30.4 C
Jakarta
Jumat, 27 Mei, 2022

Prediksi Investasi Obligasi 2021, Apakah Masih Menarik?

DuniaFintech.com – Prediksi investasi obligasi 2021 diperkirakan masih akan menarik. Meskipun potensi penurunan suku bunga akan terbatas tahun depan setelah penurunan cukup besar sepanjang tahun ini, tetapi pasar obligasi masih berpeluang terus meningkat.

Pasar Obligasi Indonesia Masih Menarik di Mata Investor Asing

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto menyampaikan prediksi investasi obligasi 2021 masih menarik karena investor asing masih nyaman dengan pasar obligasi Indonesia.

Dimana saat ini porsi investor asing sekitar 38%-40% di pasar obligasi Indonesia. Meski sempat turun dibawah 30% saat awal pandemi, hal tersebut pun akan kembali pulih. Inilah yang membuat pasar semakin menarik.

Selain itu, pasar domestik juga cukup kuat terutama dari dana pensiun dan perbankan. Likuiditas perbankan sangat longgar saat ini sehingga semakin banyak masuk ke obligasi Surat Utang Negara (SUN). 

Menurut Ramdhan, obligasi merupakan satu-satunya instrumen investasi yang punya ketahanan baik di tengah krisis yang terjadi akibat kepanikan global setelah mencuatnya pandemi Covid-19.

Ramdhan mengatakan bahwa yield obligasi Surat Utang Negara (SUN) terus menguat dimana untuk tenor 10 tahun saat ini ada dikisaran 6,1%-6,2%, setelah sempat melemah pada awal-awal pandemi. 

Stimulus yang digelontor pemerintah dan regulator di sektor jasa keuangan membuat yield SBN cepat pulih. Itu terutama disebabkan oleh kondisi likiidtas perbankan yang sangat baik sehingga banyak masuk ke SBN. 

Baca juga:

Jika Distribusi Vaksin Lancar, Akan Memberikan Stimulus Perekonomian

Menguatkan prediksi Ramdhan, Chief Investment Officer Kisi Asset Management, Susanto Chandra, menyampaikan prediksi investasi obligasi 2021 masih berpotensi untuk tumbuh, apalagi jika vaksin ditemukan. Sebelumnya, mayoritas negara maju telah menurunkan suku bunga hingga mendekati 0% utnuk memberikan stimulus. 

Menurutnya, apabila vaksin ditemukan dan dapat didistribusikan secara lancar, maka Bank Indonesia berpeluang menurunkan suku bunga untuk memberikan stimulus ke perekonomian.

Investasi Obligasi Akan Lebih Terbatas

Di lain pihak, Ivan Jaya EVP  Head of Wealth Management & Premier Banking Commonwealth Bank menilai prediksi investasi obligasi pada tahun 2021 secara umum akan lebih terbatas dibandingkan tahun 2020 ini. 

Hal tersebut dikarenakan pergerakan harga obligasi berbanding terbalik dengan pergerakan tingkat suku bunga. Sepanjang tahun ini, Bank Indonesia (BI) sudah lima kali memangkas bunga acuan dengan total pemotongan 1,25%. 

Sehingga tahun depan diperkirakan hanya akan ada pemangkasan satu sampai dua kali lagi sehingga potensi kenaikan harga obligasi itu akan lebih terbatas. 

Hanya saja dengan adanya berita positif dari perkembangan vaksin, menurut Ivan, akan membuat investor lebih agresif berinvestasi ke instrumen yang memiliki resiko lebih tinggi.

(DuniaFintech/ Dinda Luvita)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Subsidi Minyak Goreng Curah Dicabut, Pengusaha Kelapa Sawit Merespon Begini

JAKARTA, duniafintech.com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) angkat bicara terkait diberlakukannya kebijakan domestic market obligation (DMO) dan pencabutan subsidi minyak goreng curah...

Harga Kripto 27 Mei 2022 Masih Loyo, Bitcoin Cs Bertengger di Zona Merah

JAKARTA, duniafintech.com - Harga Kripto masih lesu. Bitcoin dan kripto jajaran teratas terpantau kembali mengalami pergerakan harga yang kompak pada Jumat (27/5/2022) pagi. Mayoritas...

Ganti Kulit! Kripto Terra LUNA Jenis Baru Meluncur Jumat Ini, Dipastikan Tanpa UST

JAKARTA, duniafintech.com - Proposal untuk meluncurkan blockchain baru kripto Terra LUNA Terra 2.0 tanpa stablecoin algoritmis telah lolos. 65,5 persen peserta memilih mendukung proposal...

Peringatan Keras dari Jokowi, APBN dan APBD Tak Boleh Beli Barang Impor! 

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mewanti-wanti kementerian/lembaga hingga kepala daerah tidak membelanjakan APBN sebesar Rp 2.714,2 triliun dan APBD sebesar Rp...

Mantap, Perusahaan Properti Mulai Terima Bitcoin Sebagai Alat Bayar Jual Beli Apartemen

JAKARTA, duniafintech.com - Salah satu pengembang properti di Brazil, Livecoin secara resmi mengumumkan mereka menerima pembayaran dalam bentuk Bitcoin untuk pembelian apartemen mereka. Tidak hanya...
LANGUAGE