30.4 C
Jakarta
Minggu, 3 Maret, 2024

Usaha Modal Kecil Untung Besar yang Lagi Trend saat Ini, Cek Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Usaha modal kecil penting diketahui oleh oleh mereka yang tertarik atau berminat untuk terjun ke dunia bisnis.

Di era serba canggih seperti sekarang ini, modal bukanlah menjadi kendala besar lagi. 

Adapun saat ini, ada bisnis modal kecil untung besar yang menjanjikan dan cocok dilakukan oleh pemula atau pebisnis rumahan.

Hal ini pun sekaligus menjadi tren usaha yang diminati oleh milenial.

Di lain sisi, sekalipun sudah banyak metode yang bisa digunakan untuk mengembangkan bisnis modal kecil untung besar, nyatanya masih banyak orang yang terlalu takut untuk keluar dari zona nyaman.

Yang perlu diketahui adalah dengan membuka usaha rumahan modal kecil, seseorang akan membuka pintu wiraswasta dengan potensi profitabilitas yang tinggi. 

Bukan itu saja, mereka pun akan mendapatkan fleksibilitas mengatur pemasukan dan pengeluaran sendiri, uang yang didapatkan jauh lebih besar, dan juga memiliki hak untuk menyusun jam masuk dan pulang kerja sendiri.

Nah, buat kamu yang tertarik membuka bisnis dari rumah sendiri, simak yuk ulasan selengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Apa Itu Perusahaan Pialang? Ketahui Yuk Cara Kerjanya di Sini

Tips Memilih Usaha Modal Kecil Terbaik

  1. Pilih yang sesuai dengan minat

Pertama, pastikan bahwa sebelum memulai usaha, kamu telah memilih bidang usaha yang sesuai minatmu. 

Hal itu bertujuan agar usaha yang akan dijalani nantinya menjadi lebih mudah dan menyenangkan untuk dijalani.

Jika sudah dilandasi dengan minat tersebut maka kamu pun akan merasa lebih semangat dan pekerjaan membangun usaha ini juga akan terasa lebih ringan. 

Oleh sebab itu, sebaiknya hindari memilih usaha yang tidak sesuai dengan minatmu.

Sebagai contoh, kalau kamu punya skill atau hobi memasak maka tentunya akan lebih pas kalau kamu memilih memulai usaha kuliner dan semacamnya. 

Dari hobi yang dimiliki, kamu bisa menghasilkan keuntungan yang menjanjikan ke depannya.

  1. Tentukan waktu yang tepat untuk memulai usaha

Selanjutnya, tentukanlah waktu yang tepat untuk memulai usaha.

Dalam hal ini, jangan sampai kamu menentukan waktu secara asal-asalan sebab memulai usaha bukanlah perkara main-main.

Di samping itu, jangan pula kamu terburu-buru karena memulai usaha memerlukan perhitungan yang cermat.

Saat salah sedikit saja, kamu pun bisa merugi nantinya.

Kiat Mengatur Keuangan Bisnis

  1. Edukasi diri

Edukasi diri menjadi hal pertama yang Anda lakukan ketika mengelola keuangan usaha. 

Cara untuk mengedukasi diri bisa dengan mempelajari  cara membaca laporan keuangan.

Untuk Anda yang belum tau, pada dasarnya laporan keuangan memiliki 4 bagian, yaitu:

  • Laporan arus kas
  • Laporan penghasilan
  • Laporan neraca
  • Laporan modal

Dengan mempelajari membaca laporan keuangan setidaknya Anda bisa menyimpulkan langkah yang akan diambil untuk perkembangan usaha Anda. 

  1. Lakukan perencanaan

Perencanaan secara umum atau general perlu dilakukan sebelum Anda memulai sebuah usaha.

Siapkan gambaran besar dan langkah awal yang akan Anda lakukan dalam merintis UMKM.

Setelah rencana besar dibuat, bagilah ke dalam beberapa bagian.

Misalnya rencana harian, mingguan dan bulanan.

Dengan cara ini, perkembangan usaha menjadi lebih terstruktur.

Anda juga harus detail dalam membuat perencanaan.

Mulai dari hal-hal apa saja yang akan dilakukan, kebutuhan yang diperlukan, serta modal yang harus disiapkan.

  1. Membuat buku catatan keuangan

Keuangan dalam bisnis harus selalu dicatat.

Tujuannya, yaitu mengawasi segala transaksi yang keluar dan masuk.

Pencatatan juga mengurangi risiko adanya pengeluaran yang tidak wajar.

Sekecil apa pun skala dari sebuah usaha yang Anda jalankan, setidaknya sediakan sebuah buku kas.

Buku kas ini digunakan untuk mencatat uang yang keluar dan masuk yang disertai dengan bukti.

Catatan keuangan tidak hanya terbatas pada kas masuk dan keluar.

Utang dan piutang pun tak boleh Anda abaikan.

Sebab hal ini menyangkut aset atau harta perusahaan yang Anda rintis.

Catatan di dalam buku catatan keuangan harus dibuat secara rinci dan teratur supaya lebih mudah dibaca dan dipahami.

