26.4 C
Jakarta
Selasa, 27 September, 2022

Belum ada Sanksi Mobil Mewah yang Minum Pertalite & Solar?

JAKARTA, duniafintech.com – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan membuat aturan larangan mobil mewah minum Pertalite dan solar, dan bila terjadi, apakah mobil mewah isi Pertalite kena sanksi? Untuk saat ini, belum ada sanksi tegas bila mobil mewah pakai BBM Pertalite.

Namun, aturan larangan sudah masuk dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM) termasuk petunjuk teknis pembelian BBM bersubsidi dan penugasan.

Untuk masyarakat ekonomi kelas atas yang menggunakan mobil mewah dipastikan tidak akan menerima BBM bersubsidi. Aturan ini dibuat agar BBM bersubsidi tepat sasaran dan diharapkan efisiensi penggunaan BBM bersubsidi hingga 10 persen.

Baca juga: BBM Subsidi Banyak Dinikmati Orang Kaya? ini kata Pertamina

Adapun kriteria kendaraan termasuk dalam kendaraan mewah, itu dilihat dari besarnya cc dari kendaraan tersebut. Untuk kendaraan roda empat di atas 1.500 cc dan sepeda motor dengan mesin di atas 250 cc tidak dapat membeli pertalite atau solar.

Tak hanya itu, Pertamina juga mewajibkan masyarakat yang akan membeli Pertalite melakukan pendaftaran di MyPertamina. Hal tersebut dimaksudkan agar penyaluran BBM Penugasan dapat lebih tepat sasaran.

Seperti diketahui, aturan pembelian bahan bakar bersubsidi dan non subsidi menurut spesifikasi kendaraan sempat jadi pro dan kontra. Terlebih dengan kenaikan harga BBM yang cukup signifikan. Kendati demikian, pemerintah harus memberlakukan aturan tersebut agar penyaluran BBM bisa tepat sasaran dan sesuai dengan target yang ditentukan.

Baca juga: Berita Fintech Indonesia: BBM Naik Tak Pengaruhi Bisnis Fintech

Pemerintah belum mengeluarkan regulasi terbaru terkait pembelian BBM subsidi. Belum ada larangan bagi jenis kendaraan dengan kapastitas mesin tertentu untuk membeli BBM subsidi.

Demikian informasi umum tentang program subsidi tepat yang diumumkan di laman resmi MyPertamina.

Pada website tersebut, tersedia sejumlah pertanyaan dan jawaban yang bisa disimak tentang regulasi program subsidi tepat.

Satu di antara pertanyaannya adalah, Apakah ada pembatasan CC mobil? Jika iya, apakah petugas tidak akan melayani?

Jawabannya: “Saat ini belum ada pembatasan berdasarkan CC mobil, namun pada saat pendaftaran data tersebut sudah diminta untuk antisipasi jika ada pengaturan sejenis ke depan, dan Konsumen yang tidak berhak, tidak akan mendapatkan kode QR dan otomatis tidak dapat dilayani,”

Baca juga: Cara Menteri Erick Permudah Nelayan Dapatkan BBM Subsidi

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Pinjol Cepat Cair 2022 Legal, Simak Daftarnya di Sini

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair merupakan layanan finansial yang sangat dibutuhkan oleh mereka mereka yang sedang terdesak dana cepat. Adapun pinjaman online langsung cair...

Payment Gateway: Definisi, Cara Kerja, hingga Manfaatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Payment gateway pada dasarnya merupakan solusi bagi pembayaran pada bisnis online yang kian marak belakangan ini. Hal ini penting sebagai upaya memberikan...

Dampak Fintech di Indonesia hingga Sederet Keuntungannya

JAKARTA, duniafintech.com – Dampak fintech di Indonesia tentunya sangat besar. Adapun fintech muncul seiring perubahan gaya hidup masyarakat. Seperti diketahui, saat ini penggunaaan teknologi informasi...

Pinjol Bunga Rendah 2022 Cepat Cair, Nih 6 Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol bunga rendah 2022 cepat cair tentunya sangat penting untuk diketahui oleh kamu yang tengah kepepet dana talangan. Meski saat ini ada...

Bisnis Fintech di Indonesia: Ini 11 Startup Fintech Terbaik

JAKARTA, duniafintech.com – Bisnis fintech atau financial technology di Indonesia tampak bertumbuh pesat dalam beberapa tahun belakangan. Hal ini terjadi sebagai dampak dari perkembangan globalisasi,...
LANGUAGE