26 C
Jakarta
Selasa, 31 Januari, 2023

Berita Ekonomi Hari Ini: China Buka Perbatasan, Ekonomi Global Membaik

JAKARTA, duniafintech.com – Berita ekonomi hari ini terkait sinyal pemulihan ekonomi global setelah China membuka kembali perbatasannya.

Sinyal itu sendiri disampaikan oleh International Monetary Fund atau IMF (Dana Moneter Internasional). Lantas, apakah dunia batal resesi pada tahun ini?

Berikut ini berita ekonomi hari ini selengkapnya, seperti dinukil dari Bisnis.com.

Baca juga: Berita Ekonomi Hari Ini: Ini Alasan BI Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2023 Jadi 2,3 Persen

Berita Ekonomi Hari Ini: Pertumbuhan Ekonomi akan Membaik

Dalam pandangan Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, pertumbuhan ekonomi akan membaik, sejalan dengan inflasi yang diprediksi akan mulai turun. 

“Apa yang membaik adalah prospek China untuk mendorong pertumbuhan,” katanya,  dikutip dalam keterangan resmi WEF 2023 di Davos, Swiss, Senin (23/1/2023).

Di pertemuan itu, ia menyebut bahwa muncul rasa optimisme yang hati-hati atas masa depan ekonomi global.

Lebih jauh, ia juga memprediksi inflasi tampaknya mendatar dan pertumbuhan moderat, bukan resesi terus-menerus, seperti yang diprediksi sebelumnya. 

Di lain sisi, bos IMF ini pun menyampaikan bahwa dalam beberapa hari ke depan akan melakukan koreksi terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi.

Patok Pertumbuhan di Level 2,7 Persen

Diketahui, IMF sendiri sebelumnya mematok pertumbuhan ekonomi dunia di level 2,7 persen. 

“Kami memproyeksikan 2,7 persen untuk dunia. Ini mungkin akan diperbaiki dalam beberapa hari ke depan. Yang positif adalah kami telah melihat secara nyata kekuatan pasar tenaga kerja yang diterjemahkan ke dalam pengeluaran konsumen dan menjaga perekonomian tetap tinggi,” sebut Georgieva.  

Namun, ia mengaku tetap mengingatkan para pejabat moneter di seluruh negara untuk tetap waspada sekalipun sudah ada sinyal pemulihan.

Ia pun melihat dari pembukaan kembali perbatasan China, masih terdapat prospek ekonomi global tetap buruk.

Hal itu karena kebangkitan China, usai tiga tahun menutup diri, bisa mengobarkan inflasi seperti halnya seluruh dunia yang tampaknya mulai mengatasinya.

“Bagaimana jika kabar baik China tumbuh lebih cepat diterjemahkan menjadi harga minyak dan gas yang melonjak, memberi tekanan pada inflasi?” tanya dia.

Oleh sebab itu, ia pun menekankan untuk tetap realistis, boleh optimistis, tetapi tetap waspada dengan kondisi ekonomi global, utamanya terhadap perang di Ukraina yang masih berlangsung. 

“Tetap waspada. Pesan saya adalah ini tidak seburuk yang kami takutkan beberapa bulan yang lalu, tetapi tidak terlalu buruk belum berarti baik. Mari saya mulai dari apa yang telah membaik dan mengapa kami harus berhati-hati. Yang membaik adalah inflasi tampaknya mulai mengarah ke arah yang benar, dengan kata lain, turun,” urainya.

Dalam pertemuan itu, Georgiva pun lebih jauh memberikan peringatan tentang potensi pecahnya perdagangan global yang akan memperlambat atau bahkan membalikkan pemulihan ekonomi global yang saat ini sangat rapuh.

Ia mendesak para pihak berwenang untuk mengambil sikap pragmatis demi menjaga ekonomi global.

“Bersikaplah pragmatis, berkolaborasi, lakukan hal yang benar. Jaga agar ekonomi global tetap terintegrasi untuk kepentingan kami semua,” tandasnya.

Baca juga: Berita Fintech Indonesia: 6 Rekomendasi Pinjol Bunga Rendah Terbaik 2023

berita ekonomi hari ini

Berita Ekonomi Hari Ini: Pertumbuhan Ekonomi RI Jauh Lebih Tinggi

Sementara itu, melangsir Kompas.com, Senin (23/1/2023), Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, perekonomian Indonesia pada tahun 2022 diproyeksi tumbuh lebih tinggi ketimbang pertumbuhan ekonomi dunia.

