25.6 C
Jakarta
Jumat, 20 Mei, 2022

LandX, Platform Equity Crowdfunding dari Bisnis Properti

DuniaFintech.com – Tertarik investasi properti tapi belum punya modal lebih mengingat nominalnya cukup tinggi? Coba tengok platform equity crowdfunding, LandX.

Platdform dari PT Numex Teknologi Indonesia menawarkan layanan di mana sejumlah besar orang bisa berpartisipasi dalam penggalangan dana untuk pengembangan usaha yang dilakukan oleh bisnis, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan usaha rintisan (startup) secara online, dan mendapatkan saham sebagai imbalannya.

Menyadari kebutuhan akan edukasi untuk memperkenalkan masyarakat kepada konsep equity crowdfunding dengan fokus untuk mendaftarkan usaha properti yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, yaitu bisnis kos-kosan.

Alasan memilih bisnis kos-kosan itu sendiri karena underlying asset bisnis kos-kosan yang berupa properti cenderung harganya akan meningkat dalam jangka panjang. Selain itu, pemodal juga memiliki potensi untuk mendapatkan keuntungan secara rutin setiap bulannya dari hasil sewa.

Melalui konsep tersebut pelaku usaha seperti UMKM dan startup bisa mendapatkan dana segar untuk melakukan pengembangan usaha dan membiayai operasional, serta meningkatkan awareness akan usahanya.

Tidak perlu khawati berinvestasi pada platdorm ini, karena perusahaan tersebut telah mengantongi izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai layanan urun dana melalui penawaran saham berbasis teknologi informasi atau Equity Crowdfunding (ECF).

Pengesahan izin dari OJK tersebut pun tertuang dalam Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-68/D.04/2020 tentang Pemberian Izin Usaha Penyelenggara Layanan Equity Crowdfunding pada 23 Desember 2020.

Baca juga:

Perluas Sektor Bisnis

Perusahaan ini menargetkan untuk melebarkan jangkauan bisnisnya dimana saat ini sudah mulai menjajaki peluang untuk menawarkan prospek bisnis di sejumlah sektor yang awalnya hanya berfokus pada sektor properti.

Program selanjutnya, LandX salah satunya adalah akan memperluas izin usahanya sebagai platform Securities Crowdfunding (SCF) yang memungkinkan para penerbit (UMKM) tidak hanya menawarkan efek saham, tetapi juga bisa menawarkan efek utang, sukuk, dan efek lainnya.

Untuk keamanannya, platform ini tidak perlu diragukan lagi sebab Co-founder LandX Romario Sumargo menegaskan bahwa hanya akan mendaftarkan (listing) perusahaan-perusahaan yang sudah melalui proses seleksi yang ketat di platform mereka.

Menurut Romario, platform ini sudah menerapkan proses penilaian terpadu bagi bisnis-bisnis yang ingin melantai melalui platform, baik dari segi kuantitatif dan kualitatif sehingga investor menjadi lebih aman dalam berinvestasi.

Penulis : Kontributor

Editor : Gemal A.N. Panggabean

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Pelat Warna Putih Berlaku Juni 2022, ini Kegunaan & Cara Mendapatkannya

JAKARTA, duniafintech.com - Akan ada perubahan terkait warna pelat nomor kendaraan mulai bulan depan, yakni Juni 2022, kabarnya pelat nomor dengan warna dasar putih...

Rencana Pemerintah Indonesia 2023, Bayar Tol Tak Lagi Pakai Kartu

JAKARTA, duniafintech.com - Pemerintah Indonesia berencana memperkenalkan sistem pembayaran tanpa sentuh, multi lane free flow (MLFF) pada penghujung tahun ini, untuk menggantikan uang elektronik...

Ustadz Yusuf Mansur Digugat Investor Hongkong: Mana Bagi Hasilnya?!

JAKARTA, duniafintech.com - Hilwa Humaira dan Siti Maysaroh mengaku jadi korban penipuan investasi Ustadz Yusuf Mansur, mereka mengaku tidak mendapatkan hak sesuai dengan apa...

Jokowi Setuju Tarif Listrik Naik, Sri Mulyani: Masyarakat Bawah Terlindungi

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah setuju tarif listrik naik untuk pelanggan kaya dengan daya listrik...

Bank Tagih Pria ini Rp2.3 Miliar, Padahal Sudah Lunas 21 Tahun Silam

JAKARTA, duniafintech.com - Kabar seorang pria dituntut sebuah bank untuk melunasi peminjaman senilai Rp2,3 miliar, kian viral di jagat maya, padahal utang tersebut sudah...
LANGUAGE