26.2 C
Jakarta
Minggu, 4 Desember, 2022

Tingkatkan Pariwisata Nasional, Menteri Erick Minta Masyarakat Kurangi Wisata Luar Negeri

JAKARTA, duniafintech.com – Tingkatkan pariwisata nasional dan kurangi wisata luar negeri, hal itu ditegaskan langsung oleh Menteri BUMN, Erick Thohir.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick menilai saat ini masih banyak wilayah pariwisata nasional Indonesia masih tergolong sepi dari turis asing maupun lokal, dan perlu tingkatkan.

Bahkan, destinasi sekelas Bali yang terkenal di berbagai negara masih tergolong sepi karena belum pulih dari kondisi pandemi Covid-19.

“Wisata daerah masih banyak yang susah. Ayo bangkitkan pariwisata nasional,” kata Erick.

Dia mengungkapkan saat ini BUMN tengah tingkatkan dengan membangun berbagai wilayah pariwisata nasional di berbagai daerah agar menjadi ramai pengunjung atau turis baik dari lokal maupun luar negeri. Dia mencontohkan seperti membangun Bakauheni Park, Jatim Park, Krakatau Park dan Labuan Bajo hotel, pelabuhan dan airport.

Untuk itu, Erick meminta kepada masyarakat untuk tingkatkan pariwisata nasional, tidak pergi berlibur atau wisata ke luar negeri karena banyak destinasi wisata di dalam negeri yang tidak kalah bagusnya dengan di luar negeri.

Baca juga: Menteri Erick Dorong Konsolidasi BUMN Energi Garap Geothermal

Tingkatkan Pariwisata Nasional

Tingkatkan Pariwisata Nasional Pacu Pemulihan Ekonomi Indonesia

Selain tingkatkan pariwisata nasional, Dia juga menambahkan agar masyarakat tidak berfoya-foya ke luar negeri, mengingat waktu masa pandemi Indonesia berjuang agar ekonomi dalam negeri tetap tumbuh.

Terlebih lagi, Indonesia memiliki jumlah populasi yang terbesar sehingga populasi tersebut jangan dijadikan market dengan bepergian wisata ke luar negeri. Dia mengharapkan agar masyarakat lebih banyak atau tingkatkan pariwisata nasional alias di dalam negeri ketimbang di luar negeri.

“Bukan tidak boleh wisata ke luar negeri. Satu kali ke luar negeri, dua kali di Indonesia. Sampai kapan mau foya-foya ke luar negeri? Padahal waktu pandemi kita sendirian memastikan ekonomi tumbuh,” kata Erick.

Sebelumnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan pemulihan sektor terkait pariwisata-ekraf sangat strategis dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional, mengingat perannya yang besar dalam menyumbang devisa dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian. Menurutnya saat ini momentum pemulihan pariwisata terus berlangsung seiring dengan perkembangan pandemi Covid-19 yang membaik serta pelonggaran pembatasan mobilitas di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Baca juga: Menteri Erick Dorong Perempuan dan Generasi Muda Duduki Jabatan Direksi BUMN

Namun, dia menambahkan tantangan perlambatan ekonomi global, resiko stagflasi dan tingginya ketidakpastian perlu diwaspadai. Oleh karena itu, dia menilai momentum pemulihan pariwisata harus selalu dioptimalkan antara lain konsistensi kebijakan serta percepatan pemulihan dan pengembangan pariwisata baik yang menyasar wisman maupun wisnus untuk mendukung penguatan transaksi berjalan dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

“Bank Indonesia berkomitmen penuh untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah dalam upaya meningkatkan peran terkait pariwisata-ekraf antara lain melalui penguatan advokasi dan kajian, pengembangan UMKM serta digitalisasi sistem pembayaran pendukung pariwisata,” kata Dody.

Sementara itu, demi tingkatkan pariwisata nasional, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Vinsensius Jemadu mengungkapkan pemerintah terus mengoptimalkan peluang dari travel demand global yang masih tinggi serta terus mempermudah akses wisman dan mobilitas wisnus.

Lalu, dia menambahkan diikuti oleh kebijakan berlanjutnya stimulus untuk mendukung pemulihan pelaku usaha, serta mempercepat vaksinasi dan memperluas CHSE, sekaligus tingkatkan pariwisata nasional.

“Pemerintah terus berupaya untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi untuk memastikan pengembangan destinasi berjalan dengan baik untuk memperkuat pariwisata nasional ke depan,” kata Vinsensius.

Baca jugaErick Thohir Instruksikan Perusahaan BUMN Gunakan Kendaraan Listrik

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Perusahaan Asuransi yang Diawasi OJK, Simak Ya Daftarnya

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan asuransi yang sudah terdaftar dan diawasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan) hingga kini sudah banyak. Meski demikian, hanya sekitar 1,7 persen penduduk...

Outstanding Shares, Apa Itu? Ini Pengertian hingga Manfaatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Outstanding shares merupakan salah satu istilah dalam dunia investasi saham yang wajib dipahami oleh investor. Pada dasarnya, istilah ini merujuk pada sebuah...

Kerugian Ikut Asuransi Prudential dan Keuntungannya, Cek Ya!

JAKARTA, duniafintech.com – Kerugian ikut asuransi Prudential dan keuntungannya perlu diketahui oleh nasabah dari perusahaan asuransi ini. Seperti diketahui, salah satu pertimbangan saat akan membeli...

Cara Pindah Faskes BPJS Berikut Syarat dan Ketentuannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara pindah faskes BPJS Kesehatan berikut ini sangat penting diketahui oleh para peserta asuransi satu ini. Cara pindah faskes-nya pun sebetulnya sangat...

Kripto Masuk Pembahasan RUU P2SK, Ini Respon CEO Indodax

JAKARTA, duniafintech.com - Rancangan Undang Undang (RUU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) resmi masuk ke dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR yang...
LANGUAGE