27.8 C
Jakarta
Selasa, 31 Januari, 2023

Apa Itu Crypto Winter: Sejarah, Dampak, dan Tips Menghadapinya

JAKARTA, duniafintech.com – Apa itu crypto winter? Adapun istilah yang satu ini memang semakin sering terdengar serta menarik perhatian.

Istilah tersebut juga barangkali masih terasa asing di telinga sebagian besar orang. Namun, di komunitas kripto sendiri, istilah ini memang sering kali muncul.

Menukil laman CNBC, istilah yang satu ini menjadi ungkapan yang mengacu pada saat pasar tengah lesu, utamanya di pasar uang digital.

Untuk mengetahui lebih jauh soal istilah yang satu ini, simak ulasan berikut ini.

Baca juga: Cryptocurrency Hari Ini: Selama 2022, Transaksi Aset Kripto di Indonesia Rp296,66 T

Apa Itu Crypto Winter?

Menukil berita Forbes, istilah “crypto winter” ini kemungkinan berasal dari serial hit HBO, “Game of Thrones.”

Dalam pertunjukan itu, moto House of Stark adalah “Winter is coming.” Hal itu pun dianggap sebagai peringatan bahwa konflik abadi bisa turun di tanah Westeros kapan saja.

Demikian pula, masalah yang berkepanjangan mungkin terjadi di pasar crypto. Selama masa sulit ini, investor harus tetap waspada dan bersiap menghadapi kekacauan yang melanda pasar tanpa banyak peringatan.

Secara lebih harfiah, musim dingin kripto merupakan saat harga kripto terkontraksi dan tetap rendah untuk waktu yang lama. Para analis pun percaya bahwa roda musim dingin kripto yang muncul sudah bergerak lebih awal pada tahun 2022.

“Pasar crypto sudah merasakan efek dari peristiwa dunia, terutama konflik Rusia-Ukraina yang menyebabkan gejolak dalam keuangan global,” ucap CEO DBX Digital Ecosystem, Igor Zakharov.

Ia mencatat, inflasi yang tinggi sudah mendorong kenaikan suku bunga di AS, yang merupakan pemain terbesar dalam crypto.

“Pada saat TerraUSD dan Luna runtuh dan menggerakkan efek domino di dunia kripto, musim dingin kripto telah dimulai,” tuturnya.

Sejak November 2021, pasar crypto telah turun 60% atau turun drastis dari US$ 3 triliun menjadi kurang dari US$ 1 triliun saat ini.

Sejarah Crypto Winter

1. Crypto Crash 2013—2014

Crypto crash 2013 adalah salah satu periode downtrend harga Bitcoin yang terjadi dalam rentang waktu yang panjang. Ketika itu, harga Bitcoin meningkat drastis dari $13 di awal 2013 menjadi $1200 di akhir 2013.

Namun, setelahnya, harga Bitcoin mengalami penurunan drastis hingga di bawah $300 dan membutuhkan waktu lebih dari 3 tahun untuk bisa kembali ke harga $1200 yang pernah dicapai sebelumnya di tahun 2013.

Di masa itu, istilah crypto winter memang belum ditemukan. Akan tetapi, ada pola yang serupa dengan musim dingin kripto yang terjadi di tahun 2017—2018.

2. Musim Dingin Kripto 2017—2018

Istilah crypto winter pertama kali muncul pada tahun 2018. Pada masa itu, harga Bitcoin turun drastis ke angka di bawah $8000 setelah sebelumnya sempat melonjak ke angka $20.000 pada akhir 2017.

Selama musim dingin kripto 2018, Michael J. Casey melaporkan bahwa harga Bitcoin turun sekitar 75% dari level harga tertingginya, harga Ether turun sekitar 90%, dan kapitalisasi pasar crypto keseluruhan turun hingga 80%-nya.

Apa Itu Crypto Winter

Dampak Crypto Winter

1. Terhadap Investor

William Luther, seorang profesor ekonomi di Florida Atlantic University, menilai bahwa fenomena Crypto Winter semacam ini dianggap sebagai hal yang lumrah dalam perdagangan mata uang kripto.

Melangsir CNBC, Luther pun mengingatkan para investor tetap tenang dan menjaga pandangan mereka dalam jangka panjang.

Adapun kerugian akibat merosotnya nilai mata uang kripto dikatakan hanya sebagai fenomena sesaat.

Ia menambahkan, fenomena crypto winter bisa menjadi pengingat bagi para investor untuk berhati-hati dalam berinvestasi, utamanya di industri yang gampang mengalami pasang surut.

2. Terhadap Karyawan

Bukan hanya terhadap para investor, crypto winter pun berdampak buruk bagi mereka yang bekerja/karyawan di perusahaan penyedia layanan transaksi kripto.

