27.4 C
Jakarta
Jumat, 18 September, 2026

Apa Itu DCA Bitcoin dan Cara Melakukannya di Indodax?

Apa itu DCA Bitcoin dan bagaimana cara melakukannya? Simak pengertian DCA, contoh perhitungannya, manfaat, risiko, dan cara DCA Bitcoin di Indodax.

Banyak orang ingin memiliki Bitcoin, tetapi bingung menentukan kapan waktu yang tepat untuk membeli. Harga Bitcoin dapat bergerak naik dan turun dalam waktu singkat sehingga sebagian investor memilih menunggu harga turun sebelum melakukan pembelian.

Masalahnya, tidak ada yang dapat mengetahui dengan pasti kapan harga Bitcoin berada di titik terendah.

Salah satu strategi yang sering digunakan untuk menghadapi kondisi tersebut adalah Dollar Cost Averaging (DCA).

Lantas, apa itu DCA Bitcoin dan bagaimana cara melakukannya?

Apa Itu DCA Bitcoin?

DCA Bitcoin adalah strategi membeli Bitcoin secara rutin dengan nominal uang yang telah ditentukan, tanpa terlalu memperhatikan apakah harga Bitcoin sedang naik atau turun.

Contohnya, seseorang menetapkan anggaran Rp500.000 setiap bulan untuk membeli Bitcoin.

Ketika harga Bitcoin tinggi, Rp500.000 mendapatkan Bitcoin dalam jumlah lebih sedikit.

Sebaliknya, ketika harga Bitcoin turun, Rp500.000 akan mendapatkan Bitcoin dalam jumlah lebih banyak.

Dengan pembelian yang dilakukan secara berkala, harga pembelian Bitcoin dalam portofolio akan terbentuk dari beberapa level harga, bukan hanya satu titik pembelian.

Indodax sendiri menyediakan fitur Investasi Rutin yang menggunakan konsep DCA. Pengguna dapat menentukan aset, nominal dan frekuensi pembelian secara berkala. Saat ini frekuensinya dapat berupa harian maupun bulanan.

 

apa itu DCA bitcoin

Contoh DCA Bitcoin Sederhana

Agar lebih mudah dipahami, misalnya Anda melakukan DCA Bitcoin sebesar Rp500.000 setiap bulan.

Bulan Harga Bitcoin Dana BTC yang Dibeli
1 Rp1 miliar Rp500.000 0,000500 BTC
2 Rp900 juta Rp500.000 0,000556 BTC
3 Rp800 juta Rp500.000 0,000625 BTC
4 Rp1,1 miliar Rp500.000 0,000455 BTC

Selama empat bulan, total dana yang dikeluarkan adalah Rp2 juta.

Jumlah Bitcoin yang diperoleh berbeda-beda karena harga Bitcoin setiap bulan juga berbeda.

Ketika harga turun, nominal Rp500.000 mendapatkan BTC lebih banyak. Ketika harga naik, jumlah BTC yang diperoleh menjadi lebih sedikit.

Inilah inti dari strategi DCA.

Apa Tujuan DCA Bitcoin?

Tujuan utama DCA bukan untuk menebak harga Bitcoin paling rendah.

Strategi ini lebih menekankan konsistensi dalam melakukan pembelian.

Misalnya seseorang memiliki target mengumpulkan Bitcoin untuk jangka panjang. Daripada mencoba menentukan kapan harus membeli seluruh dana sekaligus, ia membagi dana tersebut menjadi beberapa pembelian.

Dengan cara ini, keputusan investasi tidak terlalu bergantung pada pergerakan harga dalam satu hari.

Indodax juga menjelaskan bahwa DCA dapat membantu membangun kebiasaan investasi secara disiplin dan mengurangi keputusan emosional akibat pergerakan pasar jangka pendek.

Baca juga :

Lihat Berita Pasar Kripto →

Bagaimana Cara DCA Bitcoin di Indodax?

Untuk pengguna yang ingin melakukan cara DCA Bitcoin di Indodax, prosesnya relatif sederhana karena sudah tersedia fitur Investasi Rutin.

Berikut langkah dasarnya.

1. Buka aplikasi Indodax

Login ke akun Indodax melalui aplikasi.

Fitur Investasi Rutin tersedia baik pada mode LITE maupun PRO.

2. Pilih Investasi Rutin

Cari menu Investasi Rutin pada aplikasi.

Kemudian pilih opsi untuk memasang investasi rutin baru.

3. Pilih Bitcoin

Pada pilihan aset, pilih BTC atau Bitcoin.

Saat ini Indodax mencantumkan BTC, ETH dan USDT sebagai aset yang dapat digunakan pada fitur Investasi Rutin.

4. Tentukan nominal investasi

Tentukan berapa uang yang ingin digunakan setiap periode.

Misalnya:

Rp100.000 per hari

atau

Rp500.000 per bulan.

Untuk saldo wallet Indodax, minimum nominal Investasi Rutin saat ini adalah Rp10.000, sedangkan maksimum mencapai Rp1 miliar per jadwal.

5. Tentukan frekuensi

Indodax saat ini menyediakan pilihan harian dan bulanan untuk Investasi Rutin.

Pengguna dapat menentukan jadwal yang sesuai dengan rencana investasinya.

6. Pilih sumber dana

Sumber dana dapat menggunakan saldo wallet Indodax. Indodax juga menyediakan opsi OVO sebagai sumber dana untuk fitur tertentu.

7. Konfirmasi Investasi Rutin

Periksa kembali aset, nominal, frekuensi dan sumber dana.

Jika sudah sesuai, konfirmasi untuk mengaktifkan Investasi Rutin.

