31.7 C
Jakarta
Selasa, 19 Oktober, 2021

Warganet Indonesia Capai 196 Juta Jiwa di Tahun 2020

DuniaFintech.com – Pengguna layanan internet, atau kerap disebut ‘warganet‘ di Indonesia telah menyentuh angka  196,7 juta jiwa, setidaknya per Rabu 16 Desember 2020. Laporan ini berdasarkan temuan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Dapat diartikan juga, sebanyak 73% masyarakat Indonesia telah terhubung ke internet.

Jamalul Izza, selaku ketua APJII mengklaim bahwa penyebaran dan penetrasi internet di Indonesia bertumbuh. Meski demikian, belasan ribu desa masih belum terjangkau oleh internet.

“Kenaikan pengguna internet sampai 73% ini merupakan angka yang cukup bagus, tapi tak dimungkiri ada sekitar kurang lebih 12.500 desa yang saat ini memang belum punya koneksi internet. Rencananya, di tahun 2021 akan konsen di penetrasi internet di pedesaan, melalui program kami yaitu Desa Internet Mandiri 2020 yang sudah dicanangkan dari tahun 2019,”

Tantangan yang dihadapi dalam melakukan penyebaran manfaat internet dinilai cukup pelik. Izza menuturkan, letak geografis Indonesia yang sulit dicapai menjadi tantangan sulit yang perlu diselesaikan secara bersama.

“Lokasinya yang pegunungan, laut, pulau-pulau menjadi tantangan berat buat Indonesia. Namun sebenarnya, kita sudah punya teknologi-teknologi yang memang bisa kita andalkan untuk penetrasi internet. Target kita adalah di tahun 2022 itu semua daerah sudah ada internet,” 

Baca juga:

Indonesia Menuju Warganet

Ronald Limoa, GM Future Network Project Telkomsel, mengakui hal yang sama. Faktor geografis memang masih menjadi kendala hingga saat ini. Walau demikian, ia menyampaikan, operator perlu membuat inovasi agar jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat di daerah-daerah bisa tetap tersampaikan dan tidak terhalangi oleh infrastruktur pendukung seperti listrik misalnya.

“Ke depan, sebenarnya kebutuhan dari masyarakat di daerah-daerah tersebut adalah bagaimana mereka mendapatkan benefit tambahan dari akses telekomunikasi yang dihadirkan,”

Kemudian persoalan yang juga cukup krusial juga disinggung oleh Ahmad M Ramli, Dirjen Penyelenggara Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, dalam keynote speech-nya mengimbau pemerintah daerah agar memiliki pandangan yang sejalan dengan pemerintah pusat, sekaligus perlu memiliki visi yang multiplayer effect.

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

5 Fungsi Manajemen Keuangan dan Manfaatnya bagi Perusahaan

Salah satu fungsi manajemen keuangan adalah bagaimana mengelola keuangan dari satu perusahaan dengan baik dan benar tentunya. Dari fungsi tersebut, usaha yang sedang dijalankan...

Gandeng Fintech Batumbu, CIMB Niaga Salurkan Rp50 Miliar Bagi UMKM

PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) berkolaborasi dengan perusahaan financial technology (fintech) pembiayaan berbasis aplikasi atau fintech lending PT Berdayakan Usaha Indonesia (Batumbu). Head...

Ini Alasan Maudy Ayunda Jadi Salah Satu Investor Startup Segari

Satu tahun beroperasi di Indonesia, Segari, startup grocery commerce terus catat pertumbuhan bisnis yang signifikan. Segari baru saja menyelesaikan pendanaan Seri A dari para...

Anuitas: Pengertian, Jenis, Contoh dan Cara Kerja

Anuitas adalah metode penghitungan bunga pinjaman dalam rangka memudahkan nasabah membayar angsuran setiap periodenya. Biasanya, sistem yang diterapkan adalah bunga mengambang atau efektif (floating...

Belum Punya Asuransi Kartu Kredit? Simak Pertimbangannya di Sini

Asuransi kartu kredit adalah produk perlindungan finansial yang diberikan oleh penerbit kartu kredit (CC atau credit card) kepada nasabah mereka. Proteksinya meliputi pembebasan tagihan...
LANGUAGE