26.7 C
Jakarta
Kamis, 29 September, 2022

Tips Investasi : Cara Menghitung Profil Risiko yang Sesuai dengan Portofolio

Bagi sebagian orang yang sering melakukan investasi, istilah profil risiko mungkin sudah tidak asing lagi. Profil risiko membuat seorang investor dapat menentukan kombinasi investasi yang sesuai dengan portofolionya. 

Apa itu profil risiko? Profil risiko merupakan evaluasi terkait kemampuan seorang investor dalam mengemban suatu risiko saat dia berinvestasi atau membeli aset. Pemahaman seseorang terhadap profil risiko kerap membantu para investor dalam menentukan alokasi aset investasi yang tepat. 

Di samping itu, profil risiko juga kerap digunakan oleh perusahaan untuk mengurangi peluang kerugian dari setiap keputusan.

Nah, kemampuan seseorang dalam mengambil suatu risiko tersebut bisa dievaluasi lewat peninjauan aset dan kewajibannya. Misalnya, investor yang memiliki kewajiban besar tentu saja memiliki kemampuan yang kecil dalam mengambil suatu risiko.

Jenis-jenis Profil Risiko

Profil risiko memiliki beberapa jenis atau kelompok. Ada tiga jenis profil risiko yang telah dirumuskan, apa saja itu?

1. Risiko Rendah (Konservatif)

Profil risiko yang pertama adalah risiko rendah atau konservatif. Jenis ini digunakan oleh para investor yang tidak terlalu fokus pada pertumbuhan modal dan cenderung suka dengan investasi yang stabil. Instrumen investasi yang tepat untuk investor yang memiliki profil risiko konservatif ini adalah produk investasi yang pasarnya stabil dan tidak fluktuatif.

Baca Juga : Beli Rumah Di Usia Muda? Ini Situs Jual Beli Rumah Terpercaya

Baca Juga : Stop Loss : Strategi Trader Menghindari Kerugian yang Besar

Tipe investor yang mempunyai profil risiko rendah ini cenderung menjauhi risiko yang membuatnya kesulitan dan melakukan investasi dengan keuntungan yang layak. Dengan begitu, tipe investor satu ini lebih suka investasi yang aman, bahkan mereka cenderung melakukan investasi yang telah diketahui hasilnya kemudian.

2. Risiko Menengah

Kemudian ada profil risiko menengah, investor dalam kelompok ini lebih siap dalam menghadapi volatilitas pasar dalam batas yang masih wajar, alias high risk high return. Investor yang memiliki profil risiko menengah biasanya juga telah memikirkan pertumbuhan modal yang baik dalam jangka panjang. Beberapa produk investasi yang tepat untuk profil risiko menengah adalah reksa dana dengan kombinasi utang dan saham.

Tipe investor risiko menengah ini memiliki paham bahwa investasi pastinya berisiko, meski beberapa dari investor berprofil risiko menengah tidak ingin mengambil risiko yang imbal hasilnya tinggi. Dengan begitu, investor dengan profil risiko menengah cenderung mengambil proporsi yang seimbang terkait risiko dan keuntungan yang didapatkannya.

3. Risiko Tinggi (Dinamis)

Yang terakhir ada risiko tinggi atau dinamis, yaitu investor yang tidak masalah apabila risiko yang diterimanya besar, selagi hal itu masih memiliki peluang dalam memaksimalkan pertumbuhan modal yang dimilikinya. Biasanya, investor atau trader yang memiliki profil risiko dinamis ini kerap masuk ke dalam pasar saham atau bahkan kripto.

Untuk investor yang memiliki profil risiko tinggi ini adalah investor yang agresif dengan prinsip high risk high gain, dan cenderung mencari imbal hasil yang tinggi.

Bagaimana Cara Menghitung Profil Risiko

Pada dasarnya, ada dua komponen utama dalam menghitung profil risiko, yaitu sebagai berikut.

1. Cara menghitung profil risiko pertama adalah dengan melihat investor dalam menanggapi risiko secara psikologis dan emosionalnya. Ada tiga hal yang dapat mempengaruhi risk aversion seseorang, yaitu genetik, lingkungan sekitar, dan pengalaman dari masa lalunya.

2. Kemudian, cara menghitung profil risiko seseorang selanjutnya adalah dengan melihat sebesar apa seorang investor dapat bertahan dari beban finansial yang ditanggungnya. Dalam hal ini, ada tiga faktor yang mempengaruhi seorang investor, yaitu waktu, sumber daya dan kebutuhan, serta penghasilannya.

Memutuskan dengan Melihat Sebuah Risiko

Setelah mengetahui bagaimana mengelola dan menghitung risiko, kamu sebagai investor pemula akan melakukan langkah selanjutnya. Kini, saatnya kamu membeli aset sesuai dengan risiko yang telah kamu ukur. 

Kamu tidak perlu khawatir dan bingung lagi dalam membeli sebuah aset. Karena kamu sudah memahami risikonya dan telah mengukur risiko tersebut. Karena ini adalah hal yang terpenting dalam berinvestasi. 

Jadi, tentukan pilihanmu. 

Penulis : Kontributor

Editor : Gemal A.N. Panggabean

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Indodax Trading Fest Oktober 2022 Berhadiah Ratusan Juta, Komitmen Indodax Demi Literasi Keuangan Digital

JAKARTA, duniafintech.com – Indodax, platform kripto terbesar di Indonesia dengan 5,5 juta member terdaftar kembali menggelar Indodax trading fest Oktober 2022 secara rutin.  Pelaksanaan lomba atau...

Sri Mulyani Ungkap Potensi Ekonomi Digital Indonesia Tertinggi se-Asia Tenggara

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan ekonomi digital di Indonesia memiliki potensi yang sangat luar biasa, tertinggi se-Asia Tenggara. Hal itu tercermin sejak...

Erick Keluhkan Generasi Saat Ini Tidak Mau Jadi Petani

JAKARTA, duniafintehch.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai generasi muda saat ini enggan menjadi Petani lantaran tidak memiliki jaminan masa...

Pertamina Bantah Tudingan Produk Pertalite Bikin Boros

JAKARTA, duniafintech.com - Pertamina buka suara terkait beberapa hari ini viral mengenai keluh kesah konsumen pengendara yang menggunakan Bahan Bakar Minyak jenis Pertalite. Para...

Cara Cicil iPhone di iBox, Bisa Pakai Shopee Juga Lho!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara cicil iPhone di iBox dengan kartu kredit hingga Shopee berikut ini penting banget lho untuk diketahui. Pasalnya, hingga detik ini, iPhone...
LANGUAGE