28.1 C
Jakarta
Sabtu, 2 Juli, 2022

GO-JEK SIAP LEBARKAN SAYAP KE ASEAN

duniafintech.com – Go-Jek, startup pertama di Indonesia yang memiliki nilai miliaran dolar, siap memperluas layanannya ke tiga hingga empat negara di Asia Tenggara. Langkah ini menandai majunya Go-Jek untuk berhadapan langsung dengan dua pesaingnya, Grab dan Uber Technologies Inc.

Co-founder dan Chief Executive Officer Go-Jek, Nadiem Makarim tidak menyebutkan secara langsung negara mana saja yang menjadi target mereka. Namun dalam sebuah wawancara, ia menargetkan negara dengan populasi besar mengisyaratkan bahwa layanan pembayaran digital Go-Jek, Go-Pay akan menjadi kunci masuknya mereka ke pasar baru.

Grab yang berbasis di Singapura, dibantu oleh dana besar dari SoftBank Group Corp. dan investor asal China Didi Chuxing, menjadi dorongan besar bagi Go-Jek untuk mengambil langkah serupa.

Grab, perusahaan transportasi on demand terbesar di Asia Tenggara yang beroperasi di tujuh negara, dijalankan oleh Anthony Tan, mantan teman sekelas Nadiem di Harvard Business School. Bagi Go-Jek, ini akan menjadi ‘peperangan’ pertama mereka di luar Indonesia.

Selama ini kami selalu bersikap defensif,” ungkap Nadiem dalam sebuah wawancara di Jakarta. Go-Jek memang belum pernah mengatakan kapan akan memperluas jaringannya. “Ini adalah saat yang tepat memasuki kompetisi yang lebih besar,” tambahnya.

Setelah Indonesia, Filipina dan Vietnam, Thailand memiliki jumlah penduduk terbanyak di kawasan Asia Tenggara dengan populasi gabungan sekitar 270 juta. Go-Jek dan Grab telah meluncurkan layanan pembayaran digital. Cara ini dilakukan untuk menskalakan bisnis mereka dan membangun bisnis yang berpotensi menguntungkan dengan menawarkan layanan keuangan kepada sejumlah besar orang dengan meminimalisir akses ke perbankan.

Sepertinya kita sudah menemukan platform yang bisa diterapkan di negara berkembang di mana infrastruktur masih belum begitu baik,” kata Nadiem. “Ada kemungkinan  kami akan memanfaatkan seluruh kekuatan yang kami miliki. Ketika kami memutuskan untuk masuk ke pasar baru, kami akan melakukannya dengan seluruh kemampuan yang ada,” tutup Nadiem.

 

Source: Bloomberg.com

Written by : Dita Safitri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Perjanjian Asuransi — Prinsip hingga Batasannya

JAKARTA, duniafintech.com – Pada dasarnya, perjanjian asuransi berarti kesepakatan tertulis antara nasabah dengan perusahaan asuransi. Isinya pun bisa berbeda-beda, yang disesuaikan dengan jenis asuransi dan...

Melihat Kelebihan Indodax, Platform Jual Beli Kripto Terpercaya di Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Kelebihan Indodax yang merupakan salah satu platform jual beli kripto tertua di tanah air tersebut tidak diragukan lagi. Indodax merupakan perusahaan...

Luncurkan Fitur Baru, Aplikasi Anak Bangsa Ini Mudahkan Bikin NFT Kurang dari Satu Menit

JAKARTA, duniafintech.com - Aplikasi Media Sosial karya anak bangsa, Woilo meluncurkan fitur 'NFT Woilo'. Dengan fitur baru tersebut, Aplikasi asal Surabaya, Jawa Timur itu...

Tak Konsisten, Rusia Batalkan Rencana Pembayaran Ekspor Minyak Pakai Bitcoin

JAKARTA, duniafintech.com - Pemerintah Rusia membatalkan rencana sebelumnya untuk menerima pembayaran Bitcoin untuk ekspor minyak. Kementerian keuangan negara itu menganggap bitcoin sebagai opsi pembayaran...

Dijuluki Ratu Kripto, Ternyata Perempuan Ini Tipu Investor Sampai Rp60 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - FBI menambahkan Dr. Ruja Ignatova, yang memproklamirkan diri sebagai 'Cryptoqueen' atau ratu kripto ke dalam daftar Sepuluh buronan Paling Dicari. Bahkan lembaga...
LANGUAGE