30.6 C
Jakarta
Minggu, 25 Oktober, 2020

Wilayah India Ini Umumkan Rencana Infrastruktur Blockchain

DuniaFintech.com – Tamil Nadu, salah satu negara bagian di India umumkan rencana infrastruktur blockchain dan teknologi lainnya. Kepala Menteri Tamil Nadu, Edapaddi K. Palaniswami mengumumkan adopsi wilayahnya dari kebijakan blockchain dapat membuat proses birokrasi pemerintahan menjadi lebih mudah.

Palaniswami juga mengumumkan bahwa Tamil Nadu bermaksud untuk meluncurkan sebuah proyek untuk menyediakan layanan yang melacak bukti identitas terpercaya. Menurutnya, penerapan proyek ini akan merevolusi cara pemerintah memberikan layanannya kepada warga.

Proyek tersebut akan dilaksanakan dengan membangun dan memanfaatkan infrastruktur Database keluarga per negara bagian (SFDB) dan Blockchain Backbone. Infrastruktur blockchain berfungsi sebagai satu sumber validasi untuk semua data dan proses pemerintah. Hal itu juga dapat digunakan untuk menata kembali tata kelola dan mendorong penggunaan blockchain di negara bagian.

Dengan meluncurkan infrastruktur Blockchain Backbone, Tamil Nadu juga mengakui perlunya membuat forum untuk mempromosikan kolaborasi antara industri, start-up dan akademisi untuk membangun ekosistem.

Baca juga:

Infrastruktur Blockchain di India

Negara bagian Tamil Nadu juga dilaporkan telah mengadopsi kebijakan Artificial Intelligence (AI) etis yang bertujuan untuk memanfaatkan keunggulannya sekaligus menjaganya tetap aman dan sesuai secara etika dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Teknologi tersebut juga mengadopsi kebijakan yang mirip dengan keamanan siber untuk melindungi informasi dan memerangi kejahatan siber.

India tengah melakukan berbagai penerapan infrastruktur blockchain di berbagai sektor. Di sektor pertanian, Petani disebut segera memiliki akses untuk industri pangan Uni Emirat Arab (UEA) berkat jaringan blockchain terapan yang ada dalam platform Agriota E-Marketplace. Pelaku industri pangan di UEA akan mendapatkan akses langsung terhadap petani di India.

Platform ini akan memungkinkan petani India untuk terhubung langsung dengan perusahaan industri makanan di UEA untuk menawarkan sereal, biji-bijian, buah-buahan, sayuran, rempah-rempah, dan bumbu.

Tak hanya di level pemerintahan, beberapa pihak terkait juga tengah melakukan pengembangan infrastruktur berbasis teknologi blockchain di India. Salah satunya penyelenggara pasar mata uang kripto, Binance yang menggelar kegiatan regu perlombaan di bidang programming komputer dan perangkat lunak, atau disebut hackathon di India. 

Gelaran tersebut merupakan program akselerator Binance dalam mencari talenta India di bidang teknologi untuk pengembangan DeFi, yang merupakan singkatan dari decentralized finance. Melalui hackathon, mereka bermaksud menjembatani kesenjangan antara blockchain dan beberapa adopsi atas teknologi tersebut di India.

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Tokocrypto Buka Layanan Pinjaman Uang ala Blockchain

DuniaFintech.com - Layanan keuangan berbasis internet dengan desentralisasi data (DeFi) mulai menancapkan kakinya di Indonesia. Salah satu penyelenggara, Tokocrypto telah membuka layanan...

Modal 1 Juta Bisa Dapat Untung Besar dengan Ide Usaha Ini, Apa Saja? Simak di Sini

Duniafintech.com - Modal sedikit bukan menjadi penghalang untuk tidak memulai berbisnis. Karena, banyak anggapan yang mengatakan bahwa berbisnis harus memiliki modal yang...

UMKM Bisa Ajukan Pinjaman dengan Bunga Rendah di Fintech Ini, Di Cek Yuk!

Duniafintech.com - Pinjaman dengan bunga rendah untuk Modal Usaha ditawarkan Fintech P2P Lending untuk pengusaha kecil yang menghadapi kesulitan modal dan tidak...

Mau Beli Mobil Tanpa Keuangan Terganggu? Ikuti Cara Ini

DuniaFintech.com - Beberapa orang mungkin berpikir, bahwa membeli mobil dapat membantu mengurangi biaya transportasi. Namun ternyata belum tentu loh, bisa saja justru...

Pilihan Pekerjaan Online Tanpa Menggunakan Modal dengan Penghasilan Fantastis

Duniafintech.com - Ketika penghasilan tetap masih tidak bisa mencukup kebutuhan utama, tentu kerja sampingan adalah solusinya. Tetapi, Anda pasti lebih memilih pekerjaan...
LANGUAGE