Hal itu, kata dia, tidak terlepas dari berbagai bantuan yang dianggarkan pemerintah melalui APBN di tengah tingginya gejolak perekonomian global.

Adapun tahun 2022 lalu memang menjadi tahun yang sulit bagi banyak negara di dunia. Melonjaknya harga berbagai komoditas akibat perang Rusia-Ukraina ketika negara baru mencoba bangkit dari dampak pandemi Covid-19 menjadi penyebabnya.

Maka dari itu, Sri Mulyani menyebut bahwa lembaga keuangan internasional berulang kali melakukan koreksi ke bawah terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun lalu.

Dalam laporan terbarunya, Bank Dunia bahkan memprediksi pertumbuhan ekonomi dunia hanya akan tumbuh 1,7 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Diketahui, proyeksi ini jauh lebih rendah ketimbang proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dikatakan bendahara negara lagi, pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun lalu masih akan mencapai rentang 5,2 persen hingga 5,3 persen.

“Indonesia Alhamdulillah, (pertumbuhan ekonomi) tahun kemarin 2022 karena baru akan dipublikasi BPS Februari kira-kira masih di 5,2-5,3 persen. Itu jauh lebih tinggi dibandingkan dunia yang nyungsep di 1,7 persen,” katanya dalam Seminar Ekonomi Nasional PC GP Ansor Malang, Minggu (22/1/2023).

Ani, sapaannya, menilai bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih terjaga di atas 5 persen merupakan hasil dari berbagai bantuan yang digelontorkan pemerintah melalui APBN.

Misalnya saja anggaran jaring sosial berupa bantuan sosial yang digelontorkan pemerintah untuk masyarakat tertentu.

“Kami memberi bantalan daya beli. Anggaran bantuan sosial naik mendekati Rp 460 triliun, tahun in Rp 476 triliun,” tuturnya.

Di samping itu, bantuan juga diberikan pemerintah dalam bentuk subsidi. Seperti diketahui, pada tahun lalu, harga minyak mentah dunia meroket sehingga pemerintah perlu mengerek anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk menjaga daya beli masyarakat.

“Kami mensubsidi harga minyak lonjakan, subsidi kami dari Rp 152 triliun menjadi Rp 555 triliun, itu duit beneran loh,” tegasnya. 

Adapun bantuan juga diberikan kepada pelaku usaha. Salah satu bentuk bantuan yang diberikan kepada pelaku usaha oleh pemerintah, yakni program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Melalui program itu, pelaku usaha kecil bisa mendapatkan akses pembiayaan yang lebih murah. Pasalnya, pemerintah memberikan subsidi bunga.

“Semua instrumen APBN untuk jagain rakyat, yang kami tahu guncangan akan terus terjadi supaya ekonomi tetap bagus di atas, yang lain boleh gelap tapi tidak di Indonesia,”  tutupnya.

Baca juga: Berita Kripto Hari Ini: Genesis Resmi Ajukan Perlindungan Kebangkrutan

Sekian ulasan tentang berita ekonomi hari ini yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Investasi Sektor Manufaktur Naik 52 Persen di Tahun 2022, Tembus Rp497,7 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi pada sektor industri manufaktur di Tanah Air terus meningkat meski di tengah dinamika geopolitik dunia yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi global....

Daftar HP Samsung Terbaru 2023 Dari Berbagai Seri

JAKARTA, duniafintech.com - Samsung dikenal sebagai salah satu merek ponsel pintar atau HP favorit banyak orang, terutama bagi para pengguna sistem operasi Android. Pasalnya,...

Sri Mulyani Upayakan Sinergi APBN Kembangkan Produktivitas UMKM

JAKARTA, duniafintech.com - Sinergi APBN sebagai instrumen keuangan negara dengan para pelaku usaha menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani dapat mengamplifikasi pemulihan ekonomi Indonesia. Berkaitan dengan...

Moncer! Ekspor Mobil Surplus Capai 64 Persen

JAKARTA, duniafintech.com - Industri otomotif ekspor mobil surplus merupakan salah satu sektor manufaktur yang strategis karena berperan penting dalam upaya menopang perekonomian nasional.  Juru Bicara...

Berikan PMN, Sri Mulyani Minta BTN Penuhi Kebutuhan Rumah

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan hak untuk mendapatkan tempat tinggal, termasuk dari BTN, yang layak diatur dalam undang-undang. Namun...
LANGUAGE