31 C
Jakarta
Rabu, 2 Desember, 2020

Tokocrypto Buka Layanan Pinjaman Uang ala Blockchain

DuniaFintech.com – Layanan keuangan berbasis internet dengan desentralisasi data (DeFi) mulai menancapkan kakinya di Indonesia. Salah satu penyelenggara, Tokocrypto telah membuka layanan berbasis teknologi blockchain yang juga membuka pinjaman uang tersebut.

Bernama Toko Token, Tokocrypto mengadopsi sistem DeFi yang diperkuat oleh teknologi blockchain tersebut. Layanan tersebut secara resmi diluncurkan di pembukaan acara Indonesia Blockchain Week 2020 (IBW 2020) pada bulan Agustus lalu.

Berita Terkini: Pilihan Pekerjaan Online Tanpa Menggunakan Modal dengan Penghasilan Fantastis

Atas hal tersebut, Toko Token bisa diakses dan dinikmati oleh masyarakat Indonesia yang hendak mengakses berbagai layanan keuangan berbasis blockchain tersebut, mulai dari asuransi, pinjaman, deposito hingga derivatif. 

Berita Terkait: Mendapatkan Investasi dari Binance, Tokocrypto Siap Kembangkan Bisnis

Pang Xue Kai, CEO dan CO-Founder Tokocrypto mengklaim layanannya mampu mendukung inklusi finansial yang ditujukan kepada masyarakat yang tidak memiliki akses terhadap jasa keuangan (underbank).

“Tokocrypto memberikan kemudahan untuk mengakses aset kripto dan teknologi Decentralized Finance, sejalan dengan misinya yaitu untuk menjangkau masyarakat Indonesia yang belum memiliki akses terhadap layanan finansial,”

Berita Terkait: Mengapa Popularitas DeFi Terus Meroket? Ini Jawabannya!

DeFi Miliki Layanan Pinjaman Uang Berbasis Blockchain

DeFi mencakup area lebih luas, mulai dari pengiriman uang hingga derivatif dan investasi. Salah satu sektor yang paling menjanjikan dari adaptasi teknologi blockchain ini ialah kredit dan pinjaman uang.

Berkat keterbukaan, keamanan dan transparansi blockchain, membuat pinjaman dan kredit tersedia bagi kumpulan orang yang lebih besar daripada sebelumnya dimungkinkan. Sementara interoperabilitas dari blockchain membuka kemungkinan untuk menciptakan spektrum produk pinjaman baru dan jasa.

Sejak tahun lalu, DeFi menjadi pusat perhatian banyak pihak di industri blockchain. Sesuai namanya, DeFi mengacu pada sistem keuangan yang terdesentralisasi dengan menyediakan berbagai layanan keuangan (tabungan, pinjaman dan asuransi) yang bersifat terbuka, unregulated, transparan, fleksibel dan terbuka bagi publik tanpa perlu adanya pengawasan terpusat dan perantara.

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Kenali Untung Rugi Menggunakan Paylater Bagi Para Milenial

Duniafintech.com - Fitur PayLater kian populer dikalangan milenial, sebab fitur pembayaran paylater ini bisa digunakan untuk membayar ‘nanti’ berbagai macam transaksi mulai dari kebutuhan...

Pemerintahan Venezuela Siap Perbanyak Penambangan Cryptocurrency

DuniaFintech.com - Pemerintahan Venezuela dibawah rezim Nicolas Maduro akan menggencarkan penambangan cryptocurrency atau bisa disebut mata uang digital. Hal ini dilakukan agar negara tersebut...

Kasus COVID-19 Melonjak, Harga Emas 1 Desember Terinjak

DuniaFintech.com - Harga emas 1 Desember 2020 di penyelenggara PT Pegadaian kembali melemah setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan data kasus aktif dan angka kesembuhan COVID-19 yang...

Pintek Mendapat Pendanaan dari Finch Capital untuk Tingkatkan Akses Pendidikan

DuniaFintech.com – Pintek mendapat pendanaan dari Finch Capital? Ya! Perusahaan teknologi finansial yang memberikan pembiayaan pendidikan untuk siswa hingga lembaga pendidikan, berhasil mendapatkan...

Bidik Digitalisasi di Sektor Koperasi, LinkAja Gandeng Kospin Jasa

Duniafintech.com - Penyedia layanan uang elektronik LinkAja gandeng kospin jasa (Koperasi Simpan Pinjam JASA) untuk mendorong digitalisasi koperasi. Kerja sama yang dilakukan mencakup integrasi...
LANGUAGE