25.6 C
Jakarta
Minggu, 3 Maret, 2024

Asuransi Penyakit Kritis: Bedanya dengan Asuransi Kesehatan hingga Rekomendasi Terbaik

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi penyakit kritis terbaik, apa saja perbedaannya dengan asuransi kesehatan dan daftar rekomendasi terbaiknya?

Manfaat yang diberikannya mencakup pertanggungan biaya perawatan yang dibutuhkan nasabah selama menjalani pengobatan. 

Namun, banyak yang beranggapan bahwa jenis pertanggungan yang satu ini sama dengan asuransi kesehatan, padahal fungsinya berbeda.

Artian, asuransi yang satu ini akan aktif ketika kamu menderita penyakit serius, misalnya terdiagnosa penyakit kanker, jantung, dan lainnya.

Nah, untuk mengetahui selengkapnya, simak ulasan berikut ini, seperti dinukil dari Lifepal.

Perbedaan Asuransi Penyakit Kritis dengan Asuransi Kesehatan

Adapun hal yang paling mencolok untuk membedakan kedua jenis asuransi ini, yaitu jenis penyakit yang diderita oleh nasabah.

Pasalnya, jenis asuransi yang satu ini dikhususkan untuk memberikan santunan kepada nasabah yang menderita penyakit kritis dan memerlukan biaya yang lebih besar.

Diketahui, setiap perusahaan asuransi memiliki kebijakan tertentu soal jenis penyakit kritis yang menerima perlindungan.

Terhitung, ada sebanyak 40 hingga 60 jenis penyakit kritis yang dilindungi oleh beberapa perusahaan.

Jenis asuransi ini juga menanggung diagnosis penyakit yang diderita dan tahap-tahap perawatan dalam stadium yang berbeda.

Baca juga: Asuransi Mobil Online, Ketahui Yuk Daftar Produk Terbaiknya!

Kriteria Asuransi Penyakit Kritis Terbaik

  1. Cakupan perlindungan sesuai kebutuhan

Pertama, kamu harus mempertimbangkan jenis penyakit kritis apa saja yang ditanggung.

Dalam hal ini, kamu tidak perlu fokus cari asuransi yang menanggung jenis penyakit kritis hingga ratusan. Artinya, lebih baik fokus cari yang sesuai kebutuhan. 

Misalkan, kalau kamu punya riwayat penyakit kritis kanker atau jantung dalam keluarga maka sebaiknya cari asuransi yang menanggung kedua jenis penyakit kritis tersebut.

Di samping itu, pilih pula jenis penyakit kritis yang umum terjadi, misalnya stroke, ginjal, diabetes, dan kanker. 

  1. Cari pilihan pembayaran premi fleksibel

Perusahaan asuransi lazimnya akan memberikan pilihan untuk membayarkan premi bulanan, tahunan, dan semesteran.

Dengan demikian, kamu dapat bebas memilih waktu pembayaran premi sesuai kemampuan finansial. 

Sejumlah perusahaan asuransi pun menawarkan diskon menarik, misalnya asuransi Flexi Critical Illness dari Astra Life yang menawarkan harga premi 10 bulan untuk total perlindungan 12 bulan, tetapi diskon ini umumnya berlaku untuk pembayaran premi tahunan. 

  1. Menanggung hingga usia lanjut

Seperti diketahui, semakin lanjut usia, semakin tinggi pula risiko terserang penyakit. 

Oleh sebab itu, sebaiknya cari polis pertanggungan penyakit kritis yang menanggung hingga usia nasabah 70 hingga 99 tahun.

Contohnya adalah produk pertanggungan penyakit kritis dari Sun Life yang dapat diperpanjang hingga usia nasabah 100 tahun dan Astra Life hingga 85 tahun. 

  1. Pengecualian asuransi tertulis jelas dalam polis

Perlu dipahami, setiap asuransi memiliki klausul pengecualian atau risiko yang tidak ditanggung asuransi.

Salah satu pengecualian dalam pertanggungan penyakit kritis yang paling umum, yakni survival period atau periode bertahan hidup. Survival period ini biasanya adalah 14 hari, 30 hari, dan 7 hari. 

Misalkan, kalau asuransi punya survival periode 14 hari sejak terdiagnosa penyakit kritis, lalu tertanggung meninggal dunia di hari ke tujuh, maka tidak dapat mengajukan klaim.

Maka dari itu, bacalah dengan jelas pengecualian dalam polis asuransi yang dipilih.

  1. Memiliki keuangan perusahaan yang baik

Asuransi penyakit kritis bisa disebut bagus saat memiliki keuangan perusahaan yang baik. 

Cara ceknya pun mudah, yakni dengan melihat laporan tahunan perusahaan di situs resmi perusahaan asuransi yang diinginkan.

