29 C
Jakarta
Senin, 15 April, 2024

Berita Bitcoin Hari Ini: Bitcoin Cs Kompak Menguat, Tetap Waspadai Sentimen Ini

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini membawa kabar baik. Aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin dan jajarannya tampak menguat. 

Sementara para trader kripto juga mesti tetap waspadai sentimen-sentimen negatif yang membayangi pasar kripto. 

Berita Bitcoin hari ini, Minggu (17/7/2022), Bitcoin berada di zona hijau. Berikut ini ulasannya. 

Bitcoin Cs Kompak Menguat–Berita Bitcoin Hari Ini

Berikut ini ulasan lengkap mengenai berita Bitcoin hari ini, seputar harta hingga sentimen negatif yang masih membayangi:

1. Kompak Menguat

Memasuki akhir pekan ketiga Juli 2022, harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya terpantau mengalami pergerakan yang seragam pada perdagangan Minggu, 17 Juli 2022. Pergerakan harga pasar kripto berhasil menguat dan bertengger di zona hijau.

Baca jugaRegulasi Aset Kripto, Bitcoin Cs Legal Sebagai Instrumen Investasi

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Minggu (17/7/2022) pagi, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) menguat tipis 1,26 persen dalam 24 jam, tetapi melemah 2,41 persen sepekan.

Saat ini, harga bitcoin berada di level USD 21.192 per koin atau setara Rp 317,8 juta (asumsi kurs Rp 14.996 per dolar AS). 

Kemudahan disusul Ethereum (ETH) juga berhasil meroket pagi ini. Selama 24 jam terakhir, ETH naik 7,39 persen dan 9,90 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 1.344 per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) berhasil bertahan di zona hijau. Dalam 24 jam terakhir BNB menguat 4,27 persen dan 2,24 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga USD 249,47 per koin. 

Kemudian Cardano (ADA) pagi ini turut menguat. Dalam satu hari terakhir ADA menguat 2,61 persen. Namun masih melemah 5,41 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 0,4564 per koin.

Adapun Solana (SOL) turut rebound pagi ini. Sepanjang satu hari terakhir SOL naik 4,51 persen dan 2,57 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level USD 39,42 per koin.

XRP juga berhasil naik ke zona hijau. XRP menguat 5,09 persen dalam 24 jam terakhir dan 1,66 persen dalam sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga USD 0,3525 per koin. 

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini sama-sama menguat 0,01 persen. Dengan begitu membuat USDT berada di level USD 0,9998 dan USDC dihargai USD 1,00.

Sedangkan Binance USD (BUSD) menguat 0,14 persen dalam 24 jam terakhir, yang membuat harganya bertahan di level USD 1,00

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto dalam 24 jam terakhir berhasil menguat cukup besar yaitu di level USD 964,5 miliar dari sebelumnya di level USD 897,7 miliar.

Berita Bitcoin Hari Ini

2. Apakah Penguatan Hanya Sementara?

Melansir Liputan6.com, banyak investor yang menjadi bergairah untuk kembali melakukan transaksi di market kripto, walaupun situasi di pasar saham saat ini lesu. Meski demikian, reli singkat ini hanya bertahan sementara lantaran belum didukung aksi akumulasi yang kuat dari pelaku pasar.

Berdasarkan data CoinMarketCap, nilai market cap aset kripto belum tembus USD 1 triliun dan volume trading harian di bursa kripto turun 5,14 persen dalam sehari terakhir. Tampaknya investor masih khawatir inflasi tinggi dan ancaman resesi dalam jangka waktu pendek.

Sementara itu, pergerakan Bitcoin sekarang mengharapkan The Fed untuk menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin lagi akhir bulan ini, yang selanjutnya dapat berdampak pada harga.

Baca jugaPerbedaan Crypto Crash dan Koreksi Bitcoin, Trader Wajib Paham

Pergerakan harga Bitcoin akan berada di kisaran harga USD 20.317 dan masih berpotensi naik hingga ke level harga US$ 21.127. Namun, apabila harga Bitcoin kembali koreksi, kemungkinan turun dan retest support pada harga USD 19.772.

3. Tiga Sentimen Negatif

Ada setidaknya tiga faktor yang bisa membuat pergerakan market kripto kembali tertekan. Lantaran telah terjadi anomali di mana, nilai aset kripto ternyata masih bertahan meski data inflasi AS menyentuh level tertingginya dalam 41 tahun terakhir pada Juni.

Melihat data historisnya, nilai aset kripto biasanya langsung rontok setelah perilisan data tersebut. Sebab, pelaku pasar selalu mengaitkan hasil data inflasi dengan rencana moneter yang akan ditempuh bank sentral AS, The Fed.

Maka dari itu, faktor pertama adalah jika The Fed merespons inflasi dengan kenaikan suku bunga acuan ekstra kencang, maka selera investor perlahan bakal pudar. Dampaknya akan memberikan tekanan negatif pada harga untuk aset berisiko, dari saham ke Bitcoin.

Selanjutnya, datang dari kabar platform pinjam meminjam kripto, Celsius yang tengah menyiapkan dokumen kebangkrutan. Menurut dokumen yang diajukan ke pengadilan tata usaha New York, Celsius ternyata memiliki aset USD 4,3 miliar dan kewajiban USD 5,5 miliar, sehingga perseroan punya defisit neraca sebesar USD 1,2 miliar.

Selain itu, faktor lainnya adalah berkembangan dari kasus Mt Gox yang saat ini memiliki 142.000 Bitcoin siap untuk dijual dalam rangka ganti rugi korban. Walau terdengar seperti kabar positif, ganti rugi ini dapat membuat tekanan jual yang besar di pasar kripto, terutama untuk Bitcoin.

Itulah berita Bitcoin hari ini yang menunjukan tren pergerakan positif beserta sentimen negatif yang mesti diwaspadai. 

Baca juga: Cara Membeli Sandbox di Indodax, Mudah dan Praktis! 

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE