26.1 C
Jakarta
Senin, 26 Juli, 2021

Tips Memulai Investasi Reksadana, Investor Pemula Wajib Baca!

DuniaFintech.com – Investasi reksadana bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk meraih kebebasan finansial. Jenis investasi satu ini sangat cocok bagi para investor pemula, apalagi instrumen investasi reksadana dikelola oleh seorang Manajer Investasi (MI). Namun, bukan berarti Anda bisa lepas tangan begitu saja. Simak tips memulai investasi reksadana berikut ini.

Pahami apa itu reksadana dan istilah-istilahnya

Tips memulai investasi reksadana pertama adalah memahami konsep dari reksadana. Reksa dana merupakan produk investasi yang dikelola manajer investasi (MI)  yang bersama bank kustodian berperan sebagai pengelola investasi itu sendiri. Dalam mengelola dana yang berasal dari nasabah, manajer investasi akan menempatkan dana yang terkumpul dari nasabah ke dalam portofolio efek, seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI), obligasi, dan saham. Sementara bank kustodian akan bertugas untuk menyimpan dan menyelesaikan transaksi administrasi reksa dana tersebut.

Pada saat awal memulai reksadana, mungkin Anda pun belum terlalu familiar dengan berbagai istilahnya. Itulah kenapa, Anda juga perlu mempelajari istilah-istilah dalam investasi reksadana. Tidak perlu menghafal semuanya, pelajari saja beberapa yang paling sering muncul, antara lain:

  • Manajer Investasi – pihak profesional yang bertugas mengelola dana investasi reksadana.
  • Prospektus – profil perusahaan dan laporan keuangan tahunan, bisa menjadi acuan kamu untuk menentukan investasi reksadana yang mau kamu pilih.
  • Portofolio efek – kumpulan unit penyertaan reksadana yang Anda pilih.
  • NAB – total jumlah dana yang dikelola dalam suatu reksadana, idealnya mencakup saham, obligasi, kas, dan deposito.
  • NAB/UP – nilai aktiva per unit penyertaan, mengacu pada harga dan transaksi yang dilakukan berdasarkan nilai reksadana.
  • Bank kustodian – lembaga keuangan yang menjadi pengawas, administrator, dan penjaga aset dari dana yang diinvestasikan.

Tentukan tujuan dalam berinvestasi

Seperti investasi yang lain, untuk membantu Anda memilih jenis reksadana yang tepat, Anda perlu menentukan tujuan dalam berinvestasi terlebih dulu. Coba tentukan, Anda akan menggunakan dana investasi reksadana untuk apa. Tujuan tiap investor reksadana tentu berbeda, tergantung kebutuhan masing-masing. Setelah itu, Anda pun bisa menentukan jangka waktu investasi reksadana.

Baca juga :

Ketahui profil risiko Anda

Janganlah terburu-buru memilih instrumen investasi reksadana, Anda juga perlu mengenali profil risiko terlebih dulu sebelum memulai reksadana. Profil risiko menggambarkan tingkat toleransi Anda terhadap risiko investasi. Memegang prinsip high risk high return, di mana semakin tinggi risiko yang bisa Anda toleransi, maka semakin besar pula potensi keuntungan yang bisa Anda dapat. Di dunia investasi, setidaknya ada tiga tipe profil risiko yang perlu Anda kenal, yaitu:

  • Tipe konservatif – cenderung menghindari risiko dan bermain aman, biasanya cocok memilih reksadana pasar uang.
  • Tipe moderat – sudah paham bahwa investasi bersifat fluktuatif, tetapi tidak mau mengambil risiko uang hilang sama sekali saat berinvestasi. Reksadana campuran bisa menjadi pilihan tepat.
  • Tipe agresif – paling siap menghadapi seluruh risiko dalam berinvestasi dan jika sewaktu-waktu harus kehilangan uang dalam jumlah banyak. Cocok memilih reksadana saham yang fluktuasinya cukup tinggi.

Pilih penyedia reksadana yang tepercaya

Tips memulai investasi reksadana yang terakhir adalah memilih penyedia reksadana yang terpercaya. Walaupun sudah mantap menentukan jenis reksadana yang akan Anda pilih sesuai tujuan, Anda perlu melakukan riset dan mencari tahu track record perusahaan penyedia reksadana. Hal ini penting dilakukan untuk memastikan bahwa perusahaan penyedia reksadana tersebut benar-benar aman dan tepercaya.

Tak perlu binngung, kini Anda juga sudah dimudahkan dengan hadirnya platform reksadana online. Anda pun tidak perlu khawatir untuk berinvestasi di platform reksadana online ini.

Anda bisa melihat platform investasi digital dan reksadana online terpercaya disini : Daftar Perusahaan Investasi Digital

Keuntungan yang didapat dari reksadana online selain kemudahan antara lain, minimum investasi, pencairan cepat, waktu lebih fleksible serta lebih banyak pilihan reksa dana yang tersedia. Pada investasi reksa dana online pun harga sangat transparan, Anda dapat melihat data NAB/UP (nilai aktiva bersih per unit penyertaan).

Seperti itulah tips memulai investasi reksadana yang dapat Anda terapkan. Selain keempat hal di atas, kedisiplinan dan komitmen juga penting Anda perhatikan saat berinvestasi reksadana. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan potensi keuntungan secara optimal. Selamat menikmati keuntungan reksadana!

(DuniaFintech/ Dinda Luvita)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Qoala Insurtech Ungkap Strategi Digital Marketing Tahun 2021

DuniaFintech.com - Pandemi Covid-19 memberikan banyak perubahan di berbagai aspek bisnis, termasuk gaya pemasaran di setiap industri. Namun, pandemi justru memberi peluang bagi perusahaan...

Fintech Santara, Investasi di Bisnis UMKM dengan Sistem Equity Crowdfunding

DuniaFintech.com - Fintech Santara merupakan platform equity crowdfunding yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan. Equity crowdfunding itu sendiri adalah istilah untuk layanan urun...

Jenis-jenis Produk Pinjaman Bank Syariah Indonesia

Sebagaimana bank-bank lainnya, Bank Syariah Indonesia atau BSI juga memiliki produk pinjaman bagi nasabahnya. Apa saja jenis pinjaman bank syariah? Perlu diketahui, Bank Syariah...

PasarPolis, Perusahaan Asuransi dengan User Experience Terbaik

PasarPolis merupakan perusahaan asuransi yang telah hadir sejak tahun 2015 untuk merevolusi industri asuransi yang selama ini cenderung sulit. Dengan memanfaatkan teknologi terbaru, PasarPolis...

Bareksa, Marketplace Investasi Digital Pertama di Indonesia

Bareksa merupakan marketplace investasi reksadana digital terintegrasi pertama di Indonesia. Startup financial technology (fintech) ini milik PT Bareksa Portal Investasi yang berdiri pada 17...
LANGUAGE