28.7 C
Jakarta
Minggu, 29 Januari, 2023

YUK, PELAJARI CASH FLOW MANAGEMENT UNTUK BISNISMU

duniafintech.com – Setiap bisnis membutuhkan uang sebagai modal untuk terus berkembang. Namun, dalam perjalanan suatu bisnis, pasti ada saat-saat dimana pemasukan berkurang sehingga arus keuangan menjadi menipis. Untuk menghadapi hal-hal seperti itu dibutuhkan perencanaan keuangan agar arus keuangan bisnismu tetap aman terkendali.

Baca juga: Mengenal Bitcoin Indonesia Lebih Dekat

Apa itu Cash Flow Management?

Dalam suatu bisnis, Cash Flow memiliki peranan yang penting karena fungsinya adalah untuk melacak setiap pemasukan ataupun pengeluaran yang terjadi. Setiap kegiatan transaksi pembiayaan, transaksi investasi hingga penaikan ataupun penurunan pendapatan akan di catat. Cash Flow management adalah cara kita untuk mengatur arus keuangan dengan sebaik-baiknya sehingga siap menerjang badai yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Tips Cash Flow Management

Berikut ini adalah Tips Cash Flow Management yang dikutip dari The Balance.com:

Selalu Peka Terhadap Iklim Ekonomi.

Salah satu kunci agar kita dapat menghindari badai adalah mengetahui bahwa badai itu akan datang. Maka dari itu penting untuk kamu membuka mata terhadap kondisi ekonomi yang kemungkinan besar akan berdampak pada bisnismu.

Untuk itu, siapkan proyeksi kas hingga tahun depan karena ini  akan membantumu melihat perubahan apa yang perlu dilakukan dan kapan perubahan itu bisa dilakukan.

Perhatikan Credit Policy and Credit History para pelanggan

Memberikan pembayaran secara kredit memang akan memudahkan para pelanggan. Namun, kamu juga harus memperhatikan dampak kebijakan kredit tersebut terhadap arus kasmu. Coba cek daftar pelanggan dan tandai mereka yang selalu membayar terlambat atau menunda-nunda.

Kamu memiliki hak untuk tidak memberikan kredit kepada siapapun. Jika pelanggan memiliki riwayat pembayaran yang lamban. Kamu bisa mengubah persyaratan kredit atau bahkan menghilangkan kredit sepenuhnya. Jika memang memutuskan untuk menghilangkan kredit, pastikan hal ini dilakukan semaksimal mungkin.

Nah, jika kamu ingin mereka tetap menjadi pelangganmu, kirimkan surat permohonan maaf dengan sopan. Katakan alasan bisnismu tidak bisa memberikan kredit untuk saat ini dan katakan bahwa mereka dipersilahkan untuk membayar secara tunai.

Lakukan Sesuatu untuk Mempercepat Pembayaran

Pertama adalah faktur segera.

Kedua, lakukan tindakan untuk mendorong pembayaran segera, misalnya dengan jelas menyebutkan tanggal jatuh tempo pembayaran.

Ajukan Extend pembayaran kepada Supplier

Beberapa supplier memberikan kesempatan untuk melunasi pembayaran sekitar 30 hari, namun kamu bisa membuat mereka memperpanjang jangka waktu hingga 60 hari bahkan 90 hari. Maka lakukanlah pengecekan dan bernegosiasi jika memang memungkinkan. Dengan waktu pembayaran yang lebih lama, memungkinkan kamu untuk menyimpan uang lebih lama di jalur kas mu.

Re-Negotiate Contract

Tuan tanah, pemberi pinjaman ataupun kontraktor tidak akan tahan terhadap perubahan kondisi ekonomi. Maka, negosiasi ulang tidak ada salahnya untuk dicoba. Misalnya, jika sewa di tempat bisnis ritelmu habis, kamu mungkin bisa menegosiasikan tingkat yang lebih menguntungkan dengan pemilik tempat sewa – terutama saat properti ritel lainnya kosong. Sewa yang lebih murah pastinya akan lebih menguntungkan arus kasmu setiap bulannya.

Gunakan alat Cash Flow Management

Ada beberapa software yang dapat digunakan untuk mengatur, melacak dan membuat peramalan terhadap arus kas. Kalau kamu sudah pernah menggunakan aplikasi software akutansi bisnis, kemungkinan kamu sudah memiliki aplikasi cash flow management juga. Misalnya aplikasi akuntansi seperti  QuickBooks yang telah memiliki laporan peramalan arus kas dalam aplikasinya. 

Adapula software yang didedikasikan khusus untuk cash flow management, seperti Pulse dan Float yang dapat berinteraksi langsung dengan produk perangkat lunak akuntansi populer. Tentunya penggunaan alat ini jauh lebih memudahkanmu dalam memenejemen arus kas, peramalan dan penganggaran.

Written by:   

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Allianz vs Prudential, Pilih Mana? Simak Perbandingan Selengkapnya

JAKARTA, duniafintech.com – Allianz vs Prudential, pilih mana? Sejatinya, keduanya adalah perusahaan asuransi terbesar yang ada di Indonesia. Seperti diketahui, ada banyak perusahaan asuransi global...

Malacca Trust: Profil, Produk, hingga Cara Klaim Asuransinya

JAKARTA, duniafintech.com – Malacca Trust Finance merupakan sebuah perusahaan multifinance yang memiliki berbagai macam jasa pembiayaan. Di antara pembiayaannya, yaitu produk asuransi umum yang berdiri...

Berita Bitcoin Hari Ini: Bitcoin Menguat Tipis, Cek Harga Kripto Hari Ini

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini terkait harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya menjelang akhir pekan, Sabtu (28/1/2023). Pada perdagangan hari ini, Bitcoin cs...

Cara Beli Koin Shopee: Syarat hingga Manfaatnya bagi Customer & Seller

JAKARTA, duniafintech.com – Cara beli koin Shopee tentu akan sangat penting diketahui, khususnya oleh seller di platform e-commerce ini. Pasalnya, koin ini bisa digunakan untuk...

Normalisasi APBN, Pemerintah tidak Tanggung Biaya Pasien Covid-19

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa seluruh belanja APBN 2023 telah dinormalisasi atau normalisasi APBN. Artinya, seluruh belanja APBN...
LANGUAGE