25 C
Jakarta
Jumat, 7 Oktober, 2022

AsiaCollect Rilis Fintech SmartAgent SaaS

duniafintech.com  Singapura, 26 Maret 2019 – Dalam rangka mengatasi kurangnya penagihan utang otomatis di Asia, AsiaCollect merilis produk unggulan SmartAgent SaaS.  SmartAgent SaaS merupakan produk fintech yang berdiri sendiri.

Sebagai penyedia Credit Management Services (CMS) end-to-end yang aktif di seluruh Emerging Asia, AsiaCollect merilis SmartAgent, solusi Software-as-a-Service (SaaS) andalannya, sebagai produk mandiri untuk agen penagihan, pemberi pinjaman digital, bank dan lembaga keuangan non-bank di pasar intinya di India, Indonesia dan Vietnam.

Layanan tersebut sebelumnya digabung untuk klien sebagai bagian dari layanan outsourcing CMS dan layanan penasehat perusahaan. Namun sekarang SmartAgent akan ditawarkan sebagai SaaS mandiri untuk membantu klien secara maksimal dan efisien melalui profil yang lebih cerdas dan menargetkan peminjam dengan hutang tanpa jaminan mulai dari pinjaman pribadi, hutang kartu kredit hingga, pinjaman sepeda motor.

SmartAgent diatur untuk mengubah industri penagihan hutang tradisional yang sangat manual dengan memperkenalkan kepada industri beberapa inovasi paling canggih seperti AI dan kemampuan pembelajaran mesin di samping teknologi saat ini yang mencakup rekaman interactive voice machine recordings (IVMR), prediktif sistem panggilan otomatis, SMS, email, dan komunikasi melalui media sosial. Melalui AI dan kemampuan pembelajaran mesin, SmartAgent menganalisis psikologi perilaku dan emosi peminjam, sehingga memungkinkan operator call center untuk berkomunikasi secara lebih efektif dengan berbagai tipe kepribadian. Tujuannya adalah untuk meningkatkan tidak hanya kemungkinan mencapai peminjam, tetapi juga tingkat pemulihan untuk setiap individu yang ditargetkan.

Baca juga

Pendiri dan CEO AsiaCollect Tomasz Borowski, mengatakan:

“Industri FinTech di pasar Asia yang sedang berkembang penuh dengan beberapa inovasi yang paling inovatif, di mana bank dan pemberi pinjaman digital terus menciptakan kembali cara-cara yang lebih cepat dan lebih nyaman bagi orang untuk mendapatkan akses ke pembiayaan. Inovasi di sektor penagihan utang di kawasan ini kurang umum dan masih cukup mendasar. Kami percaya kami dapat membantu mengubah ini melalui SmartAgent di mana pemberi pinjaman memiliki akses ke alat prediksi yang sangat otomatis dan memungkinkan mereka untuk memulihkan utang dengan lebih efisien. “

SmartAgent dirancang sesuai dengan ukuran buku pinjaman pemberi pinjaman dan profil peminjam yang ditargetkan. Pemberi pinjaman digital skala kecil dan agen penagihan dapat mulai dengan versi Basic atau Lite, sementara operasi penagihan penuh, seperti yang dilakukan bank dan lembaga keuangan non-bank, dengan profil peminjam yang lebih besar dan lebih beragam akan mendapat manfaat dari Optimize, Augment atau Intel.

 

-Press Release-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Ancaman Resesi Ekonomi Global 2023, Tetap Yakin Ingin Cicil Rumah?

JAKARTA, duniafintech.com - Ekonomi global diprediksi akan menghadapi resesi ekonomi global. Hal itu terlihat dari beberapa kebijakan bank-bank sentral di berbagai negara dengan mengeluarkan...

Pinjol Cepat Cair 2022 Limit Besar Resmi, Ini Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair adalah pinjaman yang diajukan via aplikasi di smartphone, dengan proses pencairan dana cepat. Saat ini, pinjol yang berizin Otoritas...

Berita Kripto Hari Ini: Apa Kabar Bursa Kripto Indonesia?

JAKARTA, duniafintech.com – Berita kripto hari ini akan mengulas soal perkembangan bursa kripto Indonesia yang masih belum diluncurkan. Adapun sebelumnya, bursa kripto pun sempat molor—sebagai...

Berita Bitcoin Hari Ini: Sempat Menguat, Bitcoin Melemah!

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini akan mengulas soal harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya dengan pergerakan yang beragam. Pada perdagangan pagi ini, mayoritas...

Kerangka Kerja Inklusi Keuangan Fokus Digitalisasi dalam Presidensi G20 Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Presidensi G20 Indonesia menyusun Kerangka Kerja Inklusi Keuangan sebagai panduan bagi setiap negara untuk mendorong digitalisasi guna menciptakan ekonomi yang inklusif...
LANGUAGE