32.8 C
Jakarta
Selasa, 9 Agustus, 2022

Anti Saham Gorengan! KoinWorks Edukasi Publik Atur Keuangan

DuniaFintech.com – Menilik beberapa kasus soal layanan keuangan beberapa waktu lalu, publik dinilai perlu memahami seluk beluk dari jasa, fungsi hingga jenis dari jasa finansial yang ditawarkan. Hal ini merupakan tantangan nyata yang dihadapi masyarakat, lantaran tingkat literasi keuangan di Indonesia yang masih dibawah 50%.

Selain itu, memilih produk finansial untuk pengembangan aset yang sesuai kebutuhan dan karakter bukanlah perkara mudah bagi setiap orang. Masalah tersebut kerap merujuk kepada persoalan tentang rendahnya kredibilitas dari wadah setiap badan dan institusi keuangan dalam mengedukasi layanannya.

Rendahnya literasi masyarakat membuat penyelenggara fintech KoinWorks untuk melakukan berbagai upaya terukur untuk mengatasinya. Dimulai dari kegiatan edukatif hingga kolaborasi dari berbagai pihak telah dilakukan. Frecy Ferry Daswaty selaku Marketing VP KoinWorks menilai edukasi dan kebebasan yang didapat oleh setiap pengguna jasa keuangan adalah kunci hadirnya inklusi.

“Kami menyediakan ragam kebutuhan finansial untuk personal dan bisnis. Di platform Kami, pengguna dapat menentukan sendiri produk finansial yang sesuai dengan kebutuhan dan profil resikonya,”

“secara berkala kami selalu mengadakan edukasi terkait pengelolaan finansial guna terciptanya literasi keuangan yang baik di masyarakat baik melalui kegiatan yang bersifat online dan offline,”

Baca juga:

KoinWorks Hadirkan Ragam Layanan Keuangan

Dalam menggenjot literasi keuangan di Indonesia, KoinWorks menggandeng berbagai lembaga edukatif, termasuk lembaga pemerintah seperti Dewan Sekretariat Nasional Keuangan Inklusif (DSNKI). Kerjasama ini ditandai dengan peluncuran e-book berjudul Peran Digitalisasi Pengelolaan Keuangan Dalam Meningkatkan Inklusi Keuangan”.

Pada saat yang sama, seminar daring bertajuk “Masa Depan Inklusi Keuangan Indonesia” juga mewarnai peluncuran buku daring tersebut. Dalam sesi tersebut, hadir penasihat Departemen Riset Sektor Jasa Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, Sondang Martha Samosir.

Panduan dan edukasi dalam buku daring tersebut diharapkan membuat masyarakat mampu mengelola dan merencanakan keuangannya. Diharapkan juga, literasi finansial masyarakat Indonesia dapat tumbuh lebih baik, sehinga tidak terjebak dalam jasa investasi bodong.

“Kami memastikan bahwa setiap aktivitas dan pengembangan produk yang dilakukan sesuai dengan arahan dan ketentuan yang diberikan oleh OJK.

“Pengguna jasa selalu diarahkan untuk menentukan sendiri produk pengembangan aset yang sesuai dengan kebutuhannya baik secara individu maupun bisnis,”

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Top Up OVO lewat OCBC NISP 2022: ATM & Mobile Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat OCBC NISP sejatinya hampir mirip kok dengan cara isi saldo OVO lewat sejumlah bank lainnya. Saat ini,...

Cara Menghubungkan Akulaku ke Bukalapak, Banyak Manfaatnya!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghubungkan Akulaku ke Bukalapak berikut ini perlu diketahui karena akan memberikan banyak manfaat bagi penggunanya. Nah, sebagai pelanggan Akulaku, barangkali kamu...

Fantastis! Hingga Juni 2022, Sudah 9,5 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital

JAKARTA, duniafintech.com - Hingga Juni 2022, sudah 9,5 juta UMKM masuk ekosistem digital. Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki mengatakan sebanyak 19,5 juta pelaku...

Jangan Salah Kira, Inilah Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin

JAKARTA, duniafintech.com - Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin sangat mencolok. Data dari Coinmarketcap menunjukkan ada sekitar 20 ribu kripto yang tercatat.  Dari sekian banyak kripto di...

Lindung Konsumen, AFPI Percepat Sertifikasi Tenaga Penagihan

JAKARTA, duniafintech.com – Untuk meningkatkan perlindungan konsumen, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) percepat program pelatihan dan sertifikasi bagi para tenaga penagihan sehingga di...
LANGUAGE