31.2 C
Jakarta
Jumat, 2 Desember, 2022

YANG DITUNGGU DARI GOOGLE I/O 2017? Google Assistant, Android O, Daydream dan masih banyak lagi

duniafintech.com – Perhelatan besar para pengembang Google I/O kembali berlangsung di Amfiteater Shoreline, tepat di sudut kanan markas Google Mountain View. Pada perayaan tahun lalu sejumlah pengumuman penting digelar, seperti Google Home, Google Assistant, dan headset Daydream VR.

Namun sepertinya tahun ini sedikit lebih tenang, paling tidak dalam hal perangkat keras yang menghadapi konsumen besar. Tahun ini merupakan tahun penyempurnaan bagi inisiatif  besar sebelumnya yang harus terus dipoles. Berikut highlight beberapa produk atau layanan yang diharapkan dari I/O tahun ini.

Android O

Kita akan tunggu pengumuman tentang Android O, generasi penerus sistem operasi mobile Google untuk smartphone dan tablet. Meski Google sudah merilis preview pengembang pertama Android O, I / O adalah platform di mana kita akan belajar lebih banyak tentang OS ini.

Seperti yang telah kita lihat, perbaikan besar pada baterai dan notifikasi cenderung menjadi fokus utama. Plus, Google menghabiskan waktu untuk meningkatkan kemampuan audio Bluetooth Android O. Kita akan cari tahu kapan Android O diluncurkan untuk konsumen, yang biasanya berada di sekitar kerangka waktu bulan Oktober-November.

Google Assistant

Sundar Pichai telah cukup vokal tentang Artificial Intelligence (AI), yang mengintegrasikan segala sesuatu dari hasil pencarian hingga aplikasi chat ke Google Assistant dan Home Speaker. Pada konferensi pengembang tahun ini, Google mungkin akan mengumumkan bahwa Assistant akan datang ke iPhone dan juga bisa masuk ke peralatan pihak ketiga seperti peralatan rumah GE, menurut Bloomberg. Tujuannya adalah membuat keseluruhan platform berdasarkan AI dan voice-control. Tidak jelas apakah kita akan mendengar tentang Home Speaker Generasi kedua atau tidak.

Android Wear

Android Wear merupakan sesuatu yang Google belum bisa berkomunikasi dengan baik dengan konsumennya. Meskipun Android Wear telah diadopsi dengan baik oleh pembuat elektronik dan pembuat jam Swiss, namun platformnya belum matang. Awal tahun ini, Google meluncurkan versi OS yang dirombak, yaitu Android Wear 2.0, menyusul pengumuman resmi di Google I/O 2016. OS ini menampilkan antarmuka baru, melihat komplikasi wajah, Google Assistant, dan Wear Google Play Store. Mengingat OS ini baru mulai diluncurkan, sepertinya Google tidak akan merilis versi software baru Android Wear. Google lebih akan membahas bagaimana pengembang dapat memanfaatkan fitur-fitur OS seperti Google Assistant dan aplikasi mandiri.

Android Auto

Awal pekan ini, Google mengumumkan bahwa Android akan menjadi pilihan default untuk infotainment di kendaraan Volvo dan Audi baru. Mobil dengan software baru ini akan dipamerkan di I/O tahun ini, jadi kita akan bisa melihat apa yang terjadi saat Android mengendalikan musik, navigasi dan fitur voice-activated lainnya dengan akses ke fitur seperti Google Assistant.

Daydream

Akhir-akhir ini, belum banyak berita tentang platform VR Google, Daydream. Sejak debutnya pada I/O tahun lalu, platform tersebut eksklusif untuk Google Pixel dan beberapa perangkat lainnya. Pada tanggal 18 Mei, hari kedua I/O, Google telah merencanakan penambahan sebuah realitas dan keynote virtual reality, di mana kita dapat mengharapkan banyak update ke platform Daydream.

Fuchsia

Setelah Android dan Chrome, Google diam-diam mengerjakan sistem operasi ketiga, yang saat ini diberi kode nama Fuchsia. Mungkin saja Google bisa memanfaatkan kesempatan untuk mengungkapkan Fuchsia, yang disebut-sebut memiliki UI ‘Armadillo’ berbasis kartu. OS-nya berbasiskan kernel Google ‘Magenta’ dan bukan Linux seperti Android.

Chrome OS

Google Chrome OS telah mengalami sukses besar untuk bidang pendidikan. Tentu saja OS ini telah melampaui Mac dalam hal popularitas, namun sayangnya masih belum bisa menjalankan aplikasi Android semulus yang seharusnya. Konferensi tahun ini kemungkinan akan meyakinkan pengembang bagaimana mereka dapat memodifikasi aplikasi mereka untuk layar berukuran laptop. Juga, ada rumor tentang Google menggabungkan Android dan Chrome menjadi satu sistem operasi, yang dijuluki sebagai “Andromeda.” Salah satu fitur utama OS ini adalah menjalankan aplikasi Android untuk bekerja di Chrome.

Sumber: engadget.com

Picture by: pixabay.com

Written by: Rosmy Sophia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Berita Bitcoin Hari Ini: Lagi Loyo! Cek Harga Bitcoin Cs di Sini

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini akan mengulas harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya pada perdagangan Jumat (2/12). Adapun mayoritas kripto jajaran teratas terpantau...

Berita Fintech Indonesia: Open Finance akan Jadi Masa Depan Fintech

JAKARTA, duniafintech.com – Berita fintech Indonesia kali ini mengulas soal open finance dan masa depan financial technology (fintech). Seperti diketahui, transformasi digital yang berjalan kian...

Cek Resi Standard Express Shopee dari Korea, Begini Caranya

JAKARTA, duniafintech.com – Cek resi Standard Express Shopee dari Korea sangat penting diketahui dan dipahami oleh para pengguna Shopee. Sebagai informasi, Standard Express merupakan layanan...

Cara Investasi Emas di Shopee Plus Kelebihan & Kekurangannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara investasi emas di Shopee bisa menjadi salah satu investasi jangka panjang yang mudah, praktis, dan aman. Saat ini di Shopee memang...

Cara Menggunakan NFC: Cek Saldo ATM hingga Top Up e-Money

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menggunakan NFC tentu penting diketahui oleh para pengguna smartphone yang memiliki fitur canggih ini. Merupakan singkatan dari Near-field Communication, NFC adalah...
LANGUAGE