31.7 C
Jakarta
Senin, 13 Juli, 2020

Zendmoney Hadirkan Layanan Remitansi Bagi Para UKM dan Pekerja Migran Indonesia

duniafintech.com – Zendmoney, sebuah perusahaan rintisan yang bergerak di bidang remitansi berbasis teknologi dan beroperasi dibawah izin Bank Indonesia, telah secara aktif memenuhi kebutuhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan menyediakan fasilitas pengiriman uang yang aman, cepat dan lebih terjangkau.

Di tengah situasi pandemi saat ini, dimana nilai tukar valuta asing sangat tidak menentu, kerap memberi dampak kurang baik terhadap pengguna remitansi, karena adanya kenaikan tarif pengiriman yang dibebankan oleh layanan pengiriman uang baik dari dalam maupun luar negeri. Memahami situasi sulit saat ini, Zendmoney mengambil langkah yang berbeda dengan konsisten memberikan biaya pengiriman dengan pendekatan flat fee sehingga terjangkau bagi semua pengguna. 

“Zendmoney hadir sebagai usaha remitansi berbasis teknologi yang dapat memudahkan teman teman PMI yang ingin mengirimkan uang bagi sanak saudara yang ada di tanah air, juga teman-teman dari sektor UKM untuk usaha mereka, agar dapat merasa tenang dan dapat mengirimkan dana dengan cepat tanpa perlu menunggu berhari hari, karena sistem Zendmoney bekerja secara realtime dan flat fee,” ungkap Bong Defendy.

Baca juga :

 “Flat fee merupakan salah satu poin pembeda kami dengan yang lain. Kebanyakan jasa remitansi konvensional menerapkan tarif transfer dana berdasarkan persentase dari nilai yang dikirim, Zendmoney menerapkan tarif flat fee, karena paham bahwa kebanyakan pengguna kami merupakan para PMI dan UKM yang mungkin akan terbeban dengan biaya transfer yang berdasarkan persentase nilai dana yang ditransfer,” jelasnya.

Zendmoney sendiri telah memiliki lebih dari 100 ribu pengguna aktif di berbagai negara yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, dan China. Zendmoney juga telah menyediakan aplikasi bernama ZMART yang bisa digunakan para pengguna untuk melakukan remitansi atau pembayaran tagihan (seperti PLN) langsung dari perangkat smartphone.

“Saat ini kami sedang mencoba mengembangkan layanan bagi para teman teman UKM di Indonesia agar bisa mendapatkan jasa layanan remitansi yang lebih terjangkau dan juga cepat sehingga bisa membantu usaha mereka. Kami juga sedang berusaha untuk membuka koridor baru agar bisa membantu teman teman TKI di negara lain, dan juga mengembangkan model bisnis untuk remitansi outbond,” tutup Defendy.

(DuniaFintech/ Dinda Luvita)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Aset Kripto untuk Para Pecinta Game Telah Listing di Indodax

DuniaFintech.com - Kabar gembira untuk gamers Indonesia!! Sudah tak perlu diragukan lagi, selain sebagai hiburan, industri game juga bisa dijadikan sarana untuk...

Strategi Sukses Jualan Online dengan Untung Jutaan Rupiah, Wajib Dicoba

DuniaFintech.com - Tak bisa dipungkiri, dengan adanya internet telah mengubah sebagian besar cara hidup kita sehari-hari. Jika sebelumnya kita lebih sering berbelanja...

Kemkominfo Klaim Indonesia Segera Miliki 3 Unicorn Baru

DuniaFintech.com - Kemkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) mengklaim Indonesia akan memiliki 3 unicorn baru hingga tahun 2024. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika,...

Bukan Dilarang, Ini Sebab Mengapa Regulasi Kripto Aset Itu Penting

DuniaFintech.com – Regulasi kripto aset sebagai teknologi yang masih terbilang baru, banyak negara yang mengkhawatirkan tentang bagaimana kripto aset akan memengaruhi iklim perekomian...

Blockchain Velas Mampu Selesaikan 30 Ribu Transaksi Per Detik?

DuniaFintech.com - Apa benar Blockchain Velas mampu selesaikan 30 ribu transaksi per detiknya? Dirancang dan dikembangkan sejak tahun 2019, Virtual Expanding Learning...
LANGUAGE