26.7 C
Jakarta
Minggu, 26 Juni, 2022

Saham Perusahaan Ini Sentuh Level Fantastis

duniafintech.com – Saham perusahaan besar AS yang menggunakan konsep leverage, memberikan kesempatan kepada semua pihak untuk terlibat dalam proses transaksi dengan modal lebih kecil dan tingkat likuiditas yang sangat tinggi.

Wall Street, yang merupakan pasar saham Amerika Serikat dikabarkan menguat dan ditutup pada Senin, (4/6/2018). Hal ini pun bersamaan dengan Dow Jones Industrial Average yang kembali memasuki wilayah positifnya tahun ini dengan meningkat hingga 178,84 poin atau 0,72 persen ke level 24.813,69.

Baca juga : Bekraf Bawa Indonesia untuk Pertama Kalinya Hadir di MIDEM Prancis

Empat perusahaan yang termasuk dalam Dow Jones seperti Apple, Amazon, Microsot dan Netflix bahkan menyentuh level tertinggi mereka tahun ini.

Sementara untuk S&P 500, naik 12,25 poin atau 0,4 persen menjadi 2.746,87.  Kemudian Nasdaq Composite melonjak 52,13 poin atau 0,69 persen menjadi 7.606,46.

Menguatnya indeks harga-harga saham Wall Street ini nampaknya dipengaruhi kondisi perdagangan saham dan laporan ketenaga kerjaan AS pada Jumat lalu yang sama-sama kuat.

AS berhasil mempekerjakan 223.000 pekerja pada bulan Mei, membuat tingkat pengangguran turun 3,8 persen. Angka ini adalah yang terendah setelah 18 tahun.

Baca juga : Status Aset Digital Di Indonesia Ditetapkan Bappebti

Dikutip melalui Foxbusiness, akhir pekan lalu, menteri-menteri yang berasal dari Canada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang dan Inggris menyuarakan kekhawatiran dan kekecewaan mereka terhadap keputusan AS untuk menerapkan tarif terhadap impor produk baja dan alumunium yang berasal dari Kanada, Uni Eropa, dan Meksiko.

Baca juga : Digital Asset Group dan GMEX Rilis Kolaborasi Blockchain dengan Konvensional

Kebijakan tarif dan perdagangan nampaknya akan mendominasi perbincangan dalam pertemuan pemimpin-pemimpin negara yang termasuk dalam G7 pada Jumat dan Sabtu besok di Kanada.

Sekedar informasi tambahan, permintaan pesanan pabrik di Amerika untuk bulan April 2018 lalu mengalami penurunan  0,8 persen, dimana angka ini lebih rendah dari yang telah diprediksi karena rendahnya permintaan terhadap armada pesawat terbang.

Disisi lain, untuk permintaan terhadap barang baru nampaknya meningkat tipis sebesar 1,7 persen pada bulan Maret 2018 jika dibandingkan dengan bulan lalu yang mengalami peningkatan 1,6 persen.

Selain itu, untuk harga minyak terkoreksi 1,6 persen atau 1,06 dollar AS menjadi 64,75 dollar AS per barel. Di bulan Maret, berdasarkan data yang tercatat oleh US Energy Informastion Administration, produksi minyak AS meningkat menjadi 10,47 juta barrel per hari.

Written by : Dinda Luvita
Picture : Pixabay.com

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Harga Volkswagen Polo hingga Daftar Dealernya

JAKARTA, duniafintech.com – Volkswagen Polo hingga kini masih menjadi salah satu mobil asal Jerman yang paling banyak diminati oleh masyarakat. Baik di Indonesia maupun di...

Estimasi Biaya Laparoskopi, Mahal Enggak Ya?

JAKARTA, duniafintech.com – Estimasi biaya laparoskopi di rumah sakit memang terbilang cukup menguras kantong, bahkan bisa mencapai puluhan juta. Laparoskopi sendiri adalah tindakan medis berupa...

Sesuai Syariat Islam, Begini Prinsip P2P Lending Syariah

JAKARTA, duniafintech.com - Pastinya P2P lending sudah tidak asing lagi di telinga, bukan? Seiring perkembangan zaman dan teknologi, dunia fintech syariah terus mengalami peningkatan....

Memahami Mekanisme P2P Lending Syariah, Simak Ulasannya di Sini

JAKARTA, duniafintech.com - Mekanisme P2P lending syariah patut menjadi pemahaman bagi masyarakat. P2P lending terus mengalami perkembangan yang pesat. Hal ini karena kebutuhan setiap...

Waduh Nasib-nasib! Hacker Berhasil Gasak Rp 1,48 T dari Perusahaan Kripto AS

JAKARTA, duniafintech.com - Koin digital senilai US$100 juta koin atau sekitar Rp1,482 triliun diklaim dibobol hacker alias peretas dari perusahaan kripto Amerika Serikat (AS)...
LANGUAGE