Di tengah musim dingin crypto ini, investor memang cenderung untuk menghentikan/mengurangi aktivitas perdagangan kripto mereka.

Baca juga: Cryptocurrency Hari Ini: Reli Bitcoin Sukses Pulihkan Kerugian sejak FTX Bangkrut

Hal itu akan membuat pendapatan perusahaan dengan layanan transaksi kripto akan menurun.

Pada akhirnya, kondisi itu memaksa perusahaan untuk mengurangi ongkos produksi layanan, di antaranya dengan mengurangi/memecat karyawan.

Tips Menghadapi Crypto Winter

  1. Jangan berinvestasi lebih daripada kemampuan

Pertama, pastikan hanya berinvestasi dengan dana investasi yang telah kamu persiapkan. Pasalnya, dalam kondisi bullish market sekalipun, investasi tetap memiliki risiko.

Apalagi dalam kondisi crypto winter atau bearish market di mana risiko kegagalan lebih tinggi.

Berinvestasi melebihi batas kemampuanmu hanya akan membuatmu mengalami kesulitan keuangan saat investasi yang kamu lakukan benar-benar mengalami kegagalan.

  1. Berhati-hati memilih proyek crypto sebagai tips menghadapi apa itu crypto winter

Adapun tingginya minat para investor terhadap crypto menyebabkan banyak penipuan mengatasnamakan proyek crypto.

Maka dari itu, waspadalah ketika memilih proyek yang akan diikuti dan hanya pilih proyek yang menurutmu paling aman.

Kalau kamu merasa belum terlalu yakin maka berinvestasilah dalam jumlah yang sedikit dulu untuk meminimalkan risiko kerugian.

  1. Lakukan penyesuaian portofolio investasi

Bukan masalah kalau kamu merasa takut mengalami kerugian lebih besar sehingga memutuskan untuk menjual aset kripto milikmu.

Atau, kamu merasa aset kripto lain lebih memiliki potensi besar mengalami kenaikan dibanding asetmu saat ini sehingga memilih untuk beralih ke aset lain.

Dalam hal ini, kamu pun dapat menerapkan diversifikasi portofolio investasi untuk membagi risiko di masa musim dingin kripto ini jika tidak mau kehilangan semua aset yang telah dimiliki.

Dengan demikian, kamu bisa menjual sebagian aset yang telah dimiliki untuk membeli aset crypto lain yang kamu percaya dapat bertahan menghadapi musim dingin kripto atau menambah dana investasi lagi untuk membeli aset baru tersebut dengan tetap mempertahankan semua aset lamamu.

  1. DCA (Dollar-Cost Averaging) Strategy

Pada masa musim dingin kripto dan bearish market seperti saat ini, menerapkan DCA strategy dapat menjadi penyelesaian yang tepat.

DCA strategy sendiri berarti melakukan investasi secara reguler pada aset yang sama dengan nominal investasi yang sama juga.

Strategi tersebut dianggap mampu memberimu keuntungan untuk investasi jangka panjang ketika akhirnya memasuki periode bullish market.

Baca juga: Berita Bitcoin Hari Ini: Bitcoin Cs Lesu Lagi, Cek Daftar Harganya

Sekian ulasan tentang apa itu crypto winter yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Investasi Sektor Manufaktur Naik 52 Persen di Tahun 2022, Tembus Rp497,7 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi pada sektor industri manufaktur di Tanah Air terus meningkat meski di tengah dinamika geopolitik dunia yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi global....

Daftar HP Samsung Terbaru 2023 Dari Berbagai Seri

JAKARTA, duniafintech.com - Samsung dikenal sebagai salah satu merek ponsel pintar atau HP favorit banyak orang, terutama bagi para pengguna sistem operasi Android. Pasalnya,...

Sri Mulyani Upayakan Sinergi APBN Kembangkan Produktivitas UMKM

JAKARTA, duniafintech.com - Sinergi APBN sebagai instrumen keuangan negara dengan para pelaku usaha menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani dapat mengamplifikasi pemulihan ekonomi Indonesia. Berkaitan dengan...

Moncer! Ekspor Mobil Surplus Capai 64 Persen

JAKARTA, duniafintech.com - Industri otomotif ekspor mobil surplus merupakan salah satu sektor manufaktur yang strategis karena berperan penting dalam upaya menopang perekonomian nasional.  Juru Bicara...

Berikan PMN, Sri Mulyani Minta BTN Penuhi Kebutuhan Rumah

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan hak untuk mendapatkan tempat tinggal, termasuk dari BTN, yang layak diatur dalam undang-undang. Namun...
LANGUAGE