26.7 C
Jakarta
Kamis, 29 September, 2022

Pendaftaran Penyedia Pinjaman Online Baru di Stop OJK

duniafintech.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan pendaftaran bagi perusahaan fintech penyedia pinjaman online baru di stop untuk sementara waktu. Pasalnya, pertumbuhan bisnis pinjaman online ini dinilai terlalu pesat. Hingga saat ini, sudah ada 164 perusahaan fintech yang terdaftar di OJK dan baru 25 fintech yang mendapatkan izin.

Riswinandi selaku Kepala Eksekutif Industri Keuangan Non Bank (IKNB) mengatakan, pertumbuhan bisnis pinjaman online lebih cepat dari pengawasan dan regulasi yang dilakukan OJK. Maka dari itu, pendaftaran penyedia pinjaman online baru di stop untuk sementara agar memberi waktu bagi OJK menyempurnakan sistem pengawasan industri keuangan yang tergolong baru ini.

Hold (tahan) dulu pendaftaran fintech. Bukan kami menghalangi kesempatan berusaha, tetapi agar kegiatan usaha ini lebih berkualitas. Kami bereskan dulu proses perizinannya, pengawasannya, infrastrukturnya, termasuk sanksi-sanksinya,” ujar Riswinandi.

Baca Juga:

Total pinjaman yang disalurkan fintech sepanjang tahun 2015-2016 lalu mencapai Rp81,50 triliun atau meningkat 259,56 persen hingga 2019 lalu sebesar Rp 13,16 triliun atau naik 160 persen.

Riswinandi menambahkan, kebijakan pendaftaran penyedia pinjaman online di stop dikarenakan melanjutkan proses fintech terdaftar dan berizin demi mengantisipasi munculnya masalah. Antara lain, pinjaman yang dilakukan oleh satu orang di banyak platform dan banyaknya pinjaman yang bersifat konsumtif. Riswinandi juga mengaku telah berdiskusi dan meminta pendapat pelaku usaha fintech melalui asosiasi. Sembari asosiasi meningkatkan penggunaan fintech data center untuk memeriksa data dan kelayakan peminjam.

Fintech data center ini pun baru dimanfaatkan oleh kurang dari 10 peserta. Sistem ini persis Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) di OJK atau dahulu dikenal BI Checking, yang memungkinkan fintech mengecek informasi para peminjam. SLIK fintech ini, dimaksudkan untuk memudahkan pengawasan terhadap nasabah yang melakukan pinjaman. Dengan adanya SLIK ini diharapkan hal serupa bisa dicegah sehingga bisa melindungi masyarakat juga pelaku usaha fintech itu sendiri.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Indodax Trading Fest Oktober 2022 Berhadiah Ratusan Juta, Komitmen Indodax Demi Literasi Keuangan Digital

JAKARTA, duniafintech.com – Indodax, platform kripto terbesar di Indonesia dengan 5,5 juta member terdaftar kembali menggelar Indodax trading fest Oktober 2022 secara rutin.  Pelaksanaan lomba atau...

Sri Mulyani Ungkap Potensi Ekonomi Digital Indonesia Tertinggi se-Asia Tenggara

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan ekonomi digital di Indonesia memiliki potensi yang sangat luar biasa, tertinggi se-Asia Tenggara. Hal itu tercermin sejak...

Erick Keluhkan Generasi Saat Ini Tidak Mau Jadi Petani

JAKARTA, duniafintehch.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai generasi muda saat ini enggan menjadi Petani lantaran tidak memiliki jaminan masa...

Pertamina Bantah Tudingan Produk Pertalite Bikin Boros

JAKARTA, duniafintech.com - Pertamina buka suara terkait beberapa hari ini viral mengenai keluh kesah konsumen pengendara yang menggunakan Bahan Bakar Minyak jenis Pertalite. Para...

Cara Cicil iPhone di iBox, Bisa Pakai Shopee Juga Lho!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara cicil iPhone di iBox dengan kartu kredit hingga Shopee berikut ini penting banget lho untuk diketahui. Pasalnya, hingga detik ini, iPhone...
LANGUAGE