29 C
Jakarta
Senin, 26 Februari, 2024

TUMBUH PESAT, INDUK PERUSAHAAN KREDIVO TERIMA PENDANAAN SERI A

duniafintech.com– PT FinAccel Teknologi Indonesia (FinAccel) yang memiliki produk Kredivo mengalami pertumbuhan pesat. Hal ini tergambar dari kemampuan Kredivo yang mampu memproses transaksi e-commerce bernilai jutaan dollar per bulan di 130 merchant e-commerce, termasuk di Bukalapak, Lazada, Jd.id, Bhinneka, Blibli, dan Shopee.

Sejak diluncurkan pada April 2016 oleh FinAccel, Kredivo telah mengembangkan proses checkout e-commerce tercepat dan termudah di Indonesia yang menjadikannya sebagai pemimpin dalam kategori pembiayaan kredit Point of Sale (PoS).

Pendiri Kredivo Akshay Garg menyatakan, dengan proposisi nilai unik yang menggabungkan dua keuntungan dari persetujuan kredit secara instan dan kemudahan checkout dalam dua klik, Kredivo telah menjadi salah satu metode checkout dengan pertumbuhan tercepat bagi merchant e-commerce.

Hal ini diperkuat oleh perilaku konsumen yang memperlihatkan bahwa frekuensi penggunaan Kredivo untuk bertransaksi sebanyak 15–20 kali per tahun. Padahal, transaksi yang menggunakan metode pembayaran lainnya rata-rata hanya 4–5 kali per tahun.

Merchant e-commerce Indonesia mengalami tingkat cart abandonment tertinggi di Asia. Metode-metode pembayaran tradisional tidak sesuai untuk e-commerce karena biasanya melibatkan terlalu banyak langkah dan tautan pembayaran. Di samping itu, rendahnya penetrasi kartu kredit di Indonesia juga berdampak pada lambatnya pertumbuhan e-commerce,” kata Akshay.

Pertumbuhan pesat Kredivo ini sedikit-banyak berimbas pada FinAccel, induk perusahaannya. Belum lama ini, FinAccel mengonfirmasi bahwa Kredivo telah menerima pendanaan Seri A yang dipimpin oleh NSI Ventures dan Jungle Ventures pada kuartal ke-dua 2017. NSI Ventures merupakan investor Go-Jek. Investasi ini melengkapi pendanaan tahap awal (seed funding) yang telah Kredivo terima dari investor yang dipimpin oleh Jungle Ventures dan GMO Ventures pada 2016.

Saya tidak bisa mengatakan berapa besarannya. Kami tidak ingin mendapatkan perhatian dari kompetitor,” ungkap Akshay.

Pendanaan seri A diberikan kepada startup yang sudah memiliki pasar dan memiliki basis pengguna. Adapun besaran dana untuk Seri A di Indonesia berkisar mulai dari Rp10 miliar hingga Rp33 miliar.

Kredivo sendiri memberikan kemudahan dalam proses transaksi di mana pengguna dapat membeli sebuah produk terlebih dahulu dan dapat membayar di kemudian hari sama halnya dengan kartu kredit.

Namun, transaksi menggunakan Kredivo memiliki keunggulan dibanding kartu kredit. Selama ini sebagian orang masih meragukan keamanan menggunakan kartu kredit pada saat berbelanja online. Sebab, hakikatnya, kartu kredit tidak pernah dirancang untuk transaksi e-commerce melainkan untuk transaksi offline.

Oleh sebab itu, Kredivo menggunakan beberapa data, mulai dari data yang diberikan pengguna, data dari telepon pintar pengguna, serta data lain seperti aktivitas media sosial, rekening bank, hingga waktu pengguna melakukan pemesanan, untuk memastikan apakah transaksi tersebut disetujui atau tidak oleh pihak Kredivo.

Skemanya sangat sederhana. Nasabah hanya perlu mengajukan permohonan Kredivo. Lalu, selayaknya kartu kredit, nasabah akan mendapatkan akun Kredivo. Selanjutnya, nasabah dapat berbelanja pada merchant-merchant yang menjadi partner Kredivo saat ini.

Source: kontan.co.id

Written by: Sebastian Atmodjo

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE