27.8 C
Jakarta
Sabtu, 20 Agustus, 2022

Vestifarm Sejahterakan Peternak Sekaligus Raup Untung

duniafintech.com – Seiring perkembangan teknologi informasi, makin banyak perusahaan rintisan (startup) menawarkan layanan investasi digital. Tak sedikit dari mereka yang bukan hanya berorientasi mencari keuntungan, tetapi juga punya misi memberikan dampak sosial bagi masyarakat luas. Vestifarm adalah salah satunya.

Vestifarm mengambil positioning sebagai platform online investasi peternakan dengan konsep patungan. Cara kerjanya, dengan konsep patungan, uang yang terkumpul dari beberapa investor digunakan untuk membeli sapi. Seekor sapi, misalnya, dibagi menjadi enam slot dan diperjualbelikan layaknya saham.

Baca juga: https://duniafintech.com/rupiah-plus-pinjaman-aman-dan-nyaman/

Kehadiran Vestifarm tak terlepas dari data bahwa Indonesia adalah negara pengimpor daging sapi. Maklum, produksi dalam negeri tidak mampu menutup permintaan daging sapi yang terbilang cukup tinggi.

Tahun lalu, misalnya, mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), prognosa produksi daging sapi hanya sekitar 354.770 ton. Padahal, perkiraan kebutuhan daging sepanjang 2017 mencapai 604.968 ton.

Di satu sisi, permintaan daging sapi di dalam negeri cukup tinggi. Tapi di sisi lain, banyak peternak yang kesulitan untuk membeli atau menggemukkan sapi gara-gara kekurangan biaya.

Hidup kebanyakan peternak pun masih banyak yang belum sejahtera. Banyak peternak yang sejatinya punya kandang yang bisa menampung puluhan ekor sapi. Tapi, mereka hanya memiliki beberapa ekor sapi.

Baca juga: https://duniafintech.com/kawan-dana-sediakan-layanan-perantara-untuk-proses-p2p-lending/

Oleh sebab itu, platform Vestifarm tak hanya membantu investor mendapatkan keuntungan, tetapi juga membantu para pemilik kandang atau peternak mendapat tambahan modal (yang sampai saat ini merupakan kendala utama di bisnis peternakan). Sayangnya, hingga saat ini, perusahaan ini masih dalam proses pendaftaran dan perizinan oleh OJK.

Walau menjanjikan keuntungan yang besar, peternakan masih dinilai sebagai sektor yang punya profil risiko yang tinggi. Jika terjadi kegagalan, investasi yang telah dibenamkan pun akan hangus.

Sehari sebelum proyek budidaya dibuka, Vestifarm akan mengirimkan pemberitahuan pembukaan proyek budidaya secara rinci, seperti jam pembukaan dan jenis komoditas, melalui email dan sosial media Vestifarm.

Startup ini bekerja sama dengan peternak dan petani profesional yang telah berpengalaman minimal 4-8 tahun di bidangnya yang telah terbukti memiliki success rate yang tinggi serta memiliki akses pasar yang bagus.

Dana bisa langsung pengguna tarik dengan melakukan request pencairan di halaman proyek. Namun, saldo bisa pengguna biarkan berada di web untuk selanjutnya pengguna mengikuti program proyek budidaya berikutnya dengan syarat mereka harus melakukan booking iproyek budidaya tersebut terlebih dahulu.

Pendana tidak diperkenankan menarik dana proyek budidaya selama masa periode belum selesai. Jika hal tersebut tidak bisa dihindari, misalnya terpaksa diambil karena kebutuhan yang sangat mendesak, maka pendana tidak berhak atas bagi hasil pada periode tersebut.

Baca juga: https://duniafintech.com/rupiah-plus-pinjaman-aman-dan-nyaman/

Startup ini memperoleh keuntungan dengan cara bagi hasil. Baik investor maupun pihak Vestifarm masing-masing mendapatkan keuntungan sebesar 50%. Selain itu, mereka juga mengenakan biaya layanan untuk setiap slot investasi yang sudah termasuk di dalam nominal investasi yang tersedia.

Dengan model bisnis yang mereka miliki, perusahaan ini mencoba menyelesaikan permasalahan tersebut. Dana yang disalurkan para investor ke Vestifarm kemudian dibelikan sapi.

Para peternak yang berafiliasi dengan perusahaan ini kemudian dapat merawat sapi-sapi tersebut. Dari sini, mereka bisa mendapatkan pekerjaan tetap, gaji, bahkan tunjangan hari raya. Tak hanya ternak sapi, Vestifarm juga telah mengembangkan diri dengan penawaran investasi tambak udang dan penanaman bawang merah.

Source: vestifarm.com

Written by: Sebastian Atmodjo

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Luhut: Presiden Akan Umumkan Kenaikan Harga BBM Subsidi

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi jenis...

Bahaya! Kejahatan Siber Serang Akses Keuangan Digital

JAKARTA, duniafintech.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta kepada seluruh pihak untuk mewaspadai adanya risiko keamanan terhadap kejahatan siber di era keuangan digital ditengah...

Cara Erick Thohir Stabilkan Harga Tiket Pesawat

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir secara intens berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi terkait upaya pemerintah...

Mendag Targetkan Satu Juta UMKM Gunakan Digitalisasi di Tahun 2022

JAKARTA, duniafintech.com - Kementerian Perdagangan menargetkan penerapan digitalisasi di 1000 pasar rakyat dan 1.000.000 UMKM di seluruh Indonesia pada tahun 2022. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan...

Cara Mengatasi Kartu ATM Mandiri tidak Diizinkan, Mudah Loh!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara mengatasi kartu ATM Mandiri tidak diizinkan sejatinya bisa dilakukan dengan beberapa panduan yang sangat mudah. Pengguna kartu ATM Mandiri sendiri bisa...
LANGUAGE