32.8 C
Jakarta
Selasa, 9 Agustus, 2022

Tiongkok Luncurkan Mata Uang Digital Mendahului Libra

duniafintech.com – Bank Rakyat Tiongkok (BRT) bersiap untuk meluncurkan mata uang digital resmi mendahului peluncuran Libra oleh Facebook yang rencananya akan dilakukan pada 2020 mendatang.

Dilansir dari Cointelegraph, China Daily, sebuah portal berita berbahasa Inggris, mengungkapkan bahwa Mata Uang Digital Bank Sentral atau Central Bank Digital Currency (CBDC) ini mungkin telah dipengaruhi oleh terkuaknya rencana peluncuran mata uang kripto bertajuk Libra hasil besutan Facebook.

Baca juga: Harga Bitcoin Naik Sejak Pengumuman dari Bakkt

Wakil Direktur Unit Pembayaran BRT, Mu Changchun mengatakan setelah lima tahun penelitian dan mengembangkan sistem kerja sejak 2018, pihak BRT hampir siap untuk meluncurkan mata uang digitalnya.

Uji coba untuk mata uang digital telah berlangsung dan lembaga penguji dilaporkan telah melakukan sejumlah pendekatan untuk proyek ini. Jika semuanya berjalan lancar, BRT berharap bisa meluncurkan mata uang digital ini lebih cepat dari Libra.

Lebih lanjut Mu menyoroti bahwa saat ini, beberapa lembaga yang ditunjuk mengambil rute teknis yang berbeda untuk mengembangkan CBDC dan infrastruktur pembayaran elektronik. Dia menambahkan bahwa struktur organisasi CBDC sedikit banyak mirip dengan struktur Libra.

Baca juga: Tergoda Raup Untung dengan Bitcoin? Ketahui Dulu Hal Penting Ini

Sementara itu, Yang Dong, Direktur Pusat Penelitian Teknologi Keuangan dan Keamanan Siber di Universitas Renmin Tiongkok mengatakan bahwa pengumuman peluncuran Libra telah memicu perdebatan di antara para regulator Tiongkok dan memotivasi para perancang proyek untuk melibatkan lebih banyak lembaga non-pemerintah dalam pengembangan mata uang.

“Tes lebih lanjut diperlukan sebelum secara resmi meluncurkan Mata Uang Digital Bank Sentral ini, (kami) mendapatkan inspirasi dari Libra,” ungkap Yang Dong.

Meski belum menyebutkan nama yang spesifik untuk mata uang digital baru ini, Yang mengindikasikan bahwa putaran selanjutnya dari uji coba mata uang digital ini akan melibatkan kedua belah pihak yaitu bank sentral juga perusahaan swasta dan milik negara.

-Karin Hidayat-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Inilah 18 Penyakit yang tidak Ditanggung Asuransi Prudential

JAKARTA, duniafintech.com – Daftar penyakit yang tidak ditanggung Asuransi Prudential penting untuk diketahui oleh para pemilik polis asuransi ini. Adapun hal penting yang perlu dipertimbangkan...

Cara Top Up OVO lewat OCBC NISP 2022: ATM & Mobile Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat OCBC NISP sejatinya hampir mirip kok dengan cara isi saldo OVO lewat sejumlah bank lainnya. Saat ini,...

Cara Menghubungkan Akulaku ke Bukalapak, Banyak Manfaatnya!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghubungkan Akulaku ke Bukalapak berikut ini perlu diketahui karena akan memberikan banyak manfaat bagi penggunanya. Nah, sebagai pelanggan Akulaku, barangkali kamu...

Fantastis! Hingga Juni 2022, Sudah 9,5 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital

JAKARTA, duniafintech.com - Hingga Juni 2022, sudah 9,5 juta UMKM masuk ekosistem digital. Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki mengatakan sebanyak 19,5 juta pelaku...

Jangan Salah Kira, Inilah Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin

JAKARTA, duniafintech.com - Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin sangat mencolok. Data dari Coinmarketcap menunjukkan ada sekitar 20 ribu kripto yang tercatat.  Dari sekian banyak kripto di...
LANGUAGE