33.8 C
Jakarta
Senin, 7 September, 2026

Harga Bitcoin Tembus US$81.000, Pasar Kripto Kembali Menguat

Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan momentum positif dengan menembus level US$81.000 pada perdagangan Jumat, 4 September 2026. Kenaikan tersebut terjadi ketika kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga Amerika Serikat mulai mereda.

Bitcoin sempat naik 4,2% ke sekitar US$80.943,6. Pada sesi sebelumnya, aset kripto terbesar di dunia tersebut bahkan sempat menembus US$82.000, level tertinggi dalam hampir empat bulan.

Kenaikan Bitcoin juga ikut mendorong aset kripto lainnya. Sejumlah altcoin utama seperti Ethereum, XRP, BNB, Solana, dan Cardano mencatat penguatan pada perdagangan yang sama.

Bitcoin Kembali Menguat Setelah Tekanan Suku Bunga Mereda

harga tertinggi Bitcoin dan sinyal bullish

Salah satu faktor utama di balik penguatan Bitcoin adalah perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter Federal Reserve.

Komentar Gubernur The Fed Christopher Waller membantu meredakan kekhawatiran bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Waller mengatakan dirinya cenderung mempertahankan suku bunga tetap pada pertemuan The Fed akhir bulan ini, terutama apabila data inflasi berikutnya menunjukkan tekanan harga yang mulai moderat.

Pernyataan tersebut langsung memengaruhi ekspektasi pasar. Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga pada September turun menjadi sekitar 50,4%, dari lebih dari 60% pada awal pekan.

Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS kemudian memberikan ruang bagi aset berisiko, termasuk Bitcoin, untuk kembali menguat.

Mengapa Suku Bunga Penting bagi Bitcoin?

prediksi Bitcoin Agustus 2025

Bitcoin merupakan aset yang cukup sensitif terhadap perubahan kondisi likuiditas dan imbal hasil obligasi.

Ketika suku bunga diperkirakan naik, aset berisiko seperti Bitcoin cenderung menghadapi tekanan karena investor memiliki alternatif investasi dengan tingkat imbal hasil yang lebih menarik.

Sebaliknya, ketika ekspektasi kenaikan suku bunga mereda, tekanan terhadap aset berisiko dapat berkurang.

Situasi tersebut terlihat dalam pergerakan Bitcoin kali ini. Reli yang sebelumnya sempat terhambat oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS kembali mendapatkan momentum setelah ekspektasi kebijakan moneter berubah lebih dovish.

Dengan demikian, arah kebijakan The Fed masih menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan investor Bitcoin.

Harapan Regulasi Kripto AS Ikut Dorong Sentimen

Selain faktor suku bunga, sentimen positif terhadap Bitcoin juga berasal dari perkembangan regulasi kripto di Amerika Serikat.

Ketua Securities and Exchange Commission (SEC) Paul Atkins menyampaikan harapan agar Senat AS dapat melakukan pemungutan suara terhadap Clarity Act pada 15 September.

Atkins juga mendorong agar rancangan undang-undang tersebut dapat disahkan dan dikirimkan kepada Presiden Donald Trump sebelum akhir September.

Clarity Act menjadi salah satu regulasi yang paling diperhatikan industri kripto karena diharapkan memberikan kejelasan mengenai kerangka hukum aset digital di Amerika Serikat.

Kepastian regulasi berpotensi memberikan dampak positif terhadap industri karena perusahaan dan investor mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai aturan yang harus dipatuhi.

Bitcoin Menuju Kenaikan Mingguan Ketiga

Penguatan pada Kamis dan Jumat membuat Bitcoin berpotensi mencatatkan kenaikan mingguan selama tiga pekan berturut-turut.

Bitcoin diperkirakan membukukan kenaikan sekitar 3,5% sepanjang pekan tersebut.

