33.1 C
Jakarta
Minggu, 24 Oktober, 2021

Tips Investasi : Cara Menghitung Profil Risiko yang Sesuai dengan Portofolio

Bagi sebagian orang yang sering melakukan investasi, istilah profil risiko mungkin sudah tidak asing lagi. Profil risiko membuat seorang investor dapat menentukan kombinasi investasi yang sesuai dengan portofolionya. 

Apa itu profil risiko? Profil risiko merupakan evaluasi terkait kemampuan seorang investor dalam mengemban suatu risiko saat dia berinvestasi atau membeli aset. Pemahaman seseorang terhadap profil risiko kerap membantu para investor dalam menentukan alokasi aset investasi yang tepat. 

Di samping itu, profil risiko juga kerap digunakan oleh perusahaan untuk mengurangi peluang kerugian dari setiap keputusan.

Nah, kemampuan seseorang dalam mengambil suatu risiko tersebut bisa dievaluasi lewat peninjauan aset dan kewajibannya. Misalnya, investor yang memiliki kewajiban besar tentu saja memiliki kemampuan yang kecil dalam mengambil suatu risiko.

Jenis-jenis Profil Risiko

Profil risiko memiliki beberapa jenis atau kelompok. Ada tiga jenis profil risiko yang telah dirumuskan, apa saja itu?

1. Risiko Rendah (Konservatif)

Profil risiko yang pertama adalah risiko rendah atau konservatif. Jenis ini digunakan oleh para investor yang tidak terlalu fokus pada pertumbuhan modal dan cenderung suka dengan investasi yang stabil. Instrumen investasi yang tepat untuk investor yang memiliki profil risiko konservatif ini adalah produk investasi yang pasarnya stabil dan tidak fluktuatif.

Baca Juga : Beli Rumah Di Usia Muda? Ini Situs Jual Beli Rumah Terpercaya

Baca Juga : Stop Loss : Strategi Trader Menghindari Kerugian yang Besar

Tipe investor yang mempunyai profil risiko rendah ini cenderung menjauhi risiko yang membuatnya kesulitan dan melakukan investasi dengan keuntungan yang layak. Dengan begitu, tipe investor satu ini lebih suka investasi yang aman, bahkan mereka cenderung melakukan investasi yang telah diketahui hasilnya kemudian.

2. Risiko Menengah

Kemudian ada profil risiko menengah, investor dalam kelompok ini lebih siap dalam menghadapi volatilitas pasar dalam batas yang masih wajar, alias high risk high return. Investor yang memiliki profil risiko menengah biasanya juga telah memikirkan pertumbuhan modal yang baik dalam jangka panjang. Beberapa produk investasi yang tepat untuk profil risiko menengah adalah reksa dana dengan kombinasi utang dan saham.

Tipe investor risiko menengah ini memiliki paham bahwa investasi pastinya berisiko, meski beberapa dari investor berprofil risiko menengah tidak ingin mengambil risiko yang imbal hasilnya tinggi. Dengan begitu, investor dengan profil risiko menengah cenderung mengambil proporsi yang seimbang terkait risiko dan keuntungan yang didapatkannya.

3. Risiko Tinggi (Dinamis)

Yang terakhir ada risiko tinggi atau dinamis, yaitu investor yang tidak masalah apabila risiko yang diterimanya besar, selagi hal itu masih memiliki peluang dalam memaksimalkan pertumbuhan modal yang dimilikinya. Biasanya, investor atau trader yang memiliki profil risiko dinamis ini kerap masuk ke dalam pasar saham atau bahkan kripto.

Untuk investor yang memiliki profil risiko tinggi ini adalah investor yang agresif dengan prinsip high risk high gain, dan cenderung mencari imbal hasil yang tinggi.

Bagaimana Cara Menghitung Profil Risiko

Pada dasarnya, ada dua komponen utama dalam menghitung profil risiko, yaitu sebagai berikut.

1. Cara menghitung profil risiko pertama adalah dengan melihat investor dalam menanggapi risiko secara psikologis dan emosionalnya. Ada tiga hal yang dapat mempengaruhi risk aversion seseorang, yaitu genetik, lingkungan sekitar, dan pengalaman dari masa lalunya.

2. Kemudian, cara menghitung profil risiko seseorang selanjutnya adalah dengan melihat sebesar apa seorang investor dapat bertahan dari beban finansial yang ditanggungnya. Dalam hal ini, ada tiga faktor yang mempengaruhi seorang investor, yaitu waktu, sumber daya dan kebutuhan, serta penghasilannya.

Memutuskan dengan Melihat Sebuah Risiko

Setelah mengetahui bagaimana mengelola dan menghitung risiko, kamu sebagai investor pemula akan melakukan langkah selanjutnya. Kini, saatnya kamu membeli aset sesuai dengan risiko yang telah kamu ukur. 

Kamu tidak perlu khawatir dan bingung lagi dalam membeli sebuah aset. Karena kamu sudah memahami risikonya dan telah mengukur risiko tersebut. Karena ini adalah hal yang terpenting dalam berinvestasi. 

Jadi, tentukan pilihanmu. 

Penulis : Kontributor

Editor : Gemal A.N. Panggabean

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Panduan Sukuk Terlengkap untuk Investasi Obligasi Syariah

Investasi obligasi belakangan ini kian diminati sehingga panduan sukuk terlengkap sangat penting untuk diketahui. Istilah sukuk yang menjadi lini investasi ini prospeknya dilirik oleh...

Bunga Bank: Hukum, Faktor yang Mempengaruhi, dan Jenisnya

Bunga bank atau bank interest adalah salah satu istilah perbankan terpopuler, yang meski seringkali didengar, tetapi masih banyak orang yang belum begitu dekat dengan...

Kenali 12 Prinsip Asuransi Syariah sesuai Syariat Islam

Sebagaimana diketahui, prinsip asuransi syariah harus sesuai dengan syariat Islam sebab jenis pertanggungan yang satu ini mendasarkan kriterianya sesuai dengan ajaran Islam. Saat ini,...

Keuntungan dan Cara Menjadikan Perusahaan Go Public

Perusahaan go public berarti perusahaan tersebut telah menawarkan sahamnya kepada masyarakat umum sesuai tata cara yang telah diatur oleh UU Pasar Modal dan Peraturan...

Pinjaman AwanTunai, Layanan Cicilan Online tanpa Kartu Kredit

Awantunai adalah pinjaman online tanpa kartu kredit sehingga memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam bertransaksi. Aplikasi ini merupakan sebuah aplikasi cicilan tanpa kartu kredit dan...
LANGUAGE