Indodax menjelaskan bahwa jika jadwal dibuat hari ini, pembelian pertama dilakukan pada H+1. Eksekusi Investasi Rutin dilakukan pada pukul 11.00 WIB.

apa itu DCA Bitcoin

Berapa Modal untuk DCA Bitcoin?

Tidak ada keharusan menggunakan modal besar.

Karena minimum Investasi Rutin menggunakan saldo wallet Indodax saat ini adalah Rp10.000, secara teknis DCA dapat dimulai dengan nominal tersebut.

Namun, nominal sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Contohnya:

Strategi Nominal Perkiraan Dana 1 Tahun
DCA ringan Rp50.000/minggu Rp2,6 juta
DCA bulanan Rp200.000/bulan Rp2,4 juta
DCA bulanan Rp500.000/bulan Rp6 juta
DCA bulanan Rp1 juta/bulan Rp12 juta

Angka tersebut hanya menunjukkan total dana yang disetorkan. Bukan berarti nilai Bitcoin pasti menjadi sebesar jumlah tersebut atau menghasilkan keuntungan tertentu.

Harga Bitcoin tetap menentukan nilai portofolio.

Apakah DCA Bitcoin Pasti Untung?

Tidak.

DCA bukan strategi yang menjamin keuntungan.

Jika harga Bitcoin mengalami penurunan dalam jangka panjang, portofolio DCA juga dapat mengalami kerugian.

Misalnya Anda telah membeli Bitcoin secara rutin selama satu tahun, tetapi harga Bitcoin pada akhir periode ternyata berada jauh di bawah rata-rata harga pembelian Anda. Nilai portofolio tentu dapat berada dalam posisi rugi.

Keunggulan utama DCA adalah membantu investor menjalankan pembelian secara bertahap dan mengurangi kebutuhan untuk menebak waktu pasar.

Karena itu, DCA sebaiknya tidak dipahami sebagai cara menghilangkan risiko, melainkan sebagai metode untuk mengatur proses pembelian.

DCA Bitcoin Harian atau Bulanan?

Keduanya memiliki pendekatan yang sama, yaitu membeli secara berkala.

DCA harian cocok bagi orang yang ingin membagi pembelian menjadi nominal lebih kecil dan lebih sering.

Sementara DCA bulanan lebih sederhana bagi orang yang ingin mengalokasikan sebagian pendapatan setiap bulan.

Contohnya, seseorang mendapatkan penghasilan bulanan dan menetapkan Rp500.000 untuk membeli Bitcoin setiap bulan. Ia tidak perlu memikirkan harga Bitcoin setiap hari karena jadwal pembelian sudah ditentukan.

Yang terpenting adalah memilih jadwal yang realistis sehingga dapat dijalankan secara konsisten.

DCA vs Beli Bitcoin Sekaligus

DCA berbeda dengan lump-sum investment.

Lump-sum berarti dana yang tersedia langsung digunakan untuk membeli aset dalam satu transaksi atau dalam waktu yang relatif berdekatan.

Sementara DCA membagi dana ke dalam beberapa pembelian.

Contoh:

Lump-sum:
Rp12 juta langsung membeli Bitcoin.

DCA:
Rp1 juta × 12 bulan.

Hasil akhirnya sangat bergantung pada pergerakan harga Bitcoin selama periode tersebut. Karena itu, tidak tepat menganggap DCA selalu menghasilkan return lebih tinggi daripada membeli sekaligus.

DCA lebih berkaitan dengan pengaturan waktu dan disiplin pembelian.

apa itu DCA Bitcoin

Tips Melakukan DCA Bitcoin untuk Pemula

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ingin menggunakan strategi DCA.

Pertama, tentukan nominal yang realistis. Jangan menggunakan dana yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan pokok.

Kedua, tentukan periode investasi. DCA biasanya digunakan sebagai strategi bertahap, sehingga sebaiknya tidak hanya dilakukan berdasarkan pergerakan harga dalam beberapa hari.

Ketiga, jangan mengubah rencana hanya karena harga turun. Salah satu alasan orang menggunakan DCA adalah agar keputusan pembelian tidak sepenuhnya dipengaruhi emosi.

Keempat, tetap evaluasi investasi. DCA bukan berarti membeli Bitcoin tanpa pernah memeriksa kembali tujuan dan kondisi keuangan.

Kelima, perhatikan biaya transaksi dan pajak yang berlaku. Biaya tersebut dapat memengaruhi jumlah Bitcoin yang akhirnya masuk ke portofolio.

Kesimpulan

DCA Bitcoin adalah strategi membeli Bitcoin secara rutin dengan nominal yang telah ditentukan tanpa berusaha menebak harga terendah pasar.

Di Indodax, konsep tersebut tersedia melalui fitur Investasi Rutin. Pengguna dapat memilih Bitcoin, menentukan nominal, memilih frekuensi harian atau bulanan, kemudian membiarkan pembelian dilakukan sesuai jadwal.

Bagi pemula, konsepnya cukup sederhana: tentukan dana, tentukan jadwal, beli secara konsisten, dan evaluasi secara berkala.

Namun, DCA bukan jaminan keuntungan. Nilai Bitcoin tetap dapat naik maupun turun dan investor tetap menghadapi risiko kehilangan sebagian atau seluruh nilai investasinya.

Disclaimer: Artikel ini hanya bertujuan memberikan informasi dan edukasi, bukan rekomendasi investasi. Aset kripto memiliki risiko volatilitas tinggi. Lakukan riset sendiri dan sesuaikan keputusan investasi dengan kondisi masing-masing.

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU