26.7 C
Jakarta
Jumat, 30 September, 2022

Joss! Emiten Properti Ini Duduki Top Gainer Saham Hari Ini

JAKARTA, duniafintech.com – Top gainer saham hari ini pada sesi I diduduki oleh emiten yang bergerak di bidang properti. 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir menguat 0,15 poin ke 7.195,64 pada penutupan perdagangan sesi I Selasa (20/9/2022). 

Kondisi ini terjadi tengah penantian investor terkait kebijakan moneter The Fed serta kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI).

IHSG dibuka menguat 0,17% di posisi 7.207,4 dan ditutup di zona hijau 0,15 poin ke 7.195,64 pada penutupan perdagangan sesi pertama pukul 11:30 WIB. Nilai perdagangan tercatat turun ke Rp 6,93 triliun dengan melibatkan lebih dari 20 miliar saham.

Level tertinggi itu berada di 7.252,19 sekitar pukul 09.30 WIB sementara level terendah berada di 7.186,25 sesaat sebelum perdagangan ditutup. Sementara, mayoritas saham siang ini memang mengalami penurunan harga. 

Dilansir dari laporan CNBC Indonesia, statistik perdagangan mencatat ada 324 saham yang melemah dan 198 saham yang mengalami kenaikan dan sisanya sebanyak 161 saham stagnan.

Di tengah menguatnya IHSG pada siang ini, terdapat 5 saham yang tampil perkasa masuk jajaran top gainer hari ini dan 5 saham yang terkena aksi jual signifikan dan menjadi top losers.

Top Gainer Saham Hari Ini

Top Gainer Saham Hari Ini

Berikut adalah lima saham top gainer pada perdagangan sesi I siang hari ini Selasa (20/9/2022): 

  1. PT Andalan Sakti Primarindo Tbk (ASPI), naik +21,88%, ke Rp 117/unit
  2. PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM), naik +17,71%, ke Rp 412/unit
  3. PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO), naik +13,94%, ke Rp 188/unit
  4. PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS), naik +13,04%, ke Rp 312/unit
  5. PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI), naik +9,09%, ke Rp 84/unit

Saham Andalan Sakti Primarindo Tbk (ASPI) itu memimpin deretan top gainer pada perdagangan sesi I siang hari ini dengan nilai transaksi mencapai Rp 5,41 miliar. 

Baca juga: Cara Investsi Saham Buat Pemula, Berikut Langkah Sederhananya

Kemudian dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 48,96 juta unit saham.

Pada perdagangan intraday hari ini, harga saham ASPI bergerak di rentang Rp 96-120/unit. Hingga istirahat siang, nilai kapitalisasi pasar saham ASPI mencapai Rp 79,77 miliar.

Jika melihat data perdagangan sejak 12 September hingga Senin (19/9/2022), saham ASPI hanya satu kali ambles, dengan 3 kali menghijau, dan 2 kali stagnan. Dengan begini, saham ASPI telah mencatatkan kenaikan hingga 28,57% sepekan terakhir dan melesat 30% sebulan.

Belum diketahui secara signifikan terkait kenaikan saham ASPI tersebut. Namun jika melihat laporan kinerja keuangan sepanjang semester I-2022 ini, ASPI berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 101,43 juta atau naik 38,75% dari periode yang sama tahun sebelumnya yakni sebesar Rp 73,1 juta.

Baca juga: Belajar Yuk! Ini Tips Penting dan Cara Invstasi Saham yang Tepat

Sebagai informasi, ASPI merupakan perusahaan yang melantai di BEI sejak tahun 2020. Sejak awal berdiri perusahaan ini sudah bergerak di bidang properti. 

Lalu pada 2013, perusahaan mulai melakukan ekspansi dengan mengakuisisi dua perusahaan menjadi anak usahanya. 

Perseroan tersebut memfokuskan usaha pada pengembangan hunian tapak bagi segmen populasi ekonomi menengah, di mana di segmen populasi ekonomi ini memiliki jumlah terbesar dibanding segmen populasi yang lain.

