24.6 C
Jakarta
Sabtu, 15 Agustus, 2020

Tren Belanja di E-commerce dengan Sistem Aman ala Bitcoin?

DuniaFintech.com – Selama pandemi COVID-19 kegiatan berbelanja di e-commerce semakin meningkat. Namun pernahkah terbersit tentang alternatif menggunakan sistem transaksi terdesentralisasi di e-commerce favorit Anda? Brian Hoffman selaku co-founder OB1 menjelaskan konsep bisnisnya tersebut.

Hoffman mengklaim, tren sistem Bitcoin dan mata uang kripto lainnya di e-commerce telah dilakukan pihaknya 6 tahun yang lalu. Namun tren tersebut masih menyentuh pasar yang sangat sedikit. OB1 sendiri merupakan pengembang kripto yang menghasilkan 2 platform, yakni Haven App dan OpenBazaar. Kedua platform tersebut merupakan e-commerce yang berbasiskan open source dan merupakan generator dari Bitcoin.

Karena prinsip piranti lunak OB1 lebih terdesentralisasi dibanding e-commerce yang ada saat ini, Hoffman dan awaknya tidak bisa mengenakan biaya apa pun pada pengguna layanannya. Hal itu dikarenakan fitur utama kripto yang sangat menjaga aliran informasi setiap anggota. Hal ini membuat OB1 merumahkan 12 karyawannya di awal tahun 2020.

Sebagai pendukung open source yang merupakan prinsip dasar dari blockchain, Hoffman menilai pihaknya tidak mengambil bagian apa pun dalam setiap transaksi jual-beli di platform miliknya. Ia mengatakan, bagian yang diambil dalam setiap transaksi dinilai sebagai tindakan ilegal. Hal ini juga merujuk pada masalah privasi yang hadir melalui asas desentralisasi dari blockchain.

“Layanan kami melindungi informasi penggunanya saat melakukan jual/beli. Apa pun informasi yang tertera dalam gawai Anda tidak akan pergi kemana-mana,”

Baca juga:

Tren Adopsi Sistem Bitcoin di E-commerce

Alasan mengapa Hoffman melakukan hal tersebut berasal dari prinsip kripto dan blockchain sendiri, yakni open source. Transparansi dan regulasi dalam open source memudahkan pihaknya menyeleksi barang dan penjualnya untuk masuk dalam layanan. Ia menilai, pasar gelap dengan adopsi Bitcoinnya juga mampu diadaptasi oleh pasar yang terbuka.

Meski demikian, Hoffman tetap mendapatkan keuntungan dari pemasukan pihak yang memakai layanannya. Ia mencatat volume transaksi sekitar USD 500 ribu telah berputar di layanannya. Ada pun kripto yang berputar dalam layanannya kebanyakan diisi oeh Bitcoin, Bitcoin Cash dan Litecoin.

Di sisi lain, Shopify, salah satu e-commerce yang memakai Bitcoin sebagai transaksi mencatatkan keuntungan sebanyak USD 47 juta selama kuartal pertama 2020. Secara persentase, kuartal ini mengalami peningkatan sebanyak 47% dari kuartal sebelumnya. Namun Shopify hanya menggunakan kripto sebagai alat transaksi, bukan sistemnya, sehingga keuntungan besar dapat diraih.

Dapat disimpulkan, adopsi sistem kripto dan blockchain pada e-commerce masih memiliki ‘jalan terjal’ untuk dilakukan. Saat ini, Hoffman dan OB1 tengah memikirkan soal strategi pihaknya mendulang keuntungan dalam bisnisnya.

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Mendapatkan Bitcoin Gratis di Indonesia, Raih Keuntungan Optimal Dengan Ini

DuniaFintech.com - Masih bingung bagaimana cara mendapatkan Bitcoin gratis di indonesia? Berikut beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk mendapatkan keuntungan investasi...

Daftar Nama Besar Perusahaan Pemberi Modal Startup Indonesia

DuniaFintech.com - Ekosistem usaha rintisan, atau dikenal dengan sebutan startup telah menjadi tren positif dalam mendukung ekonomi digital Indonesia. Adopsi dan perkembangan...

Aplikasi Penghasil Saldo Gopay yang Banyak Diburu Kaum Milenial, Apa Saja? Simak Disini

DuniaFintech.com - Generasi milenial kini semakin dimudahkan dalam mencari sumber pendapatan tambahan dengan kemajuan teknologi internet. Selain banyaknya pekerjaan sampingan dengan sistem...

Fintech P2P Lending Jadi Primadona, Pinjaman Meroket Di Tengah Pandemi

DuniaFintech.com - Fintech P2P Lending jadi primadona? Pinjaman online lewat fintech peer to peer (P2P) lending meroket di tengah pandemi Covid-19 untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Berdasarkan...

Facebook Berencana Akuisisi Perusahaan Aplikasi Saingan TikTok

DuniaFintech.com - Bukan TikTok, raksasa jejaring sosial Facebook berencana akuisisi perusahaan aplikasi Dubsmash sebagai ancang-ancang atas upaya Microsoft mengakuisisi Tiktok. Menurut sebuah...
LANGUAGE