24.7 C
Jakarta
Kamis, 5 Agustus, 2021

AFtech Sebut Fintech Berpotensi Rambah Sektor Remitansi

duniafintech.com –┬áHead of Crowdfunding Working Group AFTech, Edward Ismawan mengklaim remitansi menjadi sektor potensial untuk dilirik para penyelenggara teknologi keuangan (fintech). Pernyataan tersebut didasari oleh himpunan data Bank Indonesia (BI) transaksi Tenaga Kerja Indonesia yang mencapai USD 3 milyar di setiap kuartalnya.

Edward juga menilai bahwa prinsip remitansi mampu diadopsi secara optimal oleh fintech. Ada pun hal-hal yang menjadi prinsip tersebut ialah pencegahan pencucian uang, pengaturan likuiditas, keberadaan tempat untuk penerimaan dan pengiriman.

Edward menilai, sektor ini mampu dijamah oleh fintech lantaran meningkatknya penggunaan teknologi serta menguatnya literasi masyarakat akan kebutuhan yang berbasis digital.

Edward pun menekankan soal aspek yang perlu dipenuhi para penyelenggara fintech di sektor remitansi. Ada pun hal tersebut mencakup layanan yang terintegritas dengan layanan bank daring serta platform yang tersedia di negara pengirim dan penerima.

Baca juga:

Potensi Fintech Jamah Remitansi

Edo Windratno selaku CEO Transfez yang juga penyelengara fintech pengiriman uang menilai sektor tersebut bernilai tinggi. Hal ini dinilai dari banyaknya nilai transaksi keuangan yang masuk ke dalam negeri. Berdasarkan data Bank Dunia, transaksi uang yang masuk ke dalam negeri mencapai USD 11 miliar, sementara uang yang keluar mencapai USD 1 miliar.

Sektor remitansi memang menjanjikan di Indonesia. Terlebih hadirnya teknologi dalam sektor ini menjadi sebuah pembaruan. Jika pengiriman uang berbasis konvensional membutuhkan waktu yang cukup lama dalam proses dan pengiriman, maka dengan hadirnya teknologi hanya memakan waktu 5-10 menit.

DuniaFintech/FauzanPerdana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Harga Bitcoin Hari Ini : Masih di Rp550 Jutaan, Uruguay Susun RUU Bitcoin

Harga Bitcoin hari ini masih menyentuh Rp550 juta. Ini adalah masa sideways dimana Bitcoin sempat rally selama lebih dari satu pekan di akhir Juli...

Like It, Dorong Literasi Keuangan Perkuat Ekonomi Nasional

Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bekerja sama dalam Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar...

Sebanyak 66% Konsumen di Asia Tenggara Tertarik dengan Bank Digital

Survey Visa menungkapkan bahwa 66% konsumen di Asia Tenggara tertarik pada bank digital. Dua negara tertinggi adalah Thailand 83% dan Filipina 81%. Laporan dari...

Survey Visa : 85% Konsumen di Asia Tenggara Cashless, Indonesia Bagaimana?

Survey Visa mengungkapkan bahwa sebanyak 85% konsumen di Asia Tenggara mengadopsi pembayaran tanpa uang tunai atau cashless. Dari hasil survey Singapura (98%), Malaysia (96%)...

FinAccel, Perusahaan Induk Kredivo Siap Melantai di Bursa Nasdaq

FinAccel, perusahaan induk dari platform fintect P2P Lending Kredivo, berencana untuk go public di bursa saham Nasdaq, Amerika Serikat. FinAccel akan akuisisi dengan...
LANGUAGE