33.6 C
Jakarta
Jumat, 25 September, 2020

OJK Imbau Perusahaan Fintech Hati-Hati Pilih Lokasi Kantor

duniafintech.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan larangan mengenai lokasi kantor untuk perusahaan fintech dan kerjasama dengan pihak lain terkait fintech yang tidak terdaftar atau berizin. Maraknya perusahaan rintisan yang berfokus di bidang peminjaman online membuat OJK selektif untuk menerbitkan perizinan mendirikan platform fintech yang berlokasi sesuai dengan reputasi perusahaan.

Dalam rangka menjaga reputasi industri dan mendukung keberlangsungan ekosistem perusahaan fintech peer to peer lending, OJK meminta perusahaan yang bergerak di bidang fintech P2PL untuk memenuhi dua hal yaitu, yang pertama tidak memiliki kantor di daerah-daerah yang terindikasi banyak beroperasi fintech yang tidak terdaftar/berizin di OJK dan tidak bekerja sama dengan pihak-pihak yang terindikasi telah/sedang bekerja sama dengan perusahaan fintech yang tidak terdaftar/berizin di OJK.

Baca Juga:

Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengawasan Financial Technology OJK Hendrikus Passagi mengatakan lokasi kantor sangat penting untuk penilaian OJK. Keseriusan sebuah perusahaan fintech bisa dilihat dari lokasi kantornya. Jika kantornya abal-abal, fisiknya tak jelas dan kondisi kantornya tidak jelas berarti pelaku fintech lending tidak serius menjalankan bisnisnya. Fintech P2P lending ini melibatkan dana publik, sehingga jika ingin menjalankan bisnis tersebut penampilan penting sebagai upaya menjaga dana dan meningkatkan kepercayaan publik.

Imbauan ini disampaikan OJK untuk mempertegas langkah perlindungan konsumen secara menyeluruh dengan mengedepankan asas kepatutan dan asas kepantasan, sekaligus dalam rangka menjaga reputasi dan nama baik industri fintech lending terdaftar dan atau berizin di OJK, yang pada saat ini sedang bertumbuh dan telah banyak memberi manfaat positif bagi publik.

Langkah ini juga dimaksudkan oleh OJK untuk meminimalisir atau mencegah kemungkinan kerjasama secara off-line antara “oknum penyelenggara” fintech lending terdaftar atau berizin OJK dengan fintech lending illegal yang jumlahnya masih terus bertambah karena belum tersedianya Undang Undang yang dapat memberi sanksi pidana penjara atau pidana denda bagi penyelenggara fintech lending illegal.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Bank dan Fintech Ini Salurkan Pendanaan Rp 500 M Untuk UMKM Desa

DuniaFintech.com - Bank dan fintech ini salurkan pendanaan Rp 500 M untuk UMKM desa? Ya! PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk...

Modal Smartphone Pinjam Uang 20 Juta langsung Cair Bisa Mudah Didapatkan, Mau?

Duniafintech.com - Memang ada platform yang menyediakan pinjam uang 20 juta langsung cair dan aman terdaftar OJK? Tentu ada dong, dengan kecanggihan...

Mandiri Capital Suntikkan Dana Seri A untuk Startup PoS iSeller

DuniaFintech.com - Startup teknologi Point of Sales (PoS) iSeller mendapatkan kucuran dana tahap Seri A oleh Mandiri Capital sebagai pimpinan lingkaran pendana....

Deretan Aplikasi Penghasil Uang untuk Tambah Isi Kantong Selain Aplikasi GoIns

Duniafintech.com - Di Era jaman serba digital ini semua kemungkinan dapat terwujud. Dengan kemajuan teknologi yang canggih, Anda bisa menghasilkan uang dengan...

Strategi Mitigasi KoinWorks untuk UKM di Masa Resesi

DuniaFintech.com - Penyelenggara jasa keuangan berbasis teknologi (fintech) KoinWorks menjelaskan tentang cara pencegahan pelaku UKM dalam bertahan dan memulai adaptasi terhadap perangkat...
LANGUAGE