU Blockchain Disahkan Negara Luxembourg

1. Dukungan yang Besar Terhadap Startup Fintech

Fintech telah secara besar-besaran mendukung perusahaan baru dengan teknik keuangannya. Alih-alih bergantung pada bank, perusahaan pemula memiliki teknologi keuangan untuk mengembangkan bisnis mereka. Dari metode pembayaran otomatis, mengelola masuk dan keluar uang tunai ke sistem berbasis cloud untuk semua deposan keuangan, fintech menyediakan cara yang lebih baik dalam pengelolaan uang.

Oleh karena itu, banyak perusahaan dengan cepat beradaptasi dengan gelombang teknologi baru ini. Dengan diperkenalkannya  fintech khususnya di Asia, ada lebih dari seribu yang terbantu berkat kehadiran teknologi baru ini.

2. Meluasnya Penggunaan Internet

Internet menjadi seperti wabah di Asia. Dukungan jaringan yang semakin luas serta ketersediaan ponsel pintar berharga murah yang banyak membuat Asia jadi pangsa pasar yang menjanjikan bagi industri fintech. Di Cina misalnya, toko kelontong hingga supermarket telah menerima pembayaran non tunai yang dilakukan melalui ponsel.

Banyak orang mulai sadar bahwa mereka tidak harus ke bank untuk bisa mengelola keuangan. Cukup dengan mengklik tombol di ponsel, semua urusan keuangan bisa diserahkan kepada perusahaan fintech yang ada. Fintech telah berhasil menembus pasar lokal Asia dengan dukungan peningkatan konektivitas internet dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Fintech HelloGold Memasuki Afrika dengan Baobab Group

3. Populasi Anak Muda yang Tinggi

Kesuksesan fintech di Asia tidak terlepas dari popuasi anak mudanya yang tinggi. Generasi milenial tersebar luas di berbagai wilayah seperti Hongkong, Singapura, Tokyo dan berbagai wilayah lainnya. Kelompok populasi ini mengerti teknologi, maju secara digital dan sangat menerima norma-norma digital.

Mereka cepat beradaptasi dengan fungsionalitas fintech. Baik itu pengusaha muda atau individu kelas pekerja, setiap orang telah menemukan cara yang lebih baik dan lebih mudah untuk menangani keuangan mereka. Oleh karena itu, Teknologi Keuangan dengan mudah menemukan jalannya ke berbagai daerah di Asia.

Semakin besarnya sektor fintech dan semakin meluasnya penggunaannya membuat fintech diprediksi akan jadi industri senilai miliaran dolar pada akhir tahun 2020 di Asia. Kita hanya tinggal menunggu saja kapan fintech akan benar-benar mencapai puncaknya di Asia.

-Dita Safitri-

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Investasi Sektor Manufaktur Naik 52 Persen di Tahun 2022, Tembus Rp497,7 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi pada sektor industri manufaktur di Tanah Air terus meningkat meski di tengah dinamika geopolitik dunia yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi global....

Daftar HP Samsung Terbaru 2023 Dari Berbagai Seri

JAKARTA, duniafintech.com - Samsung dikenal sebagai salah satu merek ponsel pintar atau HP favorit banyak orang, terutama bagi para pengguna sistem operasi Android. Pasalnya,...

Sri Mulyani Upayakan Sinergi APBN Kembangkan Produktivitas UMKM

JAKARTA, duniafintech.com - Sinergi APBN sebagai instrumen keuangan negara dengan para pelaku usaha menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani dapat mengamplifikasi pemulihan ekonomi Indonesia. Berkaitan dengan...

Moncer! Ekspor Mobil Surplus Capai 64 Persen

JAKARTA, duniafintech.com - Industri otomotif ekspor mobil surplus merupakan salah satu sektor manufaktur yang strategis karena berperan penting dalam upaya menopang perekonomian nasional.  Juru Bicara...

Berikan PMN, Sri Mulyani Minta BTN Penuhi Kebutuhan Rumah

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan hak untuk mendapatkan tempat tinggal, termasuk dari BTN, yang layak diatur dalam undang-undang. Namun...
LANGUAGE