27 C
Jakarta
Minggu, 5 Juli, 2020

OJK Terbitkan Kebijakan Restrukturisasi Kredit Debitur Terdampak Corona

duniafintech.com – Sebagai bentuk keringanan terhadap nasabah sekaligus menjaga kesehatan industri jasa keuangan, OJK terbitkan kebijakan restrukturisasi kredit debitur atau nasabah jasa keuangan yang terkena dampak langsung dan tidak langsung corona Covid-19. Aturan ini tercantum dalam POJK Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Kali ini, Persoalan mengenai restrukturisasi kredit debitur oleh perusahaan pembiayaan dijelaskan oleh Suwandi Wiratno selaku Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) dalam diskusi “Memahami Kebijakan Relaksasi Kredit di Perusahaan Pembiayaan” yang dilaksanakan di GP ANSOR via aplikasi Zoom pada 10 April 2020 lalu.

Suwandi menjelaskan tidak ada batas waktu maksimal untuk mengajukan keringanan ini. Kebijakan ini akan terus menerus serta diharapkan dapat bisa dilakukan secepatnya. Dengan banyaknya permohonan restrukturisasi kredit debitur yang masuk, hasil asesmen akan kami usahakan secepatnya. Karena kami juga harus menyerahkan kewajiban laporan bulanan kepada OJK. Jika proses permohonan keringanan debitur diterima, seperti disebutkan Ketua OJK, maka status debitur akan berubah langsung menjadi lancar. Status ini dapat membantu debitur agar mudah untuk mengajukan kredit lagi, ke depannya.

Baca Juga:

Pihak APPI tidak menampik adanya cabang-cabang perusahaan pembiayaan yang belum mendapat arahan dari kantor pusat. Oleh sebab itu dia berharap, kini kantor pusat perusahaan pembiayaan telah memberikan arahan yang jelas. APPI memiliki 34 cabang di daerah dan secara rutin berkomunikasi untuk memantau permasalahan yang ada di daerah. APPI di daerah juga berkoordinasi dengan OJK Daerah. Dengan kata lain, debitur dapat mengajukan permohonan restrukturisasi yang dikirimkan langsung ke perusahaan pembiayaan pusat dan ditembuskan juga ke APPI dan OJK daerah.

Suwandi memberi contoh kasus, debitur di bisnis pariwisata. Saat kegiatan transportasinya berhenti, maka penghasilan pun menjadi nol. Jika pebisnis tersebut masih memiliki usaha lain selain pariwisata, tentunya Suwandi berharap masih ada pembayaran cicilan, bisa hanya setengah dari tagihan atau bunganya saja. Namun jika hanya bisnis pariwisata satu-satunya sumber pendapatan, maka perusahaan pembiayaan akan me-reschecule selama 3 bulan, 6 bulan, atau 9 bulan sampai bisnis sang debitur pulih kembali dengan prediksi turis lokal akan meningkat.

Suwandi menambahkan jika nasabah adalah pelaku UMKM ingin menyelesaikan cicilannya karena adanya wabah corona ini bisa jadi akan mendapat pengembalian dana yang sudah dibayarkan sebelumnya. Namun, kita harus melihat dulu debitur tersebut sudah membayar berapa lama. Jika telah membayar 36 bulan dan sisa 3 bulan, sebaiknya sisanya dilunasi. Tapi jika cicilan masih panjang, misalnya baru jalan 2 bulan dan masih ada cicilan 58 cicilan mungkin bisa dipertimbangkan.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

3 Keterampilan untuk Menghasilkan Uang Hingga Jutaan Rupiah

DuniaFintech.com - Tidak hanya strategi yang tepat, keterampilan untuk menghasilkan uang pun sangat dibutuhkan dalam menjalankan bisnis apapun. Setiap orang mempunyai keterampilan...

Tren Belanja di E-commerce dengan Sistem Aman ala Bitcoin?

DuniaFintech.com - Selama pandemi COVID-19 kegiatan berbelanja di e-commerce semakin meningkat. Namun pernahkah terbersit tentang alternatif menggunakan sistem transaksi terdesentralisasi di e-commerce...

Umur 1 Tahun, LinkAja Terus Berinovasi untuk Sejahterakan Masyarakat

DuniaFintech.com - Tepat satu tahun LinkAja hadir di Indonesia. Tidak hanya sekadar uang elektronik, LinkAja yang menyasar seluruh lapisan masyarakat terutama segmen...

Pinjaman Online Cepat dan Mudah Khusus Karyawan, Cek Disini!

DuniaFintech.com - Tak dapat dipungkiri, semakin hari kebutuhan semakin meningkat. Sayangnya, peningkatan ini tidak diimbangi dengan kenaikan pendapatan bulanan alias gaji di...

SEA Insights: Digitalisasi UMKM Meningkat Selama Pandemi

DuniaFintech.com - SEA Insights, badan penelitian yang memiliki fokus untuk kebijakan publik dan pemanfaatan ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara dan Taiwan...
LANGUAGE