Urutkan berdasarkan tanggal dan waktu transaksi.

Buku catatan keuangan dapat dibuat dengan cara manual. Namun, sistem ini dinilai kurang efektif.

Selain itu, kemungkinan adanya kesalahan perhitungan pun lebih besar jika pencatatan dilakukan secara manual.

  1. Buat anggaran secara rutin

Tidak hanya mencatat keuangan, membuat anggaran atau budgeting juga penting dalam sebuah bisnis.

Budgeting bertujuan untuk membatasi pengeluaran agar tidak membengkak.

Sebaiknya, Anda membuat anggaran secara teratur misalnya setiap bulan atau setiap minggu.

Pisahkan pengeluaran berdasarkan kelompoknya.

Pastikan seluruh kebutuhan dalam bisnis dapat dipenuhi.

Membuat anggaran secara teratur juga dapat meningkatkan efisiensi dalam sebuah usaha.

Hal ini akan memberikan dampak baik dalam jangka panjang.

Dalam menentukan anggaran, sebaiknya Anda juga mempertimbangkan catatan pada buku kas.

Jadi, Anda bisa mengetahui anggaran mana yang harus ditambah atau dikurangi.

Sebab pembuatan anggaran ini tidak bisa terpisah antara satu periode dengan periode berikutnya atau sebelumnya.

Semuanya harus berkesinambungan agar usaha dapat berjalan dengan lancar.

  1. Awasi arus kas keuangan

Tips mengelola keuangan usaha kecil yang selanjutnya yaitu selalu mengawasi arus kas keuangan.

Tujuan pengawasan ini, yaitu demi mencegah adanya kebocoran kas.

Memang tidak mudah untuk memantau arus kas karena diperlukan ketelitian yang tinggi.

Diperlukan dasar ilmu akuntansi juga agar Anda bisa memahami kas keuangan yang baik.

  1. Putar arus kas lebih cepat

Pengelolaan keuangan usaha yang baik juga tercermin bagaimana Anda mengelola utang piutang dengan baik.

Putar arus kas Anda, banyak pengusaha yang kesulitan memutar arus kas mereka, kenapa pengelolaan utang piutang berhubungan dengan perputaran arus kas?

Putaran arus kas akan melambat juga jika termin penjualan kredit lebih lama dibandingkan dengan pembelian kredit.

Oleh karena itu menyeimbangkan keduanya sangat diperlukan.

Baca juga: Contoh Rencana Bisnis Pakaian, Calon Pengusaha Wajib Tahu!

  1. Gunakan laba untuk kembangkan usaha

Sebuah usaha dikatakan berhasil apabila Anda mendapatkan laba yang besar.

Alih-alih hanya membelanjakannya untuk keperluan pribadi, sebaiknya Anda sisihkan laba tersebut untuk mengembangkan bisnis.

Dari setiap keuntungan yang didapat selama satu bulan, sisihkan minimal 10% untuk ditambahkan ke modal usaha.

Dengan cara di atas, bisnis yang Anda rintis  dapat terus berkembang.

Misalnya Anda memiliki usaha toko kelontong.

Dalam setiap bulan, sisihkan keuntungan untuk membeli barang-barang yang lebih banyak dan beragam.

  1. Pisahkan uang pribadi dan uang usaha

Sekecil apa pun bisnis yang Anda jalankan, sebaiknya pisahkan uang yang dipakai untuk usaha dengan uang pribadi.

Tujuan dari pemisahan ini untuk menghindari modal bisnis terpakai untuk keperluan pribadi.

Hal terburuk ketika Anda tetap menggabungkan antara uang usaha dengan uang pribadi, yaitu modal habis tanpa terasa.

Keadaan ini akan membuat usaha Anda terpaksa gulung tikar.

Gunakan tempat yang berbeda antara uang pribadi dan kas usaha.

Anda bisa memisahkannya di dua dompet berbeda. 

Sebaiknya Anda juga membuat rekening yang terpisah khusus untuk bisnis.

Anda juga harus berkomitmen untuk tidak menggunakan kas usaha dalam rangka memenuhi kebutuhan pribadi.

  1. Siapkan dana darurat

Kita tidak akan pernah tahu bagaimana nasib bisnis kita di masa depan. Hal-hal terburuk bisa saja terjadi.

Contohnya bencana alam atau pendapatan terus menurun karena munculnya pesaing.

Hal-hal seperti ini dapat membuat bisnis Anda dalam posisi yang tidak aman.

Anda perlu menyiapkan dana cadangan atau darurat untuk mengantisipasi masa-masa sulit.

Dana darurat ini sebaiknya disiapkan sejak awal sebelum Anda memulai usaha. Anda juga harus menggunakan dana ini dengan bijak.

Jangan menggunakannya di situasi yang masih dapat dikendalikan.

Jika Anda mengalami kerugian maka barulah dana ini dapat digunakan.

Sedangkan di keadaan normal dan stabil, Anda bisa menganggap bahwa dana darurat ini merupakan keuntungan yang Anda dapatkan dari bisnis.