Lantas, cek apakah sesuai dengan ketentuan Peraturan Jasa Otoritas Jasa Keuangan (POJK), yakni rasio solvabilitas minimal 120 persen, ekuitas minimal Rp100 miliar, dan aset Rp150 miliar. 

Daftar Rekomendasi Asuransi Penyakit Kritis Terbaik 2023

  1. Asuransi Sun Critical Medcare

Buat kamu yang ingin terlindungi dari biaya perawatan penyakit kritis dengan harga terjangkau, produk asuransi SunLife bisa menjadi pilihan yang tepat.

Hanya dengan membayar premi sebesar Rp3.000 per hari, kamu akan terlindungi dari biaya penyakit kritis seumur hidup.

  1. FWD Critical Illness

Produk asuransi FWD ini memberikan dua jenis produk khusus dalam menangani perawatan penyakit kritis, yakni:

  • FWD Critical Illness Accelerated, produk ini memberikan manfaat kepada calon nasabah berusia 1 bulan hingga 80 tahun. Asuransi ini juga melindungi 49 jenis penyakit kritis dengan santunan uang mencapai Rp2 miliar. Perhitungan ini diambil dengan persentase 80 persen dari jumlah uang pertanggungan dasar.
  • FWD Critical Illness Non-Accelerated, hal yang membedakan dengan produk sebelumnya adalah jumlah pertanggungan dasar yang diterima. Melalui produk ini, kamu akan mendapatkan persentase uang santunan sebanyak 100 persen dengan nilai maksimal Rp2 miliar. Kemudian asuransi FWD juga memberikan uang santunan minimal 25 persen dari uang tanggungan dasar.
  1. PRUearly Stage Crisis Cover Plus

Sebagaimana namanya, pilihan polis asuransi Prudential ini memberikan perlindungan terhadap penyakit kritis mulai dari stadium awal hingga stadium lanjut.

Produk ini melindungi 112 jenis penyakit kritis, 3 tahap stadium, dan 7 penyakit kritis tambahan yang ditetapkan oleh Prudential.

Apabila terdiagnosa penyakit kritis, pihak Prudential akan memberikan uang pertanggungan yang sesuai dengan tahap stadium mulai dari 50 hingga 100 persen.

  1. Manulife Crisis Cover Protection

Perusahaan asuransi yang berasal dari Kanada ini menawarkan perlindungan dari 50 jenis penyakit kritis dengan uang tanggungan sebesar 100 persen.

Khusus penyakit kritis yang membutuhkan medis Angioplasty, pilihan polis asuransi Manulife Indonesia akan memberikan uang tanggungan sebesar 25 persen.

Uang tanggungan yang diterima pun tidak akan mengurangi pertanggungan tambahan yang sudah dimiliki sebelumnya.

Di samping itu, produk ini juga cocok untuk semua umur mulai dari usia 6 bulan hingga 60 tahun.

  1. AIA Critical Protection

Produk asuransi yang satu ini melindungi seluruh nasabahnya hingga berusia 99 tahun dengan pembayaran premi selama 10 hingga 20 tahun.

Perlindungan ini telah termasuk dengan biaya perawatan terhadap 60 jenis penyakit kritis dan uang pertanggungan terhadap risiko meninggal dalam 2 keadaan berbeda.

Asuransi AIA pun memiliki penawaran perlindungan penyakit kritis tambahan yaitu penyakit kritis minor yang memberikan perlindungan terhadap 58 jenis penyakit kritis minor.

Baca juga: Prinsip Asuransi di Indonesia, Apa Saja? Cari Tahu Yuk di Sini

  1. Cigna for Your Serenity

Produk asuransi dari Cigna yang satu ini menanggung usia nasabah mulai dari 18 hingga 55 tahun.

Keunggulan polis ada pada nilai uang pertanggungannya yang cukup tinggi yaitu hingga Rp400 juta.

Di samping itu, memberikan manfaat penyakit kritis, Cigna for Your Serenity ini juga memberikan manfaat asuransi jiwa berupa santunan meninggal dunia akibat sakit maupun kecelakaan hingga Rp400 juta. 

Namun, polis ini hanya menanggung 10 jenis penyakit kritis yang umum terjadi, yakni operasi by pass, operasi penggantian katup jantung, stroke, kanker, gagal ginjal, gagal hati, koma, luka bakar hebat, infarm miokard, dan transplantasi organ. 

  1. Asuransi Mandiri Proteksi Kanker

Pilihan polis dari AXA Mandiri ini cocok khususnya untuk calon nasabah yang memiliki riwayat penyakit kanker dalam keluarganya.

Premi dari Asuransi Mandiri Proteksi Kanker ini juga sangat bersahabat, yaitu mulai dari Rp60 ribuan per bulan. 

Sementara manfaat asuransi yang diberikan juga cukup menarik, yaitu uang pertanggungan hingga Rp250 juta dan manfaat pengembalian premi hingga 100 persen. 

  1. Critical Illness 100

Criticall Ilness 100 sering disebut sebagai salah satu pilihan pertanggungan penyakit kritis terbaik saat ini.

Pasalnya, ia menanggung 100 jenis penyakit kritis dengan uang pertanggungan sangat tinggi yaitu Rp1 hingga Rp5 miliar. 

Hal itu tentu menjadi keunggulan tersendiri untuk Allianz sebab masih sangat jarang perusahaan asuransi yang menanggung hingga 100 jenis penyakit kritis.

Untuk premi asuransi Allianz ini juga berkisar mulai dari Rp300 ribu per bulan untuk tertanggung anak-anak dan Rp600 ribu per bulan untuk tertanggung dewasa.

  1. Flexi CI Protection

Flexi CI Protection adalah produk unggulan asuransi kanker yang dimiliki oleh Astra Life.

Keunggulan pilihan polis Astra Life ini, yaitu bisa diperpanjang hingga usia nasabah 85 tahun.

Sementara itu, uang pertanggungan yang diberikan pun juga sangat tinggi, yakni hingga Rp2 miliar. 

Uniknya lagi, untuk bisa tergabung dalam polis Flexi CI Protection kamu gak perlu melakukan medical check up. 

  1. Sequis Q Early Payout Critical Illness Plus Rider

Rekomendasi pertanggungan penyakit kritis terbaik selanjutnya, yaitu dari perusahaan asuransi Sequis Life.

Sequis Q Early Payout Critical illness Plus bersifat sebagai polis tambahan atau rider. 

Artinya, kamu perlu beli polis dasar terbelih dahulu, baru bisa mendapatkan manfaat tambahan pertanggungan penyakit kritis. 

Hal yang membuat polis ini unggul adalah menanggung hingga 113 jenis penyakit kritis dengan uang pertanggungan hingga Rp3 miliar.

Tidak heran jika Sequis Q Early Payout Critical illness Plus sering disebut sebagai polis pertanggungan penyakit kritis terbaik. 

Asuransi Penyakit Kritis

Tanda-tanda Seseorang Perlu Asuransi Penyakit Kritis

1. Memiliki penyakit turunan

Lazimnya, asuransi penyakit kritis ditujukan untuk orang yang memiliki risiko tinggi menderita penyakit kritis, seperti mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit kritis atau mereka yang memiliki gaya hidup yang tidak sehat.

Kalau ada anggota keluarga yang pernah menderita kanker maka ada kemungkinan bahwa keturunan kamu juga akan terdiagnosis dengan penyakit tersebut.

Nah, sebagai langkah pencegahan finansial, sangat disarankan untuk membeli pertanggungan penyakit kritis. 

2. Terpapar risiko pekerjaan

Asuransi penyakit kritis dapat menjadi pilihan yang tepat bagi mereka yang memiliki pekerjaan yang meningkatkan risiko terkena penyakit kritis. 

Misalnya pekerja konstruksi sering terpapar polusi udara dan debu yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit paru-paru, sedangkan petugas keamanan sering terpapar stres dan kondisi yang tidak aman yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung.

3. Menjadi pencari nafkah utama keluarga

Asuransi penyakit kritis bukan hanya memberikan perlindungan kepada nasabahnya, melainkan juga memberikan manfaat kepada anggota keluarga nasabah kalau terdiagnosis dengan penyakit kritis. 

Santunan ini adalah sumber pemasukan alternatif bagi keluarga jika pencari nafkah tidak dapat bekerja seperti biasa karena sakit. 

Hal itu bisa membantu keluarga untuk tetap menjaga kestabilan finansial mereka selama masa penyakit yang sulit.

4. Berusia di atas 40

Semakin tua seseorang, semakin tinggi risikonya untuk menderita penyakit kritis. Maka dari itu, penting bagi orang yang berusia 40 tahun ke atas untuk memiliki perlindungan asuransi. 

Kalau kamu belum punya asuransi kesehatan maka disarankan untuk memprioritaskan asuransi kesehatan terlebih dahulu sebelum menambahkan asuransi penyakit kritis ke dalam rencana perlindungan Anda. 

Biasanya, asuransi kesehatan memberikan cakupan yang lebih luas untuk jenis penyakit dibandingkan dengan asuransi penyakit kritis.

Sebagai tambahan informasi, buat kamu yang ingin belajar tentang trading bitcoin dan aset kripto lainnya, kamu bisa mempelajarinya di Indodax Academy.

Baca juga: Manfaat Asuransi Kesehatan: Allianz hingga Generali

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE