25 C
Jakarta
Minggu, 27 November, 2022

TINGKATKAN BISNIS REMITANSI,  BNI BIDIK PASAR MELBOURNE

duniafintech.com – Direktur Treasuri dan International PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), Panji Irawan, menjelaskan bisnis luar negeri BNI berkembang cukup pesat. Hal ini seiring dengan tersedianya pendanaan dan tingginya permintaan valuta asing dari debitur.

Sampai semester I-2017, BNI mencatat penyaluran kredit untuk debitur-debitur luar negeri sebesar Rp 25,9 triliun atau tumbuh 6,3 persen. Tidak hanya dari penyaluran kredit, bisnis luar negeri BNI juga berasal dari pendapatan bisnis remitansi. Pada semester I-2017, pendapatan dari bisnis tersebut meningkat 23 persen ke angka Rp 89 miliar.

Ke depannya, penyaluran kredit dan bisnis remitansi diharapkan terus bertambah. BNI juga berencana untuk memperluas jaringan luar negeri dengan membuka cabang di Melbourne dan meningkatkan status kantor perwakilan di Myanmar. Sampai saat ini, BNI sudah memiliki cabang di London, New York, Tokyo, Hongkong, Singapura, Seoul dan Osaka.

Negosiasi pembukaan cabang di luar negeri terus berjalan, sekarang sudah masuk terminologi analisis,” kata Panji.

Belum lama ini, Dalam kunjungannya ke Melbourne, Australia, OJK memang membahas rencana pembukaan kantor cabang BNI di Melbourne, Australia.

Muliaman berharap, BNI bisa membuka kantor cabangnya dalam waktu dekat di Melbourne untuk memanfaatkan potensi keuangan di area tersebut khususnya dengan menyajikan layanan keuangan yang dibutuhkan oleh setiap bisnis dan kebutuhan WNI di Australia.

OJK sudah menyampaikan kepada pemerintah di Victoria dan otoritas perbankan Australia untuk rencana pembukaan cabang BNI di Melbourne, sekarang tinggal BNI melanjutkan prosesnya,” kata Muliaman.

Menurut Muliaman, hubungan ekonomi antara Indonesia dan Australia selama ini sudah berjalan baik dan memiliki potensi yang besar untuk semakin dikembangkan.

Di sisi lain, Panji menambahkan pihaknya akan mempersiapkan pengajuan izin kepada otoritas perbankan di Australia dan berharap bisa mendapatkan izin secepatnya. Selepas mendapatkan izin, BNI akan membuka kantor cabang di Melbourne yang tidak hanya diperuntukkan untuk wholesale banking tetapi juga retail banking.

Cepat lambatnya pendirian BNI di Melbourne tergantung pada perizinannya, harus ada izin dari OJK dan otoritas dari Australia. Prosesnya akan segera kami mulai,” kata dia.

Menurut Panji, BNI sudah melakukan studi kelayakan pendirian cabang di Melbourne, dan kesimpulannya kantor cabang yang dibuka selain melayani wholesale, juga bisa mengeluarkan produk dan jasa retail banking agar bisa menyerap kebutuhan pebisnis dan pelajar Indonesia di Australia.

Source : Bareksa.com

Written by : Andriani Supri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Menghitung Obligasi pada Harga Diskonto dan Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghitung obligasi perlu dipahami oleh mereka yang memilih menggunakan instrumen investasi yang satu ini. Tujuannya adalah agar para investor, khususnya pemula,...

Cara Berinvestasi di Bank dan Beberapa Keuntungannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara berinvestasi di bank tentu saja akan sangat penting diketahui oleh masyarakat secara luas sekarang ini. Investasi di bank sendiri menjadi solusi...

Tipe Kemitraan Shopee Affiliate: Cashback hingga Mitra Lainnya

JAKARTA, duniafintech.com – Tipe kemitraan Shopee Affiliate penting dipahami saat kamu akan mengisi formulir pendaftaran Shopee affiliate. Seperti diketahui, banyak orang yang tertarik dengan kemitraan...

Surat Berharga Negara: Jenis-jenis hingga Cara Kerjanya

JAKARTA, duniafintech.com – Surat Berharga Negara (SBN) masih menjadi salah satu pilihan instrumen investasi yang bisa dipertimbangkan. Bagi para pemula, SBN pun layak untuk dimiliki....

Indonesia Krisis Beras dan Pemerintah Harus Impor?

JAKARTA, duniafintech.com - Indonesia saat ini harus dihadapi dengan adanya ancaman bahaya pangan, stok beras beras nasional sedang berada titik terendah atau krisis. Hal semacam...
LANGUAGE