35 C
Jakarta
Senin, 28 September, 2020

Pemerintahan Korsel Adopsi Blockchain untuk Identitas Tenaga Kerja

DuniaFintech.com – Korea Selatan mengadaptasi teknologi blockchain dalam menangani sistem identitas tenaga kerja di agensi pemerintahan. Melalui sistem operasi yang berada di ponsel pintar, blockchain terapan untuk entitas publik ini dikembangkan oleh The Korea Internet & Security Agency (KISA) serta diberlakukan pada Oktober mendatang.

Lansiran berita setempat, Yonhap, dikatakan KISA juga akan mengeluarkan Token bernama KISA Coin. Token tersebut dijadikan bentuk penghargaan kepada berbagai pekerja dengan performa yang baik. Nantinya, Token tersebut dapat ditukarkan dengan penganan ringan, minuma hingga inventaris perusahaan.

Sistem identitas tenaga kerja yang didukung blockchain ini memungkinkan pekerja KISA untuk menggunakan teknologi Near Field Communication (NFC). Hal ini membuat pekerja hanya perlu memindai kode QR untuk mengakses tempat kerja masing-masing melalui platform jaringan yang akan menangani database.

Adopsi teknologi ini tidak terbatas pada otentikasi identitas Disebutkan, teknologi terapan ini ditujukan untuk berbagai verifikasi lainnya, seperti mengakses kedai kopi di area perusahaan atau juga meminjam buku dari perpustakaan.

Baca juga:

Blockchain Terapan Sistem Identitas Tenaga Kerja Pemerintahan

KISA menyebutkan, situasi pandemi COVID-19 merupakan latar belakang agensi pemerintahan tersebut untuk menciptakan proses produktivitas kerja tanpa adanya sentuhan dan kontak fisik.

Media lokal lainnya juga melansir bahwa KISA berencana untuk memperkenalkan sistem tenaga kerja yang didukung blockchain di kantor pusat wilayah Naju pada Oktober. Setelah sistem diterapkan, kantor milk KISA di Seoul dan Pangyo baru akan menyusul di akhir tahun.

Kim Seok Khwan selaku Presiden KISA mengatakan teknologi terapan tersebut diharapkan akan memudahkan berbagai aspek dalam lingkungan tenaga kerja.

“Saya berharap teknologi identitas tenaga kerja di lembaga publik tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan keamanan karyawan, tetapi juga menjadi hal baru untuk menemukan layanan otentikasi identitas non-tatap muka,”

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Ant Group Milik Jack Ma Naikkan Target IPO Jadi US$ 35 Miliar

DuniaFintech.com – Perusahaan afilisiasi Alibaba milik Jack Ma, Ant Group dikabarkan segera melantai di bursa efek (IPO) dan membidik dana segar US$35...

Seberapa Penting Pemanfaatan Teknologi di Bidang Asuransi? Simak!

DuniaFintech.com - Kemajuan dan digitalisasi melalui teknologi dinilai mampu mengubah sektor industri asuransi. Setidaknya hal itulah yang dikatakan oleh Presiden Direktur Mandiri...

Targetkan Milenial, MCAS Bersama Telkomsel Luncurkan DigiSaham Berbasis Whatsapp

Duniafintech.com - PT M Cash Integrasi Tbk, perusahaan distribusi digital  di Indonesia, MCAS mengumumkan peluncuran DigiSaham, platform informasi saham real-time berbasis WhatsApp...

Aplikasi TikTok Paling Banyak Diunduh Warga Indonesia Saat Pandemi

Duniafintech.com - Pada periode Agustus 2020, aplikasi selain non-game, TikTok paling banyak diunduh warga Indonesia. Data yang dirilis Sensor Tower menunjukkan jumlah...

Aplikasi Cicilan Tanpa Kartu Kredit ini Memudahkan Anda Dalam Bertransaksi Online, Ini Pilihannya

Duniafintech.com - Cicilan tanpa kartu kredit adalah salah satu produk Fintech yang popular saat ini. Hadirnya fintech dengan aplikasi kredit online yang...
LANGUAGE