Top Loser Hari Ini

Selain beberapa saham menjadi top gainer hari ini, terdapat beberapa saham yang menjadi top losers, berikut 5 saham top loser pada sesi I siang ini Selasa (20/9/2022). 

  1. PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON), turun -6,93%, ke Rp 188/unit
  2. PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD), turun -6,9%, ke Rp 81/unit
  3. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), turun -6,77%, ke Rp 179/unit
  4. PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), turun -6,67%, ke Rp 154/unit
  5. PT Bumi Resources Tbk (BUMI), turun -6,55%, ke Rp 157/unit

Saham Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON) bertengger di daftar top losers pada perdagangan sesi I siang ini dengan nilai transaksi mencapai Rp 18,95 miliar dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 99,68 juta unit saham.

Pada perdagangan intraday hari ini, harga saham JKON bergerak di rentang Rp 188-214/unit. Hingga istirahat siang, nilai kapitalisasi pasar saham JKON mencapai Rp 3,07 triliun.

Jika melihat data perdagangan, sejak perdagangan 12 September hingga Senin (19/9/2022), saham JKON tercatat 2 kali ambles, dan 4 kali menghijau. Dengan ini, JKON telah mencatatkan penurunan mencapai 9,62% sepekan terakhir, dan masih naik 69,37% dalam sebulan.

Belum diketahui terkait penurunan saham JKON ini. Namun jika melihat laporan keuangannya, JKON berhasil menorehkan kinerja positif di paruh pertama pada tahun ini. Emiten konstruksi ini berhasil membalik kerugian menjadi untung. JKON mencatatkan laba sebesar Rp 36,75 miliar atau positif dibanding pada tahun lalu perseroan merugi Rp 90,19 miliar.

Berdasarkan laporan keuangannya, pendapatan usaha perseroan juga naik 36,17% menjadi Rp 1,52 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 1,11 triliun. Mayoritas segmen pendapatan perseroan tersebut meningkat dengan jasa konstruksi naik 28,92% dari Rp 439,32 miliar menjadi Rp 566,39 miliar.

Untuk diketahui, emiten JKON adalah emiten konstruksi Grup Jaya, yang sebelumnya pada Februari lalu telah terpilih sebagai pemenang tender sirkuit Formula-E.

Sebelumnya, JKON ini terpilih sebagai pemenang tender sirkuit Formula-E setelah mengikuti proses pelaksanaan tender dan beberapa tahapan seleksi yang digelar PT Jakarta Propertindo atau JakPro. 

Itulah informasi seputar top gainer saham hari ini, beserta top loser. Semoga informasi tersebut bermanfaat bagi Anda.

Baca juga: Sudah 33 Tahun Terjun ke Dunia Saham, Berapa Harta Lo Kheng Hong? 

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Butuh Integrasi Pertumbuhan Hijau

JAKARTA, duniafintech.com - UOB Indonesia berpandangan bahwa proses integrasi pertumbuhan hijau ke dalam strategi pembangunan nasional akan menjadi kunci dari pertumbuhan ekonomi berkelanjutan jangka...

Potensi Resesi di Negara Maju Tahun 2023

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan negara maju seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa sebagai negara penggerak perekonomian dunia, diprediksi akan memiliki...

Harga BBM Indonesia Masih Lebih Murah Dibanding Negara Lain

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia masih tergolong lebih murah jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Jokowi...

Literasi Keuangan dan Inklusi Keuangan Timpang, Timbulkan Korban

JAKARTA, duniafintech.com - Literasi keuangan dan inklusi keuangan yang timpang, menjadi sorotan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Bamsoet sapaan akrab Bambang Soesatyo menyatakan indeks...

Pinjol Cepat Cair: Prosedur Pengajuan & Daftar Aplikasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair adalah pinjaman yang diajukan via aplikasi di smartphone, dengan proses pencairan dana yang cepat. Saat ini, pinjol yang berizin...
LANGUAGE