  1. Awasi harta, utang, dan modal

Setiap harta, utang piutang, dan modal harus dicatat dengan terstruktur.

Pasalnya, semua itu dapat mempengaruhi keberlangsungan bisnis yang Anda jalankan.

Piutang merupakan harta perusahaan dan Anda wajib mencatatnya dengan baik. 

Jika tidak maka Anda mungkin dapat kehilangan harta perusahaan tanpa disadari.

Utang yang Anda miliki kepada mitra juga harus dicatat meskipun pemberi utang juga memiliki catatan sendiri.

Hal ini mencegah terjadinya pembayaran ganda atau klaim secara sepihak oleh pihak pemberi utang.

Seluruh barang yang dimiliki oleh perusahaan juga harus dicatat dalam buku catatan inventaris.

Lakukan pengecekan secara berkala untuk memastikan barang tersebut tidak hilang.

Usaha Modal Kecil Untung Besar

Rekomendasi Usaha Modal Kecil Untung Besar yang Lagi Trend

  1. Usaha Jastip alias Jasa Titip

Bisnis modal kecil untung besar yang bisa kamu coba pertama, yakni usaha jastip alias jasa titip.

Usaha yang satu ini hanya memerlukan modal kecil dan keuntungannya akan didapat dari jasa titip yang membelikan barang titipan itu.

Meski terbilang baru di Indonesia, tetapi usaha yang satu ini banyak loh peminatnya. 

Usaha ini pun kian semarak sejak berkembang pesatnya teknologi dan media sosial. 

Jenis-jenisnya juga beragam, bisa berupa jastip dari luar negeri hingga jastip barang-barang di kota-kota besar di Indonesia.

Biasanya, barang yang paling laris dicari untuk dititip-belikan berupa kosmetik, makanan, furniture, pakaian, dan juga mainan anak.

  1. Dropshipper

Dropshipper juga bisa menjadi ide bisnis dengan modal minim lainnya yang tidak kalah menarik dengan jastip.

Adapun sebagai dropshipper, kamu akan berperan menjadi seorang penjual sekaligus pembeli sebuah produk.

Dalam praktiknya, kamu akan membeli sesuatu berdasarkan pesanan pelanggan.

Di sini, yang kamu perlukan adalah supplier produk atau informasi produk yang dapat dibagikan kepada para pelanggan setia.

Kemudian, kamu tinggal meneruskan pesanan itu kepada supplier produk tersebut.

  1. Bisnis Camilan atau Makanan Ringan

Bukan hanya diminati oleh anak-anak, orang dewasa pun sangat menyukai makanan ringan atau camilan.

Saat ingin mulai bisnis modal kecil yang satu ini, kamu tidak perlu berpatokan kepada jenis camilan yang memerlukan bahan yang mahal. 

Pasalnya, camilan berbahan dasar singkong, kentang, dan ubi juga banyak loh diminati. 

Nah, kamu bisa saja membuat keripik singkong beraneka rasa sebagai bentuk bisnis modal kecil untung besar yang menjanjikan bagimu.

  1. Bisnis Waralaba alias Franchise

Waralaba alias franchise merupakan usaha yang dijalankan dengan model kerja sama/kemitraan dengan perusahaan yang produknya telah dikenal secara luas.

Bisnis yang satu ini punya peluang yang menjanjikan meski modal usahanya terbilang kecil.

Pasalnya, kamu akan menjual produk yang terkenal tanpa perlu repot-repot memasarkannya sehingga pembeli pun akan segera berdatangan.

Bisnis yang satu ini sejatinya sudah berkembang sejak lama, tetapi sebagian masyarakat masih beranggapan bahwa bisnis ini memerlukan modal yang cukup besar dan hanya untuk bisnis makanan. 

Padahal, ada banyak pilihan waralaba yang memulai dari modal kecil dan pastinya bisnis franchise ini bukan hanya makanan. 

Saat ini, juga sudah ada franchise jasa laundry, gas, jasa kirim barang, bahkan ada bisnis franchise tambal ban, yang salah satunya bisa dijadikan pilihan.

  1. Bisnis Kaos Pre Order (PO)

Terus berkembang dan tidak pernah mati, itulah dia industri fashion.

Oleh sebab itu, bisnis yang satu ini juga bisa kamu jadikan sebagai ide usaha modal kecil dengan untung besar.

Akan tetapi, bagi banyak orang membuka bisnis pakaian ini dinilai pastinya membutuhkan modal yang tidak sedikit.

Padahal, kamu bisa kok memulai bisnis pakaian ini secara kecil-kecilan, misalnya dengan berjualan kaos secara pre order (PO). 

Modal pun tidak terlalu besar dan kamu bisa memulai mengembangkan bisnis ini. 

Dengan sistem PO, kaos atau busana lainnya hanya akan diproduksi jika ada pemesan yang berminat membeli. 

Untuk memperkecil biaya produksi, kamu pun bisa menetapkan batas minimal pemesanan untuk dapat naik produksi/cetak.

Baca juga: Ide Bisnis Kebutuhan Kesehatan yang Patut Dicoba, Simak Daftarnya

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE