28.9 C
Jakarta
Jumat, 7 Agustus, 2020

Airome Technologies dan Oz Forensics Hadirkan Tata Kelola Keamanan Fintech Indonesia

duniafintech.com – Pengembang solusi keamanan perbankan daring dan tata kelola dokumen elektronik, Airome Technologies telah memijakkan kakinya di Indonesia. Dalam ekspansinya, pengembang asal Singapura ini menjalin kerja sama dengan Oz Forensics di bidang teknologi. Ikatan kedua belah pihak tersebut menghadirkan solusi keamanan kepada penyelenggara fintech Tanah Air.

Menjamurnya klaster fintech di Indonesia seperti remitansi, pembayaran elektronik, aset kripto, investasi dan pinjaman berpotensi membuat golongan non-perbankan terangkul. Hal ini ditunjang melalui laporan e-Conomy SEA pada 2019 yang menyebutkan sebanyak 92 juta penduduk tidak memakai layanan bank, sementara 47 juta lainnya tidak berkesempatan mendapatkan layanan.

Fenomena tersebut juga memungkinkan hadirnya gaya baru kriminalitas yang menyasar teknologi keuangan di Indonesia. Dennis Kalemberg selaku Co-Founder dan CEO Airome Technology mengklaim bahwa pengembang fintech Tanah Air belum sepenuhnya memerhatikan aspek tersebut.

“Menguras rekening bank melalui pencurian identitas adalah salah satu kasus pelanggaran hukum terbesar di Asia Tenggara. Banyak perusahaan yang tampaknya kurang mengetahui konsekuensi penuh dari pelanggaran dan kebocoran data melalui pengisian informasi yang berkaitan dengan identitas pribadi. Semua ini merupakan inti dari permasalahan rekayasa sosial yang merupakan sumber pencurian uang di perbankan digital,”

Baca juga:

Airome Technologies dan Oz Forensics Siapkan Teknologi Canggih untuk Transaksi Digital

Denis melanjutkan, pihaknya dengan Oz Forensics menyediakan keamanan mutakhir berbasis teknologi untuk melindungi segala ancaman yang hadir dalam transaksi digital yang dilakukan melalui perangkat internet mau pun gawai khusus.

Tugas Oz Forensics dalam menjamin keamanan transaksi digital melalui identifikasi berbasis automasi onboarding online dengan analisis gambar, video dan biometrik.

“Solusi terintegrasi kami dengan Oz Forensics memiliki tujuan untuk melindungi pengguna perbankan digital dari penipuan, terlepas dari fitur keamanan yang dimiliki oleh bank ataupun instrumen yang mereka gunakan. Kombinasi teknologi biometrik dan tandatangan digital tidak hanya menyediakan solusi terpadu sekaligus terpercaya yang dapat melakukan operasi secara sederhana dan aman serta menyediakan perlindungan bagi para klien di kanal-kanal digital. Kombinasi tersebut juga mudah untuk diintegrasikan dan hemat biaya untuk bank. Kami percaya bahwa solusi ini akan menjadi penting, tepat pada waktunya dan relevan, apalagi mempertimbangkan adanya disrupsi besar-besaran yang tengah terjadi di Indonesia,”

-Fauzan-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

P2P Lending Syariah Terpercaya dan Terdaftar di OJK

DuniaFintech.com - P2P lending syariah menjadi pilihan bagi masyarakat yang menghindari bunga pinjaman. P2P lending syariah tidak hanya menawarkan pinjam meminjam tetapi...

Mau Bisnis Untung Saat Corona? Peluang Usaha ini Cukup Menjanjikan untuk Dicoba

DuniaFintech.com - Saat ini usaha yang bisa dilakukan hanya dengan di rumah saja menjadi usaha yang paling cocok untuk dilakukan agar penghasilan...

Pinjam Uang Tanpa Riba, Ini Beberapa Jenis Pinjaman yang Bisa Jadi Pilihan Anda

DuniaFintech.com - Berencana pinjam uang tanpa riba? Banyak yang menganggap penyertaan bunga pada pinjaman konvensional sebagai riba yang seharusnya dihindari umat Muslim. Beberapa...

Fintech Bersaing jadi Penyedia Pembayaran di Saat Transaksi E-Commerce Meningkat

DuniaFintech.com - Pandemi covid-19 membuat transaksi digital semakin menggeliat. Pasalnya, imbauan untuk mengurangi penggunaan uang tunai yang digaungkan pemerintah membuat fintech bersaing...

Telunjuk.com Bantu Tingkatkan UMKM Lewat Basis Data

DuniaFintech.com - Layanan e-commerce aggregator berbasis digital, Telunjuk.com menekankan pentingnya pemanfaatan basis data elektronik untuk membantu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)...
LANGUAGE