27.8 C
Jakarta
Selasa, 31 Januari, 2023

Apa Itu Crypto Winter? Ini Perbedaan Crash Tahun 2018 dengan 2022

JAKARTA, duniafintech.com – Apa itu crypto winter? Adapun istilah yang satu ini memang semakin sering terdengar serta menarik perhatian.

Istilah tersebut juga barangkali masih terasa asing di telinga sebagian besar orang. Namun, di komunitas kripto sendiri, istilah ini memang sering kali muncul.

Menukil laman CNBC, istilah yang satu ini menjadi ungkapan yang mengacu pada saat pasar tengah lesu, utamanya di pasar uang digital.

Untuk mengetahui lebih jauh soal istilah yang satu ini, simak ulasan berikut ini.

Baca juga: Apa Itu Crypto Winter? Intip Sejarahnya di Sini

Sekilas tentang Apa Itu Crypto Winter

Sejatinya, crypto winter alias musim dingin kripto ini merupakan fase ketika harga kripto mengalami penurunan dalam jangka panjang akibat berbagai hal.

Adakalanya, musim dingin kripto dapat terjadi bersamaan dengan bearish market di pasar saham, tetapi tidak selalu demikian.

Pasar kripto dianggap mengalami crypto winter ketika harganya mengalami penurunan sebesar 20% atau lebih dari harga tertingginya saat ini.

Pada 2022, indeks harganya telah mengalami penurunan sekitar 70% dari harga tertingginya saat ini sehingga sudah bisa dikatakan bahwa investasi kripto sedang mengalami musim dingin atau winter.

Akan tetapi, sayangnya, musim dingin kripto adalah sesuatu yang sangat sulit diprediksi kapan akan berakhir sehingga seringkali memicu kepanikan pada investor.

Apalagi, tidak hanya koin kripto yang kurang begitu dikenal saja yang mengalaminya, tetapi NFT dan koin crypto dengan nama besar seperti Bitcoin dan Ethereum juga mengalaminya.

Perbedaan Apa Itu Crypto Winter 2018 dengan 2022

Melangsir CNBC Indonesia, kembali ke tahun 2018, Bitcoin dan token lainnya merosot tajam usai kenaikan tajam pada tahun 2017. Hal ini mirip dengan yang terjadi tahun ini.

Kemudian, pasar dibanjiri dengan apa yang disebut penawaran koin awal (initial coin offering/ICO), di mana orang dengan rela menuangkan uangnya ke dalam aset kripto yang muncul di kiri, kanan dan tengah, tetapi sebagian besar proyek tersebut akhirnya gagal.

“Crash kripto di 2017 sebagian besar disebabkan oleh bubble yang sudah pecah,” ucap Direktur riset di perusahaan data kripto Kaiko, Clara Medalie, kepada CNBC International.

Akan tetapi, crash kripto 2022 lebih kompleks ketimbang 2017, di mana pasar kripto sudah mulai membentuk tren penurunan sejak awal tahun ini.

Hal itu lantaran investor telah memprediksi bahwa tahun 2022 sebagai tahun yang cenderung sulit bagi pasar kripto karena faktor ekonomi makro yang cenderung memburuk.

Inflasi yang terus meninggi dan menyebabkan bank sentral Amerika Serikat (S), Federal Reserve (The Fed) dan bank sentral lainnya secara agresif menaikkan suku bunga. Faktor-faktor ini tidak terjadi pada crash kripto 2017—2018.

Bitcoin dan cryptocurrency lainnya kian berkorelasi erat dengan aset berisiko lainnya, khususnya saham. Bitcoin membukukan kuartal terburuknya dalam lebih dari satu dekade pada kuartal kedua tahun ini. Pada periode yang sama, Nasdaq yang sarat teknologi turun lebih dari 22%.

Adapun pembalikan pasar kripto yang tajam itu membuat banyak investor besar di industri kripto mulai mengalami masa-masa sulit akibat lesunya kripto.

Puncaknya, yaitu pada pertengahan bulan lalu, investor besar yang secara mayoritas terdiri atas perusahaan dana lindung nilai (hedging)hingga perusahaan pemberi pun akhirnya terkena krisis likuiditas.

