23.7 C
Jakarta
Sabtu, 13 Juli, 2024

Unilever PHK Ribuan Karyawan dalam Waktu Dekat, Hanya Level Manajer?

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan multinasional Unilever akan melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK terhadap ribuan karyawannya di seluruh dunia. Setidaknya, ada 1.500 pegawai yang akan “dipangkas” dari perusahaan terkenal ini.

Seperti dilangsir dari Detik.com, Kamis (27/1), hal ini dilakukan lantaran perusahaan ini berada di bawah tekanan kuat dari pemegang sahamnya untuk meningkatkan pertumbuhan perusahaan.

Adapun para pemegang saham perusahaan ini disebut sedang meningkatkan tekanannya pada Unilever usai nilai saham perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur hingga consumer goods ini merosot 10% sepanjang tahun lalu. Bahkan, sampai dengan minggu kemarin, saham masih turun.

Hal itu terjadi usai perusahaan mengungkapkan bahwa mereka sudah membuat tiga tawaran yang gagal untuk mengakuisisi GlaxoSmithKline (GSK). Sebagai informasi, Unilever berencana untuk membeli GSK ini dengan sistem mega merger senilai 50 miliar Euro atau setara dengan Rp820 triliun (dengan asumsi kurs Rp16.400).

Mengutip laporan BBC, Unilever menyatakan bahwa dengan akuisisi tersebut, pertumbuhan Unilever di AS, China, dan India bisa lebih besar. Unilever pun telah melakukan pembahasan dengan bank terkait biaya tambahan lantaran adanya angka penawaran yang meningkat. Akan tetapi, seperti disebutkan di atas, aksi korporasi Unilever itu gagal total.

Hanya level manajer?

Menurut CEO Unilever, Alan Jope, perombakan struktur organisasi perusahaan ini bakal memungkinkan Unilever menjadi lebih responsif terhadap konsumen.

“Pertumbuhan tetap menjadi prioritas utama kami dan perubahan ini akan mendukung upaya kami untuk mencapai ini,” ucapnya, seperti dilaporkan CNN, kemarin (26/1).

Oleh sebab itu, perusahaan pun akhirnya memutuskan untuk memangkas jumlah karyawan secara global. Pemotongan ini merupakan pengurangan 15% dalam jumlah manajer senior dan 5% manajer junior secara global.

Adapun para staf biasa disebut tidak akan terpengaruh oleh kebijakan ini. Di samping itu, para pekerja pabrik pun tidak akan terdampak. Hingga kini, Unilever diperkirakan mempekerjakan sebanyak 149.000 orang di seluruh dunia untuk berbagai posisi pekerjaan.

Di samping itu, perusahaan pemilik merek terkenal, termasuk Ben & Jerry’s dan Dove ini, menyebut bahwa mereka tengah mengubah struktur organisasi perusahaan agar lebih sederhana.

Nantinya, perusahaan akan membagi unit bisnisnya ke dalam 5 kategori, yaitu kecantikan, perawatan pribadi, perawatan rumah, nutrisi, dan es krim.

“Kami berpindah ke lima grup bisnis yang memungkinkan lebih responsif terhadap tren konsumen dengan akuntabilitas pengiriman yang sangat jelas,” ucap Alan Jope.

Di samping mengalami tekanan dari pemegang saham sejak nilainya merosot 10 persen tahun lalu, kinerja Unilever pun sangat terpukul oleh adanya pandemi virus Corona Unilever. Pada bulan mendatang, perusahaan diperkirakan bakal melaporkan penurunan pendapatan bersih pada tahun 2021.

Adapun kinerja ini terdampak akibat kenaikan biaya bahan baku, tenaga kerja, dan transportasi. Di sisi lain, inflasi di negara berkembang yang meningkat tajam disebut telah menurunkan penjualan.

 

 

Penulis: Kontributor / Boy Riza Utama

Editor: Anju Mahendra

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU