34.5 C
Jakarta
Selasa, 26 Oktober, 2021

ASEAN Kini Menjadi Pusat Pertumbuhan Cross Border Payment

ASEAN bergerak menuju jaringan pembayaran bergaya Single European Payments Area (SEPA). Ini menjadikan Asia Tenggara sebagai titik fokus global untuk pertumbuhan pembayaran real-time lintas batas (cross border payment).

Berikut laporan duniafintech mengutip dari fintechnews.sg mengenai perkembangan fintech di Asia Tenggara.

Cross border payment adalah suatu sistem pembayaran yang melewati lintas negara. Sistem ini banyak terjadi di Eropa mengingat negaranya yang kecil dan berdempetan.

Baca Juga : 7 Tren Fintech pada Tahun 2021 di ASEAN, Apa Saja?

Baca Juga : Gojek Akhirnya Merger dengan Tokopedia, Simak Ulasan Ini

Dekade terakhir telah menyaksikan ekonomi di seluruh APAC memodernisasi sistem pembayaran mereka. Ini menggantikan infrastruktur domestik mereka untuk membuat pembayaran lebih murah, lebih cepat, dan lebih efisien.

Asia Tenggara khususnya telah membuat kemajuan dalam hal inovasi pembayaran real-time dengan banyak regulator meluncurkan alat. Termasuk pembayaran instan, kode QR, dan jaringan debit langsung waktu nyata.

Cross Border Payment di Singapura

Singapura meluncurkan layanan transfer dana elektronik Fast And Secure Transfers (FAST) pada tahun 2014. Ini memungkinkan individu dan entitas sama-sama melakukan transfer elektronik secara real-time.

FAST beroperasi dari Network for Electronic Transfers (NETS). Platform ini adalah penyedia layanan pembayaran elektronik yang dari DBS Bank, OCBC Bank dan United Overseas Bank (UOB).

Cross Border Payment di Malaysia

Malaysia memperkenalkan Real-time Retail Payment Platform (RPP) pada awal 2019 setelah upaya beberapa tahun untuk memodernisasi infrastrukturnya. Paynet ingin melakukan kredit instan lintas batas dan pembayaran peer-to-peer (P2P) di seluruh wilayah ASEAN.

CEO grup PayNet Peter Schiesser, mengatakan dalam Januari 2019. Bank Negara Malaysia (BNM) adalah pemegang saham tunggal terbesar PayNet dengan sebelas lembaga keuangan Malaysia.

Menghubungkan infrastruktur pembayaran real-time domestik

Meskipun proyek-proyek ini terutama fokus pada pasar domestik masing-masing, negara-negara Asia Tenggara berupaya untuk menciptakan hubungan lintas batas.

Pengaturan tersebut termasuk misalnya nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani antara operator sistem pembayaran di Asia Tenggara. Mereka adalah NETS, PayNet, serta National ITMX (ITMX) dari Thailand, National Payment Corporation of Vietnam (NAPAS) dan PT Rintis Sejahtera (Rintis) dari Indonesia.

Mereka bertujuan untuk mengaktifkan pembayaran lintas batas real time dengan menghubungkan infrastruktur pembayaran masing-masing.

Operator-operator ini adalah anggota Jaringan Pembayaran Asia (APN), sebuah inisiatif yang diluncurkan pada tahun 2006 untuk berfungsi seperti SEPA. Seperti yang dibayangkan semula, APN akan dimulai di negara-negara ASEAN. Nantinya juga akan berkembang mencakup lebih banyak negara di Asia Pasifik.

Contoh lain adalah keterkaitan PayNow Singapura, layanan transfer dana peer-to-peer (P2P) dari ssociation of Banks in Singapore (ABS) pada tahun 2017, ke layanan yang setara di Thailand, PromptPay.

Di Malaysia dan Singapura, masing-masing operator sistem pembayaran, PayNet dan NETS, secara resmi meluncurkan pembayaran kartu debit lintas batas waktu nyata pada akhir 2019. Ini memungkinkan penggunaan kartu ATM NETS Singapura di Malaysia dan penggunaan kartu ATM MyDebit Malaysia dapat terjadi di Singapura.

NETS dan PayNet sejak itu telah bekerja untuk menghubungkan masing-masing infrastruktur pembayaran waktu nyata untuk memungkinkan transfer dana instan lintas batas dan pembayaran QR antara Singapura dan Malaysia.

Penulis : Kontributor

Editor : Gemal A.N. Panggabean

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Aurora Kripto Ramai Dibeli di Indodax Hingga Lebih dari Rp59 M, Ternyata Ini Penyebabnya

Token Aurora (AOA) sedang ramai di borong oleh investor di Indodax pada pagi ini (26 Oktober 2021). Pagi itu sekitar pukul 10.00 WIB, volume...

Sebelum Kredit, Pahami Kelebihan dan Kekurangan Rumah Subsidi

Apakah kamu sudah tahu kelebihan dan kekurangan rumah subsidi? Saat ini, rumah menjadi salah satu kebutuhan primer bagi setiap orangnya. Apalagi untuk pasangan yang...

Kelebihan Investasi Properti untuk Masa Depan dan Tips Memulainya

Properti menjadi salah satu bentuk investasi yang banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Bahkan bisa dijadikan tempat tinggal maupun usaha yang menjanjikan. Sampai saat ini...

Sangat Membantu Investor untuk Valuasi Saham, Apa itu Rumus PER?

Sangat membantu investor untuk valuasi saham, rumus PER (Price to Earnings Ratio) sejatinya belum diketahui oleh banyak investor, terlebih lagi trader saham pemula. Rumus...

Mengenal Return Saham: Jenis dan Cara Menghitung

Keuntungan investor dalam berinvestasi berasal dari return saham atau imbal balik saham. Sementara itu, investasi sendiri bertujuan untuk memperoleh keuntungan dengan nominal tertentu sebagai...
LANGUAGE