Tren ini menunjukkan bahwa pemulihan Bitcoin mulai mendapatkan momentum setelah sebelumnya menghadapi tekanan akibat meningkatnya kekhawatiran mengenai suku bunga dan kondisi geopolitik.

Meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran juga memberikan sedikit kelegaan kepada pasar global. Tidak adanya aksi militer baru membuat investor lebih berani mengambil posisi pada aset berisiko.

Namun, kondisi geopolitik tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan karena perubahan situasi dapat kembali meningkatkan volatilitas pasar.

Baca juga :

Saham Strategy Ikut Melonjak

Kenaikan Bitcoin juga berdampak terhadap perusahaan yang memiliki eksposur besar terhadap aset kripto.

Strategy, perusahaan yang dikenal sebagai pemegang Bitcoin korporasi terbesar, melonjak hampir 18% dalam perdagangan Kamis.

Kinerja saham perusahaan tersebut sering menjadi salah satu indikator yang diperhatikan pasar ketika Bitcoin mengalami pergerakan besar.

Kenaikan saham Strategy menunjukkan bahwa optimisme terhadap Bitcoin tidak hanya terjadi di pasar aset digital, tetapi juga mulai tercermin pada saham perusahaan yang memiliki strategi treasury Bitcoin.

Altcoin Ikut Menguat

Penguatan pasar tidak hanya terjadi pada Bitcoin.

Ethereum naik sekitar 4% ke US$2.509,53 dan mencatat kenaikan sekitar 2,1% sepanjang pekan.

XRP bahkan melonjak 6,1% dan mencatat penguatan mingguan sekitar 3,7%. BNB naik 3,8%, sedangkan Solana menguat sekitar 2,9%.

Cardano menjadi salah satu altcoin dengan performa terbaik setelah naik sekitar 8%.

Sementara itu, Dogecoin meningkat 4,8% dan token $TRUMP naik sekitar 6,4%.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa sentimen positif mulai menyebar ke pasar kripto secara lebih luas setelah Bitcoin berhasil kembali berada di atas US$80.000.

Apakah Bitcoin Bisa Melanjutkan Reli?

Harga Bitcoin Stabil

Tembusnya level US$81.000 menjadi perkembangan penting bagi Bitcoin karena menunjukkan bahwa tekanan jual di area tersebut mulai dapat diserap pasar.

Bitcoin bahkan sempat menyentuh lebih dari US$82.000 sehingga level tersebut kini menjadi salah satu area yang perlu diperhatikan dalam perdagangan berikutnya.

Jika momentum bullish berlanjut, pasar akan melihat apakah Bitcoin mampu mempertahankan harga di atas US$80.000 dan membangun support baru di area tersebut.

Sebaliknya, apabila terjadi aksi ambil untung setelah kenaikan tajam, Bitcoin berpotensi kembali menguji level psikologis US$80.000.

Pergerakan imbal hasil obligasi AS dan ekspektasi kebijakan The Fed juga akan tetap menjadi faktor penting dalam menentukan arah Bitcoin berikutnya.

Pasar Kripto Masih Sensitif terhadap The Fed

Kenaikan Bitcoin kali ini memperlihatkan betapa kuatnya pengaruh kebijakan moneter terhadap pasar kripto.

Meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga memberikan ruang bagi Bitcoin dan aset berisiko lainnya untuk menguat. Ditambah dengan optimisme terhadap regulasi kripto AS serta meredanya ketegangan geopolitik, sentimen pasar menjadi semakin positif.

Namun, investor tetap perlu berhati-hati karena perubahan ekspektasi suku bunga dapat terjadi dengan cepat setelah data ekonomi baru dirilis.

Untuk saat ini, kemampuan Bitcoin mempertahankan area US$80.000 menjadi salah satu indikator penting untuk melihat apakah reli terbaru memiliki ruang untuk berlanjut.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Aset kripto memiliki volatilitas dan risiko tinggi. Lakukan riset mandiri serta pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Selengkapnya berita kripto terbaru di duniafintech.com >>

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU