31.5 C
Jakarta
Selasa, 28 September, 2021

Asyik! Keringanan Kredit Diperpanjang Lagi Hingga 2022, Ajukan Sekarang Juga

Duniafintech.com – Program restrukturisasi atau keringanan kredit diperpanjang hingga 2022. Program ini diperpanjang sebagai upaya untuk mendorong pemulihan ekonomi. Melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memutuskan akan memperpanjang masa pemberian relaksasi perbankan selama setahun, mulai Maret 2021-Maret 2022.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso mengatakan, “kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit yang sudah dikeluarkan OJK sejak Maret tahun ini terbukti bisa menjaga stabilitas sektor jasa keuangan dari tekanan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19. Sehingga untuk tahapan percepatan pemulihan ekonomi kita perpanjang lagi sampai Maret 2022.”

Selain keringanan kredit diperpanjang, OJK juga tengah menyiapkan perpanjangan beberapa stimulus lanjutan seperti pengecualian perhitungan aset berkualitas rendah (loan at risk) dalam penilaian tingkat kesehatan bank, governance persetujuan kredit restrukturisasi, penyesuaian pemenuhan capital conservation buffer dan penilaian kualitas Agunan yang Diambil Alih (AYDA) serta penundaan implementasi Basel III.

Baca Juga:

Hingga 5 Oktober 2020 realisasi restrukturisasi kredit sektor perbankan sebesar Rp914,65 triliun untuk 7,53 juta debitur yang terdiri dari 5,88 juta debitur UMKM senilai Rp361,98 triliun dan 1,65 juta debitur non UMKM senilai Rp552,69 triliun.

Sementara untuk restrukturisasi pembiayaan perusahaan pembiayaan hingga 27 Oktober sudah mencapai Rp177,66 triliun dari 4,79 juta kontrak. Sedangkan restrukturisasi pembiayaan Lembaga Keuangan Mikro dan Bank Wakaf Mikro hingga 31 Agustus masing-masing mencapai Rp26,44 miliar untuk 32 LKM dan Rp4,52 miliar untuk 13 BWM.

Wimboh mengatakan, perpanjangan restrukturisasi kredit ini disertai dengan peningkatan manajemen risiko bank yang memadai.

“Keringanan kredit diperpanjang ini akan meningkatkan penerapan manajemen risiko bank yang lebih memadai dalam penerapan perpanjangan restrukturisasi mencakup penilaian kemampuan untuk tetap going concern dan prospek usaha debitur oleh penilaian masing-masing bank,” jelasnya.

Selama masa pandemi Corona, OJK juga menghimbau agar industri jasa keuangan agar tetap patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan Covid-19 agar potensi penyebaran Corona bisa ditekan dalam berbagai aktifitas kegiatan ekonomi. Diantaranya kewajiban memakai masker, menjaga jarak, menyediakan fasilitas cuci tangan penyediaan handsanitizer pada layanan industri jasa keuangan.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Kucurkan Kredit Rp2,24 triliun, Modal Rakyat Berhasil Jaga NPL 0,03%

Platform digital berbasis pinjaman, Modal Rakyat, berhasil menjaga tingkat kredit macet atau non performing loan (NPL) di level yang sangat rendah yaitu sebesar 0,03%. CEO...

Trade Expo Indonesia : Mendag Target Transaksi Rp21,4 triliun 

Kementerian Perdagangan menggelar Trade Expo Indonesia (TEI) ke-36 dengan tema ‘Reviving Global Trade'. Pameran ini digelar secara digital dan melibatkan aktor global. Menteri Perdagangan Muhammad...

Daftar Aplikasi Menambang Bitcoin di Android

Bitcoin saat ini semakin dikenal di tanah air. Adapun harganya yang melambung tinggi dengan cepat, diketahui telah menarik perhatian para investor untuk mulai terjun...

OJK dan Industri Jasa Keuangan Dukung Pengembangan UMKM

Komitmen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama industri perbankan, industri keuangan non bank, pasar modal dan fintech, yaitu akan meningkatkan pengembangan Usaha Menengah Kecil dan...

Modal Rakyat Beri Pinjaman untuk Usaha dengan Bunga Kompetitif

Modal Rakyat merupakan layanan pinjaman uang berbasis digital yang menjadi wadah pertemuan antara peminjam, yaitu usaha kecil dan menengah (UKM) dan pendana, yaitu individu...
LANGUAGE