24.7 C
Jakarta
Kamis, 5 Agustus, 2021

Apa yang Diharapkan Bank dari Blockchain?

duniafintech.com – Seperti yang sudah diketahui dan dikemukan oleh berbagai kalangan bahwa Blockchain dalam hal keuangan menjadi isu yang kian sentral, termasuk di kalangan perbankan. Lalu, apa yang diharapkan bank dari Blockchain?

Walaupun kapabilitas yang dimiliki Blockchain untuk aktivitas pembayaran dinilai sangat penting, tetapi salah satu area lainnya yang tidak boleh dilupakan dalam pertumbuhan ekonomi adalah masalah skalabilitas terkait kemampuan sebuah sistem untuk menanggani beban yang diberikan. 

Baca juga: Perusahaan Minyak Dunia Gunakan Blockchain Trading

Oleh karena itu, dirasa tidak mungkin bagi perusahaan untuk membangun ekosistem yang kuat, sehat, serta fungsional di sekitar teknologi Blockchain tanpa memperhatikan skalabilitas dari sistem teknologi tersebut. Mengatasi skalabilitas atau kemampuan sebuah sistem pada rantai dan menciptakan teknologi buku yang terdistribusi yang berguna untuk membantu transfer uang dengan cepat dan memiliki fungsi yang cerdas akan memudahkan teknologi tersebut untuk globalisasi, sebagaimana yang diharapkan bank atas teknologi itu.

Dimana saat ini sudah banyak proyek-proyek yang dijalankan untuk mengatasi dan memperbaiki masalah skalabilitas, yang mana hal tersebut juga akan menganggu teknologi Blockchain.

Hal ini dikarenakan terdapat varian lain untuk buku besar yang didistribusikan dan memiliki potensi throughput dan keamanan yang lebih tinggi daripada teknologi Blockchain yang ada saat ini.

Baca juga: Rumah Sakit Korea Selatan Ini Gunakan Blockchain?

Salah satu buku besar yang didistribusikan adalah DAG (Directed Acylic Graph) yang dikenal sebagai alternatif dari Blockchain.

Apa itu DAG (Directed Acylic Graph)?

DAG (Directed Acylic Graph) dapat berfungsi sebagai alternatif untuk teknologi Blockchain pada cryptocurrency seperti DagCoin, ByteBall, dan IOTA.

Dalam sistem DAG, tidak ada penambang dan tidak pemblokiran, pengguna saling mengkonfirmasi transaksi satu sama lain melalui proses yang mengkonfirmasi transaksi sebelumnya dengan setiap transaksi baru. Karena tidak ada blok, tidak ada masalah pemblokiran dan karena itu, perdebatan mengenai permasalahan skalabilitas blok yang terlihat dalam aset digital seperti Bitcoin tidak ada.

Apa Yang Diharapkan Bank dari Blockchain?

Ketika Blockchain dapat membantu indusrti perbankan di seluruh dunia, setidaknya ada tiga hal yang diharapkan oleh para bank terkait pemanfaatan Blockchain tersebut.

Dilansir IBM, terdapat 3 hal yaitu cost saving, risk saving, dan time saving seperti grafik dibawah berikut ini.

Bagi banyak perusahaan, kegunaan atau nilai dari Blockchain terdapat pada potensi dari teknologi tersebut daripada penggunaan saat ini dan akan menjadi salah satu teknologi yang signifikan akan menghadapi banyak tantangan untuk memberikan ide-ide atau inovasi yang lebih banyak lagi kedepannya, yang mana akan menjadi suatu hal yang penting guna memajukan suatu bisnis kian menjamur seperti saat ini.

Source: ibm, paymentsource.com

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Harga Bitcoin Hari Ini : Masih di Rp550 Jutaan, Uruguay Susun RUU Bitcoin

Harga Bitcoin hari ini masih menyentuh Rp550 juta. Ini adalah masa sideways dimana Bitcoin sempat rally selama lebih dari satu pekan di akhir Juli...

Like It, Dorong Literasi Keuangan Perkuat Ekonomi Nasional

Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bekerja sama dalam Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar...

Sebanyak 66% Konsumen di Asia Tenggara Tertarik dengan Bank Digital

Survey Visa menungkapkan bahwa 66% konsumen di Asia Tenggara tertarik pada bank digital. Dua negara tertinggi adalah Thailand 83% dan Filipina 81%. Laporan dari...

Survey Visa : 85% Konsumen di Asia Tenggara Cashless, Indonesia Bagaimana?

Survey Visa mengungkapkan bahwa sebanyak 85% konsumen di Asia Tenggara mengadopsi pembayaran tanpa uang tunai atau cashless. Dari hasil survey Singapura (98%), Malaysia (96%)...

FinAccel, Perusahaan Induk Kredivo Siap Melantai di Bursa Nasdaq

FinAccel, perusahaan induk dari platform fintect P2P Lending Kredivo, berencana untuk go public di bursa saham Nasdaq, Amerika Serikat. FinAccel akan akuisisi dengan...
LANGUAGE