27.2 C
Jakarta
Selasa, 31 Januari, 2023

GO-JEK SIAP LEBARKAN SAYAP KE ASEAN

duniafintech.com – Go-Jek, startup pertama di Indonesia yang memiliki nilai miliaran dolar, siap memperluas layanannya ke tiga hingga empat negara di Asia Tenggara. Langkah ini menandai majunya Go-Jek untuk berhadapan langsung dengan dua pesaingnya, Grab dan Uber Technologies Inc.

Co-founder dan Chief Executive Officer Go-Jek, Nadiem Makarim tidak menyebutkan secara langsung negara mana saja yang menjadi target mereka. Namun dalam sebuah wawancara, ia menargetkan negara dengan populasi besar mengisyaratkan bahwa layanan pembayaran digital Go-Jek, Go-Pay akan menjadi kunci masuknya mereka ke pasar baru.

Grab yang berbasis di Singapura, dibantu oleh dana besar dari SoftBank Group Corp. dan investor asal China Didi Chuxing, menjadi dorongan besar bagi Go-Jek untuk mengambil langkah serupa.

Grab, perusahaan transportasi on demand terbesar di Asia Tenggara yang beroperasi di tujuh negara, dijalankan oleh Anthony Tan, mantan teman sekelas Nadiem di Harvard Business School. Bagi Go-Jek, ini akan menjadi ‘peperangan’ pertama mereka di luar Indonesia.

Selama ini kami selalu bersikap defensif,” ungkap Nadiem dalam sebuah wawancara di Jakarta. Go-Jek memang belum pernah mengatakan kapan akan memperluas jaringannya. “Ini adalah saat yang tepat memasuki kompetisi yang lebih besar,” tambahnya.

Setelah Indonesia, Filipina dan Vietnam, Thailand memiliki jumlah penduduk terbanyak di kawasan Asia Tenggara dengan populasi gabungan sekitar 270 juta. Go-Jek dan Grab telah meluncurkan layanan pembayaran digital. Cara ini dilakukan untuk menskalakan bisnis mereka dan membangun bisnis yang berpotensi menguntungkan dengan menawarkan layanan keuangan kepada sejumlah besar orang dengan meminimalisir akses ke perbankan.

Sepertinya kita sudah menemukan platform yang bisa diterapkan di negara berkembang di mana infrastruktur masih belum begitu baik,” kata Nadiem. “Ada kemungkinan  kami akan memanfaatkan seluruh kekuatan yang kami miliki. Ketika kami memutuskan untuk masuk ke pasar baru, kami akan melakukannya dengan seluruh kemampuan yang ada,” tutup Nadiem.

 

Source: Bloomberg.com

Written by : Dita Safitri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Investasi Sektor Manufaktur Naik 52 Persen di Tahun 2022, Tembus Rp497,7 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi pada sektor industri manufaktur di Tanah Air terus meningkat meski di tengah dinamika geopolitik dunia yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi global....

Daftar HP Samsung Terbaru 2023 Dari Berbagai Seri

JAKARTA, duniafintech.com - Samsung dikenal sebagai salah satu merek ponsel pintar atau HP favorit banyak orang, terutama bagi para pengguna sistem operasi Android. Pasalnya,...

Sri Mulyani Upayakan Sinergi APBN Kembangkan Produktivitas UMKM

JAKARTA, duniafintech.com - Sinergi APBN sebagai instrumen keuangan negara dengan para pelaku usaha menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani dapat mengamplifikasi pemulihan ekonomi Indonesia. Berkaitan dengan...

Moncer! Ekspor Mobil Surplus Capai 64 Persen

JAKARTA, duniafintech.com - Industri otomotif ekspor mobil surplus merupakan salah satu sektor manufaktur yang strategis karena berperan penting dalam upaya menopang perekonomian nasional.  Juru Bicara...

Berikan PMN, Sri Mulyani Minta BTN Penuhi Kebutuhan Rumah

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan hak untuk mendapatkan tempat tinggal, termasuk dari BTN, yang layak diatur dalam undang-undang. Namun...
LANGUAGE