26.4 C
Jakarta
Selasa, 27 September, 2022

Ekosistem Digital, 17 Seniman NFT Rayakan HUT RI Lewat Cara Unik

JAKARTA, duniafintech.com – Seniman NFT atau non-fungible token ambil bagian dalam perayaan HUT RI ke 77, tahun ini. Mereka berasal dari 17 kota di Indonesia. 

Inisiasi dari TZ APAC dan komunitas NFT Indonesia IDNFT ini menggandeng sebanyak 17 seniman NFT dari 17 kota di Indonesia. 

Para seniman NFT ini diajak menciptakan dan mencetak karya seni NFT pada platform Tezos, seiring dengan perkembangan ekosistem NFT di Indonesia.

“Seniman Indonesia secara aktif mulai merangkul karya seni digital dalam bentuk NFT, memungkinkan mereka untuk mendapatkan kompensasi atas karya seni mereka dan menjadi pembuat perubahan positif bagi komunitas mereka,” kata Managing Director TZ APAC Katherine Ng dalam keterangannya dikutip dari Antara, Kamis (18/8/2022). 

Baca juga: Hasil Penjualan Untuk Siswa Kurang Mampu, Impact NFT Diluncurkan 

Daftar para seniman NFT yang dikurasi oleh IDNFT untuk berpartisipasi dalam perayaan ini memiliki berbagai latar belakang dan budaya, serta berasal dari seluruh penjuru Nusantara, mulai dari Jakarta, Batu, hingga Jambi dan Makassar.

Para seniman NFT yang tergabung merupakan bagian dari ekosistem Tezos yang beragam di Indonesia, mulai dari profesional di bidang kesehatan hingga pegawai negeri dan guru sekolah.

Baca jugaMau Tahu Apa Saja Marketplace NFT Indonesia, Ini Daftarnya! 

Mereka disatukan melalui kisah-kisah yang unik dan menginspirasi, di mana mereka telah menemukan jalan hidup yang melalui perjalanan NFT mereka.

Yusuf, seorang kreator yang berpartisipasi dalam program perayaan ini mampu membayar biaya kuliahnya menggunakan NFT. 

Sementara itu, seniman lainnya, Mamed, mampu menggalang dana lewat NFT untuk biaya pengobatan anaknya.

“Kisah-kisah menarik yang telah kami lihat dari 17 seniman dari 17 kota yang berbeda menyoroti dampak NFT yang luas dan nyata terhadap individu dari berbagai latar belakang, tidak hanya di kota-kota besar, tetapi di berbagai wilayah di Indonesia,” kata Founder IDNFT Budi Santosa.

Budi menambahkan, reaksi yang baik terhadap adopsi karya seni NFT di Indonesia selaras dengan pertumbuhan ekonomi kreator.

“Hal ini didorong beberapa faktor seperti studi kasus inovatif penggunaan teknologi blockchain, adopsi aset kripto yang menerima sentimen positif sebanyak lebih dari 70 persen, serta potensi pertumbuhan jumlah tenaga kerja muda (180 juta anak muda Indonesia) pada tahun 2030, banyak di antaranya bercita-cita menjadi seniman dan kreator,” ungkapnya. 

Baca jugaKekayaan Bos Marketplace NFT OpenSea, Tempat Sultan Ghazali Jualan Foto Selfie

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Pinjol Cepat Cair 2022 Legal, Simak Daftarnya di Sini

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair merupakan layanan finansial yang sangat dibutuhkan oleh mereka mereka yang sedang terdesak dana cepat. Adapun pinjaman online langsung cair...

Payment Gateway: Definisi, Cara Kerja, hingga Manfaatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Payment gateway pada dasarnya merupakan solusi bagi pembayaran pada bisnis online yang kian marak belakangan ini. Hal ini penting sebagai upaya memberikan...

Dampak Fintech di Indonesia hingga Sederet Keuntungannya

JAKARTA, duniafintech.com – Dampak fintech di Indonesia tentunya sangat besar. Adapun fintech muncul seiring perubahan gaya hidup masyarakat. Seperti diketahui, saat ini penggunaaan teknologi informasi...

Pinjol Bunga Rendah 2022 Cepat Cair, Nih 6 Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol bunga rendah 2022 cepat cair tentunya sangat penting untuk diketahui oleh kamu yang tengah kepepet dana talangan. Meski saat ini ada...

Bisnis Fintech di Indonesia: Ini 11 Startup Fintech Terbaik

JAKARTA, duniafintech.com – Bisnis fintech atau financial technology di Indonesia tampak bertumbuh pesat dalam beberapa tahun belakangan. Hal ini terjadi sebagai dampak dari perkembangan globalisasi,...
LANGUAGE