Baca juga: Apa Itu Crypto Winter: Dampak dan Kapan Situasi Ini akan Berakhir

“Perbedaan lainnya adalah tidak ada pemain besar Wall Street yang menggunakan “posisi yang sangat berpengaruh” pada tahun 2017 dan 2018,” ucap Profesor keuangan di Universitas Sussex, Carol Alexander.

Apa Itu Crypto Winter

Tips Menghadapi Apa Itu Crypto Winter

1. Jangan berinvestasi lebih daripada kemampuan

Pertama, pastikan hanya berinvestasi dengan dana investasi yang telah kamu persiapkan. Pasalnya, dalam kondisi bullish market sekalipun, investasi tetap memiliki risiko.

Apalagi dalam kondisi crypto winter atau bearish market di mana risiko kegagalan lebih tinggi.

Berinvestasi melebihi batas kemampuanmu hanya akan membuatmu mengalami kesulitan keuangan saat investasi yang kamu lakukan benar-benar mengalami kegagalan.

2. Berhati-hati memilih proyek crypto sebagai tips menghadapi apa itu crypto winter

Adapun tingginya minat para investor terhadap crypto menyebabkan banyak penipuan mengatasnamakan proyek crypto.

Maka dari itu, waspadalah ketika memilih proyek yang akan diikuti dan hanya pilih proyek yang menurutmu paling aman.

Kalau kamu merasa belum terlalu yakin maka berinvestasilah dalam jumlah yang sedikit dulu untuk meminimalkan risiko kerugian.

3. Lakukan penyesuaian portofolio investasi

Bukan masalah kalau kamu merasa takut mengalami kerugian lebih besar sehingga memutuskan untuk menjual aset kripto milikmu.

Atau, kamu merasa aset kripto lain lebih memiliki potensi besar mengalami kenaikan dibanding asetmu saat ini sehingga memilih untuk beralih ke aset lain.

Dalam hal ini, kamu pun dapat menerapkan diversifikasi portofolio investasi untuk membagi risiko di masa musim dingin kripto ini jika tidak mau kehilangan semua aset yang telah dimiliki.

Dengan demikian, kamu bisa menjual sebagian aset yang telah dimiliki untuk membeli aset crypto lain yang kamu percaya dapat bertahan menghadapi musim dingin kripto atau menambah dana investasi lagi untuk membeli aset baru tersebut dengan tetap mempertahankan semua aset lamamu.

4. DCA (Dollar-Cost Averaging) Strategy

Pada masa musim dingin kripto dan bearish market seperti saat ini, menerapkan DCA strategy dapat menjadi penyelesaian yang tepat.

DCA strategy sendiri berarti melakukan investasi secara reguler pada aset yang sama dengan nominal investasi yang sama juga.

Strategi tersebut dianggap mampu memberi kamu keuntungan untuk investasi jangka panjang ketika akhirnya memasuki periode bullish market.

Baca juga: Apa Itu Crypto Winter? Ternyata Begini Awal Mula Musim Dingin Kripto

Sekian ulasan tentang apa itu crypto winter yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Investasi Sektor Manufaktur Naik 52 Persen di Tahun 2022, Tembus Rp497,7 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi pada sektor industri manufaktur di Tanah Air terus meningkat meski di tengah dinamika geopolitik dunia yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi global....

Daftar HP Samsung Terbaru 2023 Dari Berbagai Seri

JAKARTA, duniafintech.com - Samsung dikenal sebagai salah satu merek ponsel pintar atau HP favorit banyak orang, terutama bagi para pengguna sistem operasi Android. Pasalnya,...

Sri Mulyani Upayakan Sinergi APBN Kembangkan Produktivitas UMKM

JAKARTA, duniafintech.com - Sinergi APBN sebagai instrumen keuangan negara dengan para pelaku usaha menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani dapat mengamplifikasi pemulihan ekonomi Indonesia. Berkaitan dengan...

Moncer! Ekspor Mobil Surplus Capai 64 Persen

JAKARTA, duniafintech.com - Industri otomotif ekspor mobil surplus merupakan salah satu sektor manufaktur yang strategis karena berperan penting dalam upaya menopang perekonomian nasional.  Juru Bicara...

Berikan PMN, Sri Mulyani Minta BTN Penuhi Kebutuhan Rumah

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan hak untuk mendapatkan tempat tinggal, termasuk dari BTN, yang layak diatur dalam undang-undang. Namun...